Yerusalem Mencekam! Ledakan Hebat Pecah Saat Rudal Iran Terobos Pertahanan Udara Israel

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rudal Iran

Rudal Iran

1TULAH.COM-Langit Kota Suci Yerusalem berubah menjadi medan tempur teknologi tingkat tinggi pada Kamis (12/3/2026).

Rentetan ledakan hebat memecah keheningan setelah militer Israel (IDF) mendeteksi serangan proyektil mematikan yang diluncurkan langsung dari wilayah Iran.

Eskalasi besar-besaran ini menandai babak baru ketegangan di Timur Tengah, di mana sistem pertahanan udara Israel dipaksa bekerja ekstra keras menghalau ancaman yang mengarah ke pusat-pusat populasi dan instalasi vital.

Detik-Detik Serangan Udara Iran ke Israel

Militer Israel segera mengaktifkan protokol darurat begitu radar mengidentifikasi pergerakan senjata dari Teheran. Melalui saluran resmi Telegram, IDF mengonfirmasi bahwa intersepsi sedang berlangsung di beberapa titik strategis.

“Beberapa saat yang lalu, IDF mengidentifikasi rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah negara Israel. Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut,” tulis pernyataan resmi militer Israel.

Laporan dari media internasional seperti AFP dan Al Arabiya memvalidasi bahwa serangan ini bukan sekadar gertakan, melainkan operasi militer masif yang melibatkan kombinasi rudal balistik dan pesawat tanpa awak (drone).

Target Vital: Pangkalan Udara hingga Markas Shin Bet

Pihak Teheran melalui televisi pemerintah secara terbuka mengakui keterlibatan mereka. Militer Republik Islam Iran menyatakan bahwa operasi ini membidik aset-aset paling rahasia dan strategis milik otoritas keamanan Israel.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal

Adapun daftar target utama dalam serangan ini meliputi:

  • Pangkalan Udara Palmachim: Tulang punggung operasional udara Israel.

  • Pangkalan Udara Ovda: Pusat pengawasan dan logistik militer.

  • Markas Besar Shin Bet: Kantor pusat intelijen dalam negeri yang sangat rahasia.

Penggunaan drone menjadi instrumen kunci Iran dalam upaya melumpuhkan sistem “payung udara” yang selama ini menjadi kebanggaan pertahanan Israel.

Balasan Atas Operasi Gabungan AS-Israel

Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa serangan ini adalah respons legal atas aksi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Iran menuding serangan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan nilai kemanusiaan.

Pihak IRGC mengeluarkan peringatan keras bahwa ini hanyalah awal dari fase pembalasan yang lebih intens. Mereka bersumpah untuk terus memberikan tekanan militer selama agresi lawan di kawasan belum berhenti.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Minta Perda Karhutla Dicabut, Organisasi Sabang Merah Borneo Minta Solusi Konkret

“Kami akan membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan,” tegas unit elite tersebut.

Dampak Global dan Ancaman Perang Terbuka

Situasi di Timur Tengah saat ini berada pada titik nadir yang sangat berbahaya. Keberhasilan drone Iran menjangkau titik-titik sensitif seperti Palmachim menjadi sinyal merah bagi efektivitas pertahanan udara di kawasan.

Dunia internasional kini khawatir akan munculnya reaksi berantai:

  1. Stabilitas Energi: Gangguan di kawasan ini mengancam keamanan pasokan energi global.

  2. Intervensi AS: Kehadiran armada perang Amerika Serikat di perairan sekitar menunjukkan kesiapan Washington untuk melakukan intervensi jika situasi lepas kendali.

  3. Krisis Kemanusiaan: Warga sipil di Yerusalem kini diinstruksikan untuk tetap berada di dekat perlindungan bom dan mengikuti arahan komando garis belakang.

Hingga saat ini, proses identifikasi kerusakan dan pencatatan korban masih terus dilakukan oleh otoritas setempat. Publik global hanya bisa berharap diplomasi masih memiliki celah, meski saat ini pintu dialog tampak tertutup rapat oleh dentuman rudal di langit Yerusalem. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU
Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar
Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman
Wakili Kalteng, Kafilah Murung Raya Sabet Juara III Tilawah Al-Quran
Karhutla Mengamuk di Kalimantan dan Sumatera: Titik Panas Kalteng Melonjak Tembus 5.391
Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset
Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan
DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Wakili Kalteng, Kafilah Murung Raya Sabet Juara III Tilawah Al-Quran

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Karhutla Mengamuk di Kalimantan dan Sumatera: Titik Panas Kalteng Melonjak Tembus 5.391

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:14 WIB

DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal

Berita Terbaru