Gubernur BI Mundur, Pengamat Wanti-wanti Bahaya Jika Penggantinya Tokoh Politik

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Indonesia. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Bank Indonesia. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

1TULAH.COM-Sektor keuangan nasional mendadak dikejutkan oleh keputusan Perry Warjiyo yang memilih mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Keputusan ini tergolong mengejutkan tanpa ada sinyal awal, mengingat rekam jejak Perry yang dikenal penuh dengan terobosan di bidang sistem pembayaran dan kebijakan moneter.

Meski alasan pengunduran diri Perry disebut karena pertimbangan pribadi, keputusan ini meninggalkan pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah untuk segera mencari nakhoda baru yang mampu menjaga stabilitas dan melanjutkan transformasi di bank sentral.

Memimpin BI sejak 2018 hingga 2026, Perry Warjiyo dinilai sukses mengubah wajah sistem keuangan Indonesia menjadi jauh lebih modern dan terdigitalisasi.

Deretan Warisan Kebijakan Era Perry Warjiyo

Selama hampir delapan tahun memimpin bank sentral, Perry melahirkan sejumlah inovasi dan instrumen keuangan yang berdampak langsung pada perekonomian nasional:

  1. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) Program yang paling melekat di masyarakat ini berhasil mengubah perilaku transaksi warga dari tunai menjadi nontunai. Tidak hanya berlaku di dalam negeri, QRIS kini sudah merambah pasar internasional seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga China.

  2. BI-Fast Layanan pembayaran ritel secara real-time dan berbiaya terjangkau (Rp2.500 per transaksi) yang menjadi standar baru transfer antarbank di Indonesia.

  3. Instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI Penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) beserta varian valuta asingnya diciptakan untuk menarik dan menjaga aliran modal asing (capital inflow) ke Indonesia.

  4. Local Currency Transaction (LCT) Kerja sama penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan antarnegara demi mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS (de-dolarisasi).

Baca Juga :  Kasus Pemerasan Bupati Pemalang: KPK Ungkap Peran Oknum Pegawai hingga Pihak Swasta

Aturan dan Mekanisme Pemilihan Gubernur BI

Pengisian jabatan Gubernur BI diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang telah diubah terakhir melalui UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Sesuai aturan pada Pasal 41 ayat (1) dan (3):

  • Gubernur BI diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR RI.

  • Presiden mengajukan maksimal 3 orang nama calon Gubernur BI.

  • Para calon akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI sebelum diputuskan.

Kriteria Sosok Pengganti Perry Warjiyo

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menilai bahwa pengangkatan sosok baru harus memenuhi empat kriteria utama demi menjaga kepercayaan pasar:

  • Tanpa Afiliasi Politik: Tidak memiliki keterikatan politik dengan pihak eksekutif.

  • Menjaga Independensi BI: Berani menolak intervensi luar, termasuk wacana menempatkan BI di bawah kementerian atau menghidupkan kembali Dewan Moneter.

  • Fokus pada Stabilitas: Prioritas utama pada stabilitas ekonomi ketimbang kebijakan moneter ekspansif yang berisiko memicu keresahan investor.

  • Rekam Jejak Bersih: Bebas dari isu korupsi maupun persoalan penyalahgunaan dana sosial BI.

Baca Juga :  Heriyus: Kedekatan Gubernur dengan Pelajar Jadi Motivasi bagi Generasi Muda

Risiko Jika Jabatan Diisi oleh Figur Politik

Bhima Yudhistira mengingatkan bahaya jika jabatan Gubernur BI ke depan diisi oleh sosok dari latar belakang politik. Langkah tersebut berisiko menurunkan tingkat kepercayaan pasar terhadap independensi bank sentral.

“Kalau itu terjadi efeknya adalah distrust kebijakan moneter, rupiah bisa melemah dan mengakibatkan peralihan modal ke luar negeri. BI masih punya kredibilitas di mata investor karena dipimpin internal yang sudah paham asam garam ilmu moneter sejak lama,” tegas Bhima. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

8 Ide Lomba 17 Agustus Anak-Anak di Perumahan: Lucu, Seru, dan Edukatif!
Heriyus: Pembangunan Murung Raya Butuh Kolaborasi Semua Pihak
Hadiri Rakorda PSI di Kupang, Jokowi Pesan Kader Aktif Bantu Warga: “Jangan Dikit-dikit ke Solo”
Ironi Pagar Mal dan Benteng DPR: Mewujudkan Keterbukaan Ruang Kota yang Konsisten
Krisis Migran Ceuta: Dari Masalah Kemanusiaan Hingga Catur Geopolitik Spanyol, Maroko, dan Israel
Momen Mencekam KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar: Asap Tebal Membumbung, Penumpang Terjun ke Laut
Heboh Live Streaming Istana Terputus Saat Prabowo Bahas Nuklir Iran: Ada Apa?
Syukuran HUT Ke-24, Heriyus Ajak Perkuat Sinergi Bangun Murung Raya

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:18 WIB

8 Ide Lomba 17 Agustus Anak-Anak di Perumahan: Lucu, Seru, dan Edukatif!

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Heriyus: Pembangunan Murung Raya Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Hadiri Rakorda PSI di Kupang, Jokowi Pesan Kader Aktif Bantu Warga: “Jangan Dikit-dikit ke Solo”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Ironi Pagar Mal dan Benteng DPR: Mewujudkan Keterbukaan Ruang Kota yang Konsisten

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:58 WIB

Krisis Migran Ceuta: Dari Masalah Kemanusiaan Hingga Catur Geopolitik Spanyol, Maroko, dan Israel

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Heboh Live Streaming Istana Terputus Saat Prabowo Bahas Nuklir Iran: Ada Apa?

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Syukuran HUT Ke-24, Heriyus Ajak Perkuat Sinergi Bangun Murung Raya

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Heriyus: Kedekatan Gubernur dengan Pelajar Jadi Motivasi bagi Generasi Muda

Berita Terbaru