Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Desa, DPRD Kalteng Soroti Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Riska Agustin. (Istimewa)

Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Riska Agustin. (Istimewa)

1TULAH.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal arah kebijakan pembangunan daerah. Fokus utama legislatif saat ini adalah memastikan program-program pemerintah tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan, melainkan menjangkau hingga ke wilayah pedesaan.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Riska Agustin, usai menghadiri rapat paripurna terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Agenda tersebut berfokus pada penyampaian jawaban pemerintah daerah atas pemandangan umum yang sebelumnya telah diajukan oleh fraksi-fraksi DPRD.

Menurut Riska, pihak eksekutif sejauh ini telah menunjukkan respons positif dan menyatakan kesiapannya untuk mengakomodasi berbagai masukan strategis yang dilemparkan oleh forum legislatif.

“Pemerintah akan mengakomodir harapan dari fraksi-fraksi agar pemerataan pembangunan bukan hanya di kota tetapi juga di pedesaan, baik itu infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan,” ujar Riska Agustin kepada awak media, Rabu (9/7/2026).

Baca Juga :  Viral Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di The Sounds Project, Polisi Turun Tangan

Integrasi Sektor Infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan

Politikus perempuan dari Partai Golkar ini menggarisbawahi bahwa komitmen lisan saja tidak cukup. Ia menilai keseriusan pemerintah daerah harus diwujudkan secara konkret melalui penyusunan program kerja yang sistematis serta alokasi penganggaran yang berpihak langsung kepada masyarakat bawah.

Ada tiga sektor utama yang menurutnya menjadi tolok ukur keberhasilan pemerataan pembangunan di Kalimantan Tengah, yaitu:

  • Akses Infrastruktur: Membuka isolasi daerah terpencil dengan perbaikan jalan dan jembatan penghubung antar-desa.

  • Mutu Pendidikan: Pemerataan fasilitas sekolah dan pemenuhan tenaga pendidik yang berkualitas di pedalaman.

  • Layanan Kesehatan: Peningkatan fasilitas puskesmas pembantu (pustu) serta ketersediaan tenaga medis yang merata.

Dengan mendorong ketiga sektor ini secara beriringan, Riska optimis manfaat nyata dari pembangunan daerah dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat Kalteng tanpa terkecuali.

Transparansi Anggaran dan Tahapan Pembahasan Lanjutan

Lebih lanjut, Riska menambahkan bahwa DPRD Kalteng memiliki kesamaan visi dengan pemerintah daerah dalam hal tata kelola keuangan. Sinergi ini dinilai penting demi menciptakan pengelolaan anggaran yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel agar serapan APBD berjalan maksimal dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Heriyus: Festival Budaya Harus Jadi Ruang Edukasi dan Inspirasi Generasi Muda

Guna memastikan setiap poin komitmen pemerintah daerah terencana dengan matang, tahapan evaluasi tidak berhenti sampai di sidang paripurna saja. Riska menjelaskan bahwa mekanisme pengawasan anggaran akan masuk ke ranah teknis.

“Selanjutnya, seluruh komitmen pemerintah daerah tersebut akan dibahas lebih mendalam di tingkat komisi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, apabila dalam proses bedah anggaran di tingkat komisi nanti masih ditemukan substansi atau poin-poin krusial yang memerlukan pendalaman lebih spesifik, maka alur pembahasan akan segera dilanjutkan ke tingkat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalteng.

“Pada prinsipnya DPRD akan terus mengawal komitmen pemerintah sebagai bagian dari fungsi pengawasan, sehingga pelaksanaan pembangunan benar-benar berjalan sesuai harapan masyarakat,” pungkas Riska. (Ingkit)

Berita Terkait

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi
Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla
Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul
Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun
Menolak Fast Fashion: Mengapa Gen Z Lebih Memilih Thrifting dan Pakaian Bekas?
Kondisi Terbaru Andrie Yunus: Alami Kecemasan Berat dan Jalani Rawat Jalan Pasca-Penyiraman Air Keras
KPK Sita 3 Koper dari Rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu
KPK Ungkap 27 Pihak dan 313 PIHK Terima Aliran Dana Kasus Kuota Haji

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:14 WIB

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:09 WIB

Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:01 WIB

Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Menolak Fast Fashion: Mengapa Gen Z Lebih Memilih Thrifting dan Pakaian Bekas?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:44 WIB

KPK Sita 3 Koper dari Rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:40 WIB

KPK Ungkap 27 Pihak dan 313 PIHK Terima Aliran Dana Kasus Kuota Haji

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:38 WIB

KPK Periksa Rudy Tanoe Guna Hitung Kerugian Negara Kasus Bansos Beras

Berita Terbaru