Bawa Pesan Presiden Prabowo, Yusril: Pemerintah Tak Toleransi Kekerasan Terhadap Aktivis

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. (Suara.com/Faqih)

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. (Suara.com/Faqih)

1TULAH.COM-Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, memberikan respons keras terkait aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Yusril menegaskan bahwa segala bentuk teror dan kekerasan terhadap aktivis demokrasi dan kemanusiaan tidak dapat ditoleransi dalam negara hukum, terlepas dari perbedaan pandangan politik yang ada.

Kekerasan Bukan Jawaban Atas Perbedaan Pendapat

Dalam keterangannya pada Jumat (13/3/2026) malam, Yusril menekankan bahwa prinsip utama demokrasi adalah menghormati keberagaman dan perbedaan pendapat. Menyerang pihak yang kritis terhadap pemerintah merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Menyerang aktivis demokrasi dan HAM, meskipun berbeda pendapat dengan mereka, tetap tidak dapat dibenarkan. Dalam demokrasi, setiap orang hendaknya berpegang pada prinsip menghormati perbedaan karena semua berbuat untuk kepentingan bersama,” tegas Yusril.

Baca Juga :  Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya "Ganti Pemain" ke BUMN

Instruksi Tegas: Jangan Berhenti di Eksekutor Lapangan

Yusril menilai adanya pola yang mencurigakan dalam serangan terhadap Andrie Yunus. Ia melihat indikasi bahwa aksi tersebut bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan sebuah tindakan yang terencana dan terorganisir.

Oleh karena itu, Yusril meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk melakukan investigasi mendalam yang mencakup tiga poin utama:

  1. Identifikasi Pelaku: Menangkap eksekutor di lapangan.

  2. Pengungkapan Motif: Mencari tahu alasan di balik serangan keji tersebut.

  3. Tangkap Aktor Intelektual: Menemukan otak atau dalang yang merencanakan serangan.

“Pola serangan yang dilakukan tampaknya terencana. Pengungkapan peristiwa ini tidak boleh berhenti di tingkat eksekutor, tetapi juga harus mengungkap aktor intelektual di baliknya,” tambahnya.

Koordinasi dengan Kapolda Metro Jaya dan Bareskrim

Sebagai langkah nyata, Menko Yusril mengaku telah melakukan koordinasi langsung dengan pihak kepolisian untuk memastikan kasus ini berjalan sesuai prosedur hukum yang transparan.

  • Status Penyelidikan: Saat ini, Kapolda Metro Jaya bersama Bareskrim Polri masih melakukan pendalaman materi dan bukti-bukti di lapangan.

  • Imbauan Publik: Yusril mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan ruang bagi kepolisian untuk bekerja secara objektif agar kasus ini menjadi terang-benderang.

Baca Juga :  Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok

Komitmen Presiden Prabowo Terhadap HAM

Menutup pernyataannya, Yusril menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen tinggi dalam menjaga tegaknya hukum, demokrasi, dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM).

Pemerintah menjamin bahwa tidak akan ada ruang bagi kekerasan terhadap siapa pun, termasuk mereka yang berada di barisan oposisi atau bersikap kritis.

“Presiden tidak akan bertoleransi terhadap tindakan kekerasan kepada aktivis atau siapa pun juga,” pungkasnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Berita Terbaru