Ketegangan Timur Tengah Memuncak! Iran Lancarkan Gelombang Serangan Rudal Balasan ke-28 ke Israel

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rudal Iran (Tasnimnews)

Rudal Iran (Tasnimnews)

1TULAH.COM-Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih baru. Iran kembali meluncurkan gelombang serangan balasan ke-28 ke wilayah pendudukan Israel pada Minggu malam (8/3/2026).

Operasi militer ini tercatat sebagai salah satu gempuran paling masif dan mematikan yang pernah dilakukan oleh Teheran sejauh ini.

Media di wilayah pendudukan melaporkan adanya reaksi keras serta gelombang protes besar dari warga setempat akibat dampak kerusakan yang ditimbulkan. Pasukan penyelamat dilaporkan mengalami hari yang sangat sibuk menyusul rentetan ledakan yang menghantam berbagai titik strategis.

Gempuran Masif: 20 Proyektil dalam Satu Fase

Berdasarkan dokumentasi warga yang beredar di kanal digital, sedikitnya terlihat 14 jejak peluncuran rudal yang tertangkap kamera. Namun, para pengamat militer meyakini jumlah sebenarnya jauh lebih besar, yakni lebih dari 20 proyektil yang dilepaskan dalam satu fase serangan tunggal.

Tren ini membuktikan bahwa kekuatan tempur Iran tidak melemah, melainkan menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan operasi-operasi sebelumnya. Tidak hanya menyasar wilayah pendudukan, laporan menyebutkan beberapa markas militer Amerika Serikat di kawasan regional juga menjadi target utama gempuran kali ini.

Baca Juga :  KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp21,2 Miliar dalam Kasus OTT Bupati Sukoharjo

Penggunaan Teknologi Hulu Ledak Cluster pada Rudal Qadr

Salah satu aspek yang paling menarik perhatian para ahli militer dunia dalam serangan gelombang ke-28 ini adalah varian senjata yang digunakan. Laporan intelijen menyebutkan bahwa Iran kini melengkapi rudal jenis Qadr dengan teknologi hulu ledak cluster (bom curah).

Meski bukan pertama kalinya, pemakaian amunisi cluster pada tipe Qadr dikategorikan sebagai fenomena langka. Sebelumnya, teknologi pemecah ini lebih sering ditemukan pada varian rudal balistik jenis Khaybar dan Khorramshahr.

“Meskipun penggunaan rudal semacam itu tidak dapat diklaim sepenuhnya sebagai hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, hal itu tentu dapat dikarakteristikkan sebagai hal yang tidak umum,” tulis media Iran, Tasnimnews, Selasa (10/3/2026).

Selain Qadr, Iran juga mengerahkan rudal Emad yang dikenal memiliki daya destruktif luar biasa. Rudal ini diketahui mampu menggendong hulu ledak berat dengan bobot mencapai sekitar satu ton per unitnya.

Pemicu Konflik: Respons Atas Gugurnya Pemimpin Revolusi

Langkah ofensif Teheran ini merupakan jawaban langsung atas kampanye militer besar-besaran yang dipicu oleh pihak Zionis dan Amerika Serikat. Konfrontasi memanas setelah insiden tragis pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, pada 28 Februari lalu.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Kalteng Ingatkan Efisiensi Anggaran Jangan Korbankan Akses Pedalaman

Tragedi tersebut tidak hanya merenggut nyawa sang pemimpin, tetapi juga sejumlah komandan militer senior serta warga sipil dalam sebuah operasi serangan udara lawan yang menyasar titik-titik militer dan pemukiman di seluruh penjuru Iran.

Strategi Perlawanan: Kombinasi Rudal Balistik dan Drone

Angkatan Bersenjata Iran merespons agresi tersebut dengan operasi balasan yang terorganisir secara sistematis. Mereka membidik posisi strategis milik Amerika dan Israel yang tersebar di wilayah pendudukan maupun pangkalan regional.

Instrumen utama dalam perlawanan ini adalah kombinasi antara:

  • Gelombang Rudal Balistik: Termasuk varian Qadr, Emad, dan Khaybar.

  • Pesawat Tanpa Awak (Drone): Digunakan untuk mengalihkan sistem pertahanan udara lawan.

Hingga saat ini, situasi di lapangan masih sangat dinamis. Peluncuran proyektil dari wilayah kedaulatan Iran dilaporkan masih terus berlangsung, menandakan bahwa perang urat syaraf dan fisik di Timur Tengah belum akan mereda dalam waktu dekat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Buka Turnamen Futsal PWI se-DAS Barito, Wabup Rahmanto:  Perkuat Solidaritas Insan Pers 
KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp21,2 Miliar dalam Kasus OTT Bupati Sukoharjo
Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Mega Korupsi
Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Desa, DPRD Kalteng Soroti Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Babak Baru Kasus Asabri: Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR Sebagai Tersangka
Prancis Tembus Semifinal Piala Dunia, Laga Pembuka Barcelona di La Liga 2026-2027 Resmi Ditunda!
Bongkar Modus Korupsi Bupati Sukoharjo: Potong Insentif Pegawai 40% dan Lanjutkan ‘Tradisi’ Suami
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Kejagung Tegaskan Proses Hukum Tetap Jalan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:29 WIB

Buka Turnamen Futsal PWI se-DAS Barito, Wabup Rahmanto:  Perkuat Solidaritas Insan Pers 

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:41 WIB

KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp21,2 Miliar dalam Kasus OTT Bupati Sukoharjo

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:53 WIB

Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Mega Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:39 WIB

Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Desa, DPRD Kalteng Soroti Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:22 WIB

Babak Baru Kasus Asabri: Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR Sebagai Tersangka

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:24 WIB

Prancis Tembus Semifinal Piala Dunia, Laga Pembuka Barcelona di La Liga 2026-2027 Resmi Ditunda!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:04 WIB

Bongkar Modus Korupsi Bupati Sukoharjo: Potong Insentif Pegawai 40% dan Lanjutkan ‘Tradisi’ Suami

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:43 WIB

Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Kejagung Tegaskan Proses Hukum Tetap Jalan

Berita Terbaru