Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Helikopter Basarnas bersiap mendarat saat hari keempat operasi pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj]

Helikopter Basarnas bersiap mendarat saat hari keempat operasi pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj]

1TULAH.COM-Memasuki hari kelima pada Sabtu (12/9/2026), operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau masih belum membuahkan hasil.

Meskipun pencarian telah diperluas ke berbagai titik strategis di Perairan Selat Sunda, keberadaan seluruh korban belum juga ditemukan.

Perluasan Area Pencarian hingga 7 Sektor

Penyisiran skala besar terus dilakukan dengan memperluas areal pencarian. Tim gabungan memfokuskan penyisiran mulai dari kawasan Gunung Anak Krakatau, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga mencapai Perairan Pulau Panaitan di area Taman Nasional Ujung Kulon.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa sebanyak 14 unit alat utama (alut) dikerahkan untuk memaksimalkan operasi SAR dengan membagi lokasi penyisiran menjadi 7 sektor wilayah.

“KP Hayabusa melakukan pencarian sekitar 10 jam, menyisir dari Pantai Carita sampai Perairan Pulau Panaitan di Taman Nasional Ujung Kulon dan Tanjung Lesung,” ujar Al Amrad, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga :  Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

Jarak Pandang Terganggu Kabut Tebal

Upaya pencarian tidak hanya bertumpu pada armada laut. Tim SAR juga menggerakkan alut udara menggunakan helikopter dan drone untuk memantau perairan dari ketinggian. Kendati demikian, pencarian jalur udara menghadapi hambatan cuaca ekstrem.

Al Amrad mengonfirmasi bahwa kabut tebal di sekitar lokasi menjadi tantangan utama yang membatasi jarak pandang (visibility) tim pencari di lapangan.

“Helikopter Rescue 3604 take off dari Carita, melakukan searching udara sekitar 41 menit. Namun karena kondisi cuaca berkabut tebal, sortie kedua tidak dapat dilakukan,” jelasnya.

“Kendala utama di lapangan seluruh tim SAR adalah kabut tebal yang sangat mengganggu jarak pandang,” tambah Al Amrad.

Baca Juga :  Prabowo Ber Mandat Bantuan Beras Dilanjutkan hingga Desember 2026

Rencana Operasi Hari Ke-6: Pemantauan Diperluas ke Bengkulu

Memasuki hari keenam pencarian pada Minggu (13/9/2026), Basarnas merencanakan perluasan jangkauan pemantauan berdasarkan pemodelan pergerakan arus dan angin.

Berdasarkan perhitungan SAR MAP, pergerakan material atau objek di laut diperkirakan mengarah ke utara Selat Sunda menuju perairan Sumatra bagian selatan.

“Berdasarkan perhitungan SAR MAP (arah angin dan arus laut), pergerakan material diperkirakan mengarah ke sana (Bengkulu). Kami sudah berkoordinasi dan memapalkan area pemantauan hingga ke wilayah Bengkulu,” pungkas Al Amrad.

Tim SAR gabungan terus bersiaga dan memaksimalkan seluruh sumber daya agar keberadaan kapal Arupadhatu 1 beserta seluruh penumpang dapat segera ditemukan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi
Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik
Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)
Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM
Tag :

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:32 WIB

Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini

Minggu, 13 September 2026 - 17:08 WIB

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 16:46 WIB

Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

Minggu, 13 September 2026 - 10:13 WIB

Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Sabtu, 12 September 2026 - 20:52 WIB

Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Sabtu, 12 September 2026 - 13:55 WIB

Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sabtu, 12 September 2026 - 13:19 WIB

Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM

Berita Terbaru