1TULAH.COM-Lanskap energi global sedang diguncang oleh kabar monumental. Uni Emirat Arab (UEA), salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia, secara resmi mengambil langkah berani untuk memisahkan diri dari OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries).
Keputusan ini bukan sekadar urusan diplomasi, melainkan sebuah “pukulan telak” yang diprediksi para analis sebagai awal dari berakhirnya dominasi kartel minyak yang telah berkuasa selama lebih dari enam dekade.
Sejarah dan Memudarnya Taring OPEC
Didirikan pada tahun 1960 oleh lima negara pendiri—Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait, dan Venezuela—OPEC dibentuk dengan satu misi tunggal: mengendalikan pasokan global untuk menjaga stabilitas pendapatan negara anggotanya.
Dunia pernah merasakan betapa tajamnya “taring” organisasi ini. Pada krisis energi 1973, embargo minyak Arab berhasil memicu lonjakan harga hingga 300%, sebuah langkah yang melumpuhkan ekonomi Barat dan memicu resesi hebat. Namun, kejayaan itu kini tampak memudar.
Statistik Penurunan Pengaruh OPEC
Data menunjukkan tren penurunan yang signifikan dalam pengaruh pasar global:
-
1973: Pangsa pasar produksi minyak mentah OPEC mencapai puncaknya di angka 52%.
-
2025: Pangsa pasar menyusut drastis menjadi hanya 36,7%.
Penyebab utamanya adalah kebangkitan produsen non-OPEC. Saat ini, Amerika Serikat memimpin dunia dengan produksi 13,6 juta barel per hari, diikuti oleh Rusia dengan 9,1 juta barel per hari.
Alasan Fundamental: Mengapa UEA Memilih Merdeka?
Sebagai produsen terbesar ketiga di dalam grup (setelah Arab Saudi dan Irak), UEA merasa aspirasi ekonominya terhambat oleh birokrasi kuota.
-
Investasi yang Terbelenggu: UEA telah berinvestasi besar-besaran untuk mencapai kapasitas produksi hampir 4,8 juta barel per hari. Namun, kuota OPEC memaksa mereka bertahan di angka 3,2 juta barel.
-
Kedaulatan Energi: Menteri Energi UEA, Suhail Mohamed al-Mazrouei, menegaskan bahwa mundurnya UEA per 1 Mei 2026 adalah keputusan berdaulat. Menurutnya, dunia butuh energi dan UEA ingin menyuplai tanpa hambatan kelompok manapun.
-
Persaingan dengan Riyadh: Secara geopolitik, ini menandai retaknya poros Abu Dhabi-Riyadh. UEA dan Arab Saudi kini bersaing sengit memperebutkan modal asing, talenta global, dan pengaruh di Timur Tengah.
Dampak pada Harga BBM: Mengapa Belum Turun?
Banyak yang berharap keluarnya UEA akan langsung menurunkan harga BBM karena potensi banjir pasokan. Namun, kenyataannya jauh lebih kompleks.
1. Volatilitas dan Geopolitik
Harga minyak mentah dunia masih bertengger di level ekstrem:
-
Brent: ± US$117 per barel
-
WTI (AS): ± US$105 per barel
Lonjakan ini dipicu oleh perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang menurut Bank Dunia merupakan kehilangan pasokan terbesar dalam sejarah.
2. Tragedi Selat Hormuz
Dampak jangka pendek dari manuver UEA dinilai mendekati “zero”. Penyebab utamanya adalah penutupan Selat Hormuz selama delapan pekan terakhir akibat ancaman militer Iran. Jalur nadi ini mengunci sekitar 10 hingga 12 juta barel minyak harian, membuat pasokan tambahan dari UEA belum bisa mengalir ke pasar global secara efektif.
Proyeksi Jangka Panjang: Kemenangan Konsumen?
Meskipun saat ini harga masih tinggi, para ekonom dari Capital Economics memprediksi bahwa dalam jangka panjang, OPEC yang terpecah akan melemahkan kontrol terhadap harga.
“OPEC yang lebih lemah dapat menggeser keseimbangan risiko ke arah harga minyak yang lebih rendah dari waktu ke waktu,” tulis laporan tersebut.
Monica Malik, kepala ekonom di ADCB, menambahkan bahwa langkah ini adalah strategi cerdas UEA untuk mengamankan pangsa pasar global begitu situasi geopolitik kembali normal.
Tatanan Energi Baru
Keluarnya UEA adalah kemenangan politik bagi pihak-pihak yang lama mengkritik OPEC, termasuk Donald Trump yang konsisten menuduh kartel tersebut memanipulasi harga global.
Tanpa UEA, kemampuan Arab Saudi untuk bertindak sebagai “penstabil pasar” kini dipertanyakan. Dunia sedang menyaksikan transisi dari era monopoli kartel menuju pasar yang lebih bebas dan kompetitif, di mana kedaulatan produksi menjadi kunci utama pembangunan nasional. (Sumber:Suara.com)

![Presiden Prabowo Subianto dan Bahlil Lahadalia di resepsi pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju pada Minggu, 26 April 2026 [Suara.com/Tiara Rosana]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/kondangan-360x200.jpg)
![El Rumi dan Syifa Hadju [Instagram/elrumi]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/EL-RUMI-NIKAH-360x200.jpg)
![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)



![Ilustrasi Uni Emirat Arab putuskan keluar dari OPEC di tengah ketegangan Perang Iran dan kenaikan harga minyak dunia [SUARA.COM/Hdi-dibuat dengan bantuan AI]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/opec-internasional-225x129.jpg)








![Ilustrasi Uni Emirat Arab putuskan keluar dari OPEC di tengah ketegangan Perang Iran dan kenaikan harga minyak dunia [SUARA.COM/Hdi-dibuat dengan bantuan AI]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/opec-internasional-360x200.jpg)








