Aksi Ledakan Bom Bunuh Diri di Polsek Bandung, Ada Tulisan ‘KUHP Hukum Kafir’ di Motor Pelaku

- Jurnalis

Rabu, 7 Desember 2022 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas memasang garis polisi di sekitar lokasi bom bunuh diri yang terjadi di Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung pada Rabu (7/12/2022). (Rahmat Kurniawan/ayobandung.com)

Petugas memasang garis polisi di sekitar lokasi bom bunuh diri yang terjadi di Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung pada Rabu (7/12/2022). (Rahmat Kurniawan/ayobandung.com)

1TULAH.COM – Ledakan bom bunuh diri yang terjadi polsek Astana Anyar, Kota Bandung pagi ini menghebohkan jagat raya. Terdapat Tulisan KUHP = hukum Syirik/Kafir’ di motor yang diduga milik pelaku.

Potret motor yang diduga milik pelaku dari ledakan bom bunuh diri di polsek Astaana Anyar, Bandung tersebar luas di media sosial.

“Diduga kendaraan k***l b***g yang meledak di Polsek Astanaanyar,” cuit seorang warganet yang mengunggah foto tersebut.

Baca Juga :  Fraksi Demokrat DPRD Kalteng Terima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Beri Catatan Kritis Soal SILPA dan BUMD

Pada bagian depan motor bebek berwarna biru ditempel sebuah kertas dengan tulisan ‘KUHP=Hukum Syirik/Kafir. Perangi para penegak hukum setan. QS 9:29’.

Lalu, di bagian body lampu motor tedapat sticket ISIS.

Belum bisa dipastikan apakah tulisan tersebut memang tertempel di motor pelaku sebelumnya atau telah dipasang sebelum pelaku melakukan aksinya.

Baca Juga :  Jaga Warisan Leluhur Dayak Bakumpai, IUB Barito Timur dan Perguruan Kuntau Putra Condo Latihan Bersama

Kapolrestabes Bandung mengkonfirmasi aksi tersebut. Kombes Pol Aswin Sipayung mengatakan pelaku meledakan diri saat para anggota polisi tengah apel pagi.

Akibat aksi bom bunuh diri tersebut, tiga anggota polisi terluka. Mereka sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. (Delia Anisya Fitri)

 

Sumber: suara.com

Berita Terkait

32 Calon Manajer Koperasi yang Hamil Dipulangkan Kemhan, Status Tidak Gugur!
Presiden Prabowo Minta Kasus Penganiayaan Yuvita Diusut Tuntas
KPK Periksa 6 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA
Bungkam Keraguan, Timnas Jepang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Kekalahan!
Gara-gara Ucapan ‘Terima Kasih Adikku Sayang’, Caddy Golf di Tangerang Jadi Korban Penganiayaan Brutal
Fraksi Demokrat DPRD Kalteng Terima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Beri Catatan Kritis Soal SILPA dan BUMD
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 589 Jiwa, Ratusan Gempa Susulan Masih Mengancam!
Kuasai 80 Persen UMKM, Perempuan Didorong Dobrak Keterbatasan Sektoral

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:20 WIB

32 Calon Manajer Koperasi yang Hamil Dipulangkan Kemhan, Status Tidak Gugur!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:52 WIB

Presiden Prabowo Minta Kasus Penganiayaan Yuvita Diusut Tuntas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:49 WIB

KPK Periksa 6 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:33 WIB

Bungkam Keraguan, Timnas Jepang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Kekalahan!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:40 WIB

Gara-gara Ucapan ‘Terima Kasih Adikku Sayang’, Caddy Golf di Tangerang Jadi Korban Penganiayaan Brutal

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:37 WIB

Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 589 Jiwa, Ratusan Gempa Susulan Masih Mengancam!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:36 WIB

Kuasai 80 Persen UMKM, Perempuan Didorong Dobrak Keterbatasan Sektoral

Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:27 WIB

Mitos ‘Baseload’ Runtuh: IESR Sebut PLTU Kini Sama Tidak Stabilnya dengan Energi Hijau

Berita Terbaru