Fenomena Labubu dari Blind Box ke Hollywood: Efek Lisa BLACKPINK Bawa Art Toy Jadi Film Sony

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025 - 01:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sony dikabarkan siap garap Labubu jadi film (Pop Mart)

Sony dikabarkan siap garap Labubu jadi film (Pop Mart)

Setelah sukses mendominasi dunia koleksi dan mode, karakter art toy fenomenal Labubu siap melompat ke panggung Hollywood.

Kabar terbaru yang dilansir oleh The Hollywood Reporter menyebutkan bahwa Sony telah berhasil memperoleh hak untuk mengadaptasi merek Labubu menjadi sebuah film.

Langkah ambisius ini menunjukkan keseriusan Sony, yang bahkan menargetkan proyek ini bisa dikembangkan menjadi waralaba besar, mengikuti jejak sukses film berbasis mainan lainnya.

🚀 Ledakan Popularitas Global Berkat Lisa BLACKPINK

Labubu, boneka mewah berbulu halus dengan telinga runcing dan senyum nakal, sebenarnya telah hadir sejak tahun 2015. Karakter peri dari seri The Monsters karya seniman Hong Kong, Kasing Lung, ini awalnya dikenal di kalangan kolektor art toy.

Namun, popularitasnya melonjak secara drastis pada 2024 hingga menjadi fenomena global. Pemicunya? Tidak lain adalah ketika superstar K-pop, Lisa BLACKPINK, terlihat mengenakan gantungan kunci Labubu di tasnya.

Sejak saat itu, Labubu bertransformasi menjadi aksesori wajib para selebritas dunia. Nama-nama besar seperti:

  • Rosé BLACKPINK

  • RM, J-Hope, V BTS

  • Hilary Duff

  • Kim Kardashian

  • Paris Hilton

  • Michelle Yeoh

Baca Juga :  Sejarah Baru! Grammy Awards Hadirkan Kategori Best Asian Pop Music untuk K-Pop hingga J-Pop

telah terlihat membawa karakter lucu keluaran Pop Mart ini, mengukuhkan status Labubu sebagai ikon pop culture baru.

🎬 Strategi Sony dan Bayang-Bayang Sukses Barbie

Sony kini bergerak cepat mengamankan karakter tersebut. Meskipun proyek ini masih berada pada tahap awal, dan belum ada detail mengenai produser atau sutradara yang terlibat, langkah ini sangat strategis.

Detail film, termasuk apakah akan disajikan dalam format animasi atau live-action, masih dirahasiakan.

Keputusan Sony untuk membawa Labubu ke layar lebar tidak lepas dari gelombang baru adaptasi film berbasis mainan yang dipicu oleh kesuksesan besar Barbie (2023). Film yang dibintangi Margot Robbie tersebut berhasil mencetak pendapatan global fantastis, mencapai $1,447 miliar.

Kesuksesan Barbie membuktikan bahwa properti mainan, ketika dikerjakan dengan visi yang tepat, memiliki potensi box office yang luar biasa. Labubu, dengan popularitas masifnya di media sosial dan dunia koleksi, muncul sebagai kandidat yang sangat potensial dalam tren ini.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Kalteng Puji Kinerja Bank Kalteng yang Kian Positif dan Sehat

🎁 Daya Tarik Blind Box Labubu

Salah satu faktor yang membuat Labubu sangat kompetitif adalah cara pemasarannya melalui format “blind box”. Pembeli tidak tahu karakter spesifik apa yang mereka dapatkan hingga kotak dibuka.

Format ini tidak hanya meningkatkan sensasi koleksi, tetapi juga menciptakan pasar sekunder yang sangat mahal dan kompetitif, menunjukkan tingginya permintaan dan daya tarik merek Labubu.

Jika berhasil, Labubu akan bergabung dengan daftar panjang mainan populer yang diadaptasi menjadi film, seperti:

  • The Garbage Pail Kids Movie (1987)

  • Masters of the Universe (1987)

  • G.I. Joe: The Movie (1987)

  • The Transformers: The Movie (1986)

  • The Care Bears Movie (1985)

Dengan telinga runcing, mata besar, dan senyum khasnya yang ikonik, Labubu kini bersiap berpindah dari blind box kolektor ke layar bioskop global.

Para penggemar K-pop dan art toy di seluruh dunia tentu sudah tidak sabar menantikan informasi lebih lanjut mengenai proyek film ini. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Tak Sampai 2 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Ojol di Tanjung Priok
Komisi I DPRD Kalteng Puji Kinerja Bank Kalteng yang Kian Positif dan Sehat
Isu Gerindra Awasi Pergerakan Wapres Gibran Dipastikan Hoaks, Fraksi Bakal Layangkan Somasi
DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah
Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah
Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?
Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat
Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:49 WIB

Tak Sampai 2 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Ojol di Tanjung Priok

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:24 WIB

Komisi I DPRD Kalteng Puji Kinerja Bank Kalteng yang Kian Positif dan Sehat

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:11 WIB

Isu Gerindra Awasi Pergerakan Wapres Gibran Dipastikan Hoaks, Fraksi Bakal Layangkan Somasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:05 WIB

DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:43 WIB

Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:17 WIB

Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:42 WIB

Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak

Senin, 22 Juni 2026 - 16:38 WIB

DPRD Kalteng: Pembangunan Inklusif 2026 Adalah Kunci Kesejahteraan Merata

Berita Terbaru