Deforestasi Indonesia 2025 Melonjak 66%, Luas Hutan yang Hilang Setara 6 Kali Singapura

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riset Auriga Nusantara mengungkap fakta mengejutkan: 433.751 hektare hutan Indonesia hilang sepanjang 2025. Angka ini naik hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Riset Auriga Nusantara mengungkap fakta mengejutkan: 433.751 hektare hutan Indonesia hilang sepanjang 2025. Angka ini naik hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

1TULAH.COM-Satu tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diwarnai rapor merah di sektor lingkungan.

Laporan terbaru dari lembaga studi sumber daya alam, Auriga Nusantara, mengungkap fakta mengejutkan: angka deforestasi di Indonesia melonjak drastis sepanjang tahun 2025, mencapai 433.751 hektare.

Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, memicu kekhawatiran global bahwa Indonesia berpotensi menggeser posisi Brasil sebagai “juara dunia” penggundulan hutan tropis.

Statistik Deforestasi 2025: Seberapa Parah?

Luas hutan yang hilang pada tahun 2025 setara dengan enam kali luas negara Singapura atau hampir tujuh kali lipat luas Provinsi DKI Jakarta. Data Auriga menunjukkan peningkatan sebesar 66% dibandingkan angka deforestasi tahun 2024 yang tercatat sebesar 261.574 hektare.

Tren Bulanan yang Mengkhawatirkan

Berdasarkan analisis citra satelit Sentinel 2, laju kerusakan hutan tidak terjadi secara konstan, melainkan mengalami eskalasi tajam:

  • Januari 2025: 2.719 hektare.

  • Mei 2025: Mencapai titik tertinggi sebesar 75.181 hektare (naik 27 kali lipat dari awal tahun).

  • Rata-rata Bulanan: Indonesia kehilangan sekitar 36.188 hektare hutan setiap bulannya.

Driver Utama: Kebijakan Pemerintah dan PSN

Ketua Yayasan Auriga Nusantara, Timer Manurung, menegaskan bahwa fenomena ini adalah planned deforestation atau deforestasi yang terencana melalui kebijakan negara.

1. Program Strategis Nasional (PSN) Food Estate

Lumbung pangan atau food estate menjadi kontributor signifikan. Sekitar 18% (79.408 hektare) dari total deforestasi nasional terjadi di area cadangan pangan, energi, dan air. Ironisnya, hutan digunduli untuk sawit dan sawah, sementara di sisi lain, lahan produktif justru beralih fungsi menjadi tambang nikel.

Baca Juga :  BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

2. Konsesi Tambang, Sawit, dan Kayu

Data menunjukkan bahwa 44% (192.761 hektare) deforestasi terjadi di dalam wilayah konsesi yang berizin resmi:

  • Konsesi Kehutanan: 111.042 hektare (oleh 486 pemilik izin).

  • Pertambangan: 43.743 hektare.

  • Perkebunan Sawit: 37.976 hektare.

Lokasi Deforestasi Terparah di Indonesia

Kalimantan dan Sumatra menjadi wilayah yang paling terdampak. Berikut adalah 3 provinsi dengan angka kerusakan hutan tertinggi pada 2025:

Provinsi Luas Deforestasi 2025 Kenaikan dibanding 2024
Kalimantan Tengah 56.999 Hektare Signifikan
Kalimantan Timur 47.187 Hektare Meningkat
Aceh 38.176 Hektare Naik 426%

Sumatra Barat juga mencatatkan lonjakan fantastis sebesar 1.034%. Tingginya angka deforestasi di Aceh, Sumut, dan Sumbar diduga berkorelasi kuat dengan intensitas bencana banjir dan longsor yang menghantam wilayah tersebut setahun terakhir.

Dampak pada Ekosistem dan Satwa Endemik

Kerusakan hutan ini mengancam keberlangsungan spesies yang hampir punah. Auriga mencatat penggundulan masif di habitat kritis:

  • Habitat Harimau Sumatra: 78.113 hektare gundul.

  • Habitat Orangutan Kalimantan: 67.019 hektare rusak.

  • Habitat Gajah & Badak Sumatra: Puluhan ribu hektare hilang.

Baca Juga :  Dinilai Lembek ke Nusron Wahid, MAKI Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas

Hutan konservasi pun tak luput dari sasaran. Taman Nasional Kerinci Seblat tercatat kehilangan sekitar 6.370 hektare tutupan hutannya.

Respons Pemerintah: Perbedaan Definisi dan Data

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Kehutanan menyajikan data yang berbeda. Menhut Raja Juli Antoni mengklaim deforestasi justru turun sebesar 23,01% (menjadi 166.450 hektare hingga September 2025).

Kementerian Kehutanan menjelaskan bahwa disparitas angka ini disebabkan oleh:

  1. Perbedaan Metodologi: Cara penghitungan dan skala pemetaan.

  2. Definisi Hutan: Perbedaan persepsi mengenai apa yang dikategorikan sebagai “hutan” dan “deforestasi”.

Meskipun berbeda angka, Kepala Biro Humas Kemenhut, Ristianto Pribadi, mengakui adanya tekanan terhadap hutan yang perlu direspons secara serius dan berbasis data yang akurat.

Indonesia vs Dunia

Laju deforestasi Indonesia pada 2025 berbanding terbalik dengan Amazon, Brasil. Di bawah kepemimpinan Presiden Lula da Silva, Brasil berhasil menekan deforestasi Amazon hingga ke titik terendah dalam 11 tahun (turun 11,08%).

Jika tren ini berlanjut tanpa evaluasi kebijakan konsesi dan perlindungan hutan yang ketat, visi Indonesia untuk swasembada pangan dan energi mungkin akan dibayar mahal dengan hilangnya benteng terakhir keanekaragaman hayati nusantara. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara
Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI
Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16
Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island
Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan
Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga
Dinilai Lembek ke Nusron Wahid, MAKI Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:48 WIB

Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:30 WIB

Dinilai Lembek ke Nusron Wahid, MAKI Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas

Berita Terbaru