Kontrol Harga Pangan saat Ramadan, DPRD Kalteng Desak Operasi Pasar dan Pasar Penyeimbang

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah, Agie.Foto:Dok/1tulah.com

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah, Agie.Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Menjelang momentum Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi perhatian serius kalangan legislatif.

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Agie, mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk segera mengambil langkah konkret guna mengantisipasi lonjakan harga yang kerap membebani masyarakat.

Agie menekankan bahwa ada dua strategi utama yang harus disiapkan oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di Kalteng untuk menjaga daya beli masyarakat.

2 Langkah Strategis Antisipasi Kenaikan Harga

Menurut Agie, sinergi antara subsidi dan penyediaan akses pangan murah adalah kunci utama dalam menekan laju inflasi daerah.

1. Gelar Operasi Pasar Secara Masif

Langkah pertama yang diusulkan adalah pelaksanaan operasi pasar. Skema ini dirancang agar masyarakat mendapatkan harga yang jauh lebih murah dibanding harga pasar ritel.

  • Mekanisme: Pemerintah membeli barang kebutuhan dari distributor besar.

  • Harga Jual: Barang dijual kembali ke masyarakat dengan harga distributor.

  • Subsidi: Selisih harga jual dan biaya operasional ditanggung sepenuhnya melalui subsidi pemerintah.

Baca Juga :  Gedung DPR Diserbu Massa 27 Agustus: Simak Tuntutan RUU Perampasan Aset Hingga Evaluasi MBG

2. Pembentukan Pasar Penyeimbang

Selain operasi pasar, Agie mengusulkan pembentukan pasar penyeimbang. Fasilitas ini berfungsi sebagai alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan stok pangan dengan harga stabil saat harga di pasar tradisional mulai bergejolak.

“Operasi pasar itu beli barang di distributor besar lalu jual dengan harga distributor, kelebihan itu ditanggung subsidi dari pemerintah. Terus yang kedua membuat pasar penyeimbang,” ujar Agie, Senin (23/2/2026).

Fokus Pengawasan: Rantai Distribusi, Bukan Petani

Satu poin krusial yang disoroti Agie adalah titik lemah dalam rantai pasok. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga seringkali bukan disebabkan oleh petani, melainkan adanya permainan di tingkat distribusi.

Fokus pengawasan harus diarahkan pada:

    • Gudang Distributor: Memastikan tidak ada penimbunan barang.

    • Jalur Distribusi: Mengawasi rantai distribusi agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar sebelum sampai ke tangan pedagang eceran.

Baca Juga :  Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Beberapa bahan pokok diprediksi akan mengalami kenaikan permintaan secara signifikan. Agie meminta pemerintah memberikan perhatian khusus pada komoditas berikut:

Jenis Komoditas Fokus Pengawasan
Hortikultura Cabai rawit dan bawang merah
Protein Hewani Daging ayam ras dan daging sapi
Pangan Pokok Beras (terutama jenis lokal/pera)
Energi Gas Elpiji 3 Kg (Melon)

Harapan Untuk Pengendalian Inflasi Kalteng

Dengan penerapan operasi pasar dan pasar penyeimbang yang tepat sasaran, diharapkan angka inflasi di Kalimantan Tengah dapat tetap terkendali.

“Kami berharap masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang, tanpa dibayangi kekhawatiran akan gejolak harga kebutuhan pokok yang tidak terkendali,” tutupnya. (Ingkit)

Berita Terkait

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis
Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU
Anggota DPRD Barito Utara Nilai APKASI Expo 2026 Buka Peluang Produk Lokal Dikenal Luas
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Selasa, 1 September 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WIB

Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2026 - 15:43 WIB

Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Anggota DPRD Barito Utara Nilai APKASI Expo 2026 Buka Peluang Produk Lokal Dikenal Luas

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Berita Terbaru