10 Titik Berpotensi Pergerakan Tanah, PSI: BPBD Jangan Hanya Merilis, Rumuskan Mitigasi

- Jurnalis

Jumat, 9 Desember 2022 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ustrasi - Lokasi bencana pergeseran tanah Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Sumber foto : suara.com

ustrasi - Lokasi bencana pergeseran tanah Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Wakil Ketua Fraksi PSI DKI Jakarta, August Hamonangan mengatakan, prediksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI tentang potensi pergerakan tanah di 10 kecamatan mesti ditanggapi dengan serius dan saksama.

Terlebih, wilayah tersebut merupakan kawasan padat penduduk sehingga harus diperhatikan sejak dini.

“BPBD DKI Jakarta harusnya bukan cuma merilis prediksi tapi juga langsung merumuskan mitigasi jangka pendek dan panjangnya,” ujar August.

Menurutnya, program pengawasan dan mitigasi hendaknya melibatkan peran warga. Pemprov DKI dan instansi terkait juga harus melakukan sosialisasi kompak kepada warga tentang pergerakan tanah. Agar masyarakat lebih waspada dan dapat mempersiapkan diri jika bencana tersebut benar terjadi.

Selain itu, Pemprov DKI khususnya BPBD dan instansi terkait hendaknya juga melibatkan peran serta warga untuk program pengawasan dan mitigasi.

“Sosialisasi yang masif soal adanya pergerakan tanah, agar warga lebih waspada. Menyiapkan logistik dan alat evakuasi jika benar terjadi fenomena pergeseran tersebut di titik rawan yang sudah diprediksi,” ucapnya.

Masyarakat juga harus mendapatkan sosialisasi serta edukasi mengenai pergeseran tanah Jakarta. Agar nantinya mereka juga bisa merespons dengan baik dampak dari peristiwa ini.

Baca Juga :  7 Bulan Tanpa Tersangka, Kasus Pemerkosaan Buruh Disabilitas PT USU Dibawa ke Jakarta

“Dengan melibatkan lembaga kemasyarakatan seperti karang taruna, pramuka yg lebih muda, energik dan punya semangat bergerak ke lapangan. Juga meminta masukan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat serta lebih utamakan kebutuhan dan keselamatan lansia,” ungkapnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan akan terjadinya pergerakan tanah di Jakart pada bulan Desember ini. Namun, masyarakat diminta tidak terlalu khawatir akan hal ini.

Potensi pergerakan tanah ini diketahui berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan, Geofisika (BMKG).

Menurut informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah, yaitu di Jakarta Selatan ialah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan. Lalu, di Jakarta Timur meliputi wilayah Kecamatan Kramatjati, dan Pasar Rebo

Baca Juga :  Roy Suryo dan dr Tifa Dijemput Paksa Polisi, Istri Ungkap Detik-Detik Penangkapan

Pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Sementara pada Zona Tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Meski sudah ada peringatan dari BPBD, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meminta masyarakat tak panik. Sebab, dampak dari peristiwa ini diperkirakan hanya kecil yang terjadi.

“Jadi informasinya di Jakarta kecil dampaknya dan mudah-mudahan tidak terjadi ya,” ujar Heru di Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2022).

Selain itu, Heru juga meminta masyarakat tetap waspada dengan situasi cuaca dan kondisi alam yang tak menentu. Segala pengumuman dari BPBD disebutnya harus menjadi perhatian.

“Jadi kami imbau dengan kondisi cuaca atau pun alam yang tidak bersahabat selalu melihat informasi dari BMKG dan informasi cuaca lainnya,” tutupnya.

Artikel ini pertama kali tayang di suara.com, dengan judul Pergerakan Tanah Berpotensi di 10 Kecamatan di Jakarta, PSI Minta BPBD Segera Lakukan Mitigasi.

Berita Terkait

DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah
Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah
Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?
Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat
Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak
DPRD Kalteng: Pembangunan Inklusif 2026 Adalah Kunci Kesejahteraan Merata
Pertemuan Tertutup Megawati Institute: Soroti Etika Publik dan Demokrasi Sehat
Jaga Warisan Leluhur Dayak Bakumpai, IUB Barito Timur dan Perguruan Kuntau Putra Condo Latihan Bersama
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:05 WIB

DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:57 WIB

Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:43 WIB

Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:17 WIB

Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:42 WIB

Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak

Senin, 22 Juni 2026 - 16:38 WIB

DPRD Kalteng: Pembangunan Inklusif 2026 Adalah Kunci Kesejahteraan Merata

Senin, 22 Juni 2026 - 16:33 WIB

Pertemuan Tertutup Megawati Institute: Soroti Etika Publik dan Demokrasi Sehat

Senin, 22 Juni 2026 - 11:13 WIB

Jaga Warisan Leluhur Dayak Bakumpai, IUB Barito Timur dan Perguruan Kuntau Putra Condo Latihan Bersama

Berita Terbaru

Bupati Shalahuddin saat sidak di PDAM Barito Utara, Selasa(23/6/26). Foto. Dadang

Muara Teweh

Bupati Barut Sidak PDAM SPBU Perusda dan RSUD Muara Teweh

Selasa, 23 Jun 2026 - 15:40 WIB