Strategi Hemat BBM: ASN Bakal Kerja Fleksibel dan Sekolah Daring Mulai April 2026

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 04:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.[Suara.com/Lilis]

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.[Suara.com/Lilis]

1TULAH.COM-Pemerintah mulai menyusun langkah strategis untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sektor layanan publik.

Kebijakan ini mencakup opsi penerapan skema kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga penyesuaian metode pembelajaran sekolah menjadi daring yang direncanakan mulai berlaku pada April 2026.

Langkah efisiensi ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis Kebijakan Penghematan BBM yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno secara daring, Senin (16/3/2026).

Rapat ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto guna merumuskan efisiensi energi di sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

5 Strategi Utama Penghematan Energi Pemerintah

Dalam koordinasi tersebut, pemerintah menyepakati lima poin utama untuk menekan konsumsi energi lintas instansi tanpa mengorbankan kualitas layanan masyarakat:

  1. Flexible Working Arrangement (FWA): Penerapan skema kerja fleksibel bagi ASN untuk mengurangi mobilitas harian.

  2. Digitalisasi Layanan: Penguatan platform digital guna mendukung efektivitas kerja jarak jauh.

  3. Pembatasan Perjalanan Dinas: Mengetatkan mobilitas dinas yang dianggap tidak mendesak.

  4. Efisiensi Gedung Kantor: Penerapan langkah hemat energi dalam operasional harian gedung-gedung pemerintah.

  5. Pembelajaran Hybrid: Penyesuaian metode belajar antara daring dan luring sesuai dengan karakteristik mata pelajaran.

Baca Juga :  Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti

Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa kebijakan ini harus berbasis data. “Langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat,” ujarnya.

Nasib Sekolah dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Salah satu poin yang paling menyedot perhatian adalah penyesuaian metode pembelajaran. Pemerintah memastikan bahwa untuk mata pelajaran yang bersifat praktikum, siswa tetap diarahkan untuk hadir secara tatap muka (luring) demi menjaga kualitas pendidikan.

Baca Juga :  BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Namun, transisi ke pola daring memicu tantangan baru yang kini tengah dikaji secara mendalam oleh pemerintah, di antaranya:

  • Mekanisme Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG): Bagaimana pola distribusi makanan kepada siswa jika mereka tidak hadir di sekolah?

  • Subsidi Internet: Mencari skema pembiayaan alternatif untuk memastikan akses internet bagi peserta didik tetap terjamin selama masa pembelajaran daring.

Implementasi Mulai April 2026

Kebijakan penghematan energi lintas sektor ini ditargetkan mulai berjalan pada April 2026. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada koordinasi antar kementerian dan lembaga (K/L).

Hasil rapat koordinasi ini selanjutnya akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai rekomendasi resmi langkah penghematan energi nasional.

Pemerintah optimistis bahwa dengan integrasi teknologi dan perubahan pola kerja, target efisiensi energi dapat tercapai tanpa mengganggu stabilitas pelayanan publik. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Berita Terbaru