Sorotan DPRD Kalteng: Struktur Industri Dominan Pekerja Fisik, Lulusan SD Masih Mendominasi Serapan Tenaga Kerja

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kalteng dari Partai Golkar, Okki Maulana Foto:Dok/1tulah.com

Anggota DPRD Kalteng dari Partai Golkar, Okki Maulana Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Okki Maulana, menyoroti sebuah fakta penting mengenai komposisi tenaga kerja di provinsi tersebut. Berdasarkan data serapan, ditemukan bahwa pekerja dengan pendidikan SD ke bawah masih sangat dominan di berbagai sektor industri Kalteng.

Kondisi ini, menurut Okki, menjadi cerminan nyata dari struktur industri daerah yang masih kuat bertumpu pada sektor-sektor yang menuntut tenaga fisik (manpower), alih-alih keterampilan yang berbasis pemikiran atau keahlian teknis (skill-based expertise).

🌳 Sektor Perkebunan dan Pertanian Jadi Kunci Serapan

Okki Maulana menjelaskan bahwa dominasi lulusan SD ke bawah sebagai tenaga kerja menunjukkan sektor-sektor utama penggerak ekonomi Kalteng.

“Tenaga kerja kita didominasi lulusan SD ke bawah, berarti industrinya banyak masuk di sektor perkebunan dan pertanian,” ujar Okki, Senin (8/12/2025).

Ia menegaskan bahwa sektor-sektor primary industry seperti perkebunan kelapa sawit dan pertanian memang memerlukan jumlah tenaga fisik yang sangat besar untuk operasional sehari-hari. Situasi ini bukanlah hal negatif, melainkan sebuah cerminan kebutuhan riil dari industri yang ada saat ini.

Baca Juga :  Dukung Pembangunan Daerah, KNPI Bartim Tekankan Sinergi Antarorganisasi Pemuda

“Memang ada pekerjaan yang butuh manpower, dan ada juga yang butuh ide,” terangnya, membedakan antara kebutuhan tenaga kerja kasar dengan tenaga kerja terampil.

💼 Minimnya Peluang Kerja di Sektor Perkantoran

Lebih lanjut, Okki menambahkan bahwa dominasi pekerja nonformal serta jenis pekerjaan yang masih bersifat manual (pekerja kasar) mengindikasikan bahwa peluang kerja di sektor formal atau perkantoran masih sangat terbatas di Kalteng.

  • Pekerja Nonformal Tinggi: Jumlah pekerja yang diserap di segmen pekerjaan manual menunjukkan pasar kerja yang didominasi oleh pekerjaan yang tidak memerlukan ijazah tinggi.

  • Pekerjaan Kantoran Minim: Sebaliknya, ketersediaan posisi yang membutuhkan keahlian administrasi, teknis, atau manajerial (pekerjaan kantoran) masih belum seimbang.

“Berarti sekarang lapangan pekerjaan yang tersedia masih banyak di sektor pekerja kasar, sementara pekerjaan kantoran masih minim,” jelas Okki.

Baca Juga :  Heriyus Cek Langsung Kesiapan Venue Sinode Umum XXV GKE di Murung Raya

Implikasi Bagi Pembangunan Kalteng

Sorotan ini penting bagi Pemerintah Provinsi Kalteng karena beberapa implikasi jangka panjang:

  1. Prioritas Pendidikan: Menjadi masukan bagi lembaga pendidikan untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri yang ada, sambil mendorong peningkatan kualitas pendidikan agar lulusan SMA/SMK/Perguruan Tinggi memiliki daya saing yang lebih tinggi di sektor skill-based.

  2. Diversifikasi Ekonomi: Mendorong upaya diversifikasi industri agar tidak hanya bergantung pada perkebunan dan pertambangan, tetapi juga sektor jasa, teknologi, dan pengolahan yang menyerap tenaga kerja dengan pendidikan dan keterampilan yang lebih tinggi.

  3. Kesejahteraan Pekerja: Meskipun sektor perkebunan menyerap banyak tenaga kerja, perlu dipastikan bahwa hak dan kesejahteraan pekerja nonformal terjamin sesuai standar yang berlaku.

Kesimpulan dari pernyataan Okki Maulana adalah bahwa struktur ekonomi Kalteng saat ini masih sangat bergantung pada sumber daya alam, yang secara langsung memengaruhi jenis dan tingkat pendidikan tenaga kerja yang terserap di daerah. (Ingkit)

Berita Terkait

Bupati Heriyus Resmikan Aula Christian Center
GKE Expo sebagai Wadah Pemberdayaan Masyarakat
Klarifikasi Kapuspen TNI Soal Isu Prajurit Serbu Polda Metro Jaya Terkait Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah
Mapolda Metro Jaya Mencekam! 50 Pria Berambut Cepat Gedor Ditreskrimsus, Diduga Terkait Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah
Bocor! Kejagung Terbitkan Surat Rahasia R-696: Perintahkan Seluruh Jaksa Waspada dan Larang Komentari Perkara
Makna Spiritual Kunjungan PM Narendra Modi ke Candi Prambanan Bersama Prabowo
Sinode Umum XXV GKE Jadi Momentum Perkuat Iman dan Kemajuan Masyarakat
PT IMK Edukasi Warga Olung Hanangan Kelola Sampah Berbasis Masyarakat
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:09 WIB

Bupati Heriyus Resmikan Aula Christian Center

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:05 WIB

GKE Expo sebagai Wadah Pemberdayaan Masyarakat

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:13 WIB

Klarifikasi Kapuspen TNI Soal Isu Prajurit Serbu Polda Metro Jaya Terkait Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:03 WIB

Mapolda Metro Jaya Mencekam! 50 Pria Berambut Cepat Gedor Ditreskrimsus, Diduga Terkait Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:43 WIB

Bocor! Kejagung Terbitkan Surat Rahasia R-696: Perintahkan Seluruh Jaksa Waspada dan Larang Komentari Perkara

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Makna Spiritual Kunjungan PM Narendra Modi ke Candi Prambanan Bersama Prabowo

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:36 WIB

Sinode Umum XXV GKE Jadi Momentum Perkuat Iman dan Kemajuan Masyarakat

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:53 WIB

PT IMK Edukasi Warga Olung Hanangan Kelola Sampah Berbasis Masyarakat

Berita Terbaru

Bupati Murung Raya, Heriyus, meresmikan Aula Christian Center yang berada di kawasan Gereja Elioteria Christian Center, Puruk Cahu, Rabu (8/7/2026).

Berita

Bupati Heriyus Resmikan Aula Christian Center

Kamis, 9 Jul 2026 - 15:09 WIB

Pembukaan Sinode Umum XXV GKE Expo 2026 sebagai wadah pemberdayaan masyarakat, promosi potensi daerah, serta penguatan ekonomi lokal.

Berita

GKE Expo sebagai Wadah Pemberdayaan Masyarakat

Kamis, 9 Jul 2026 - 15:05 WIB