Tindak Lanjut Pertemuan RI-Brasil: Pengajaran Bahasa Portugis Segera Dimulai di Sekolah Dasar hingga Tinggi

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) berbincang dengan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva (kelima kiri) saat pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) berbincang dengan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva (kelima kiri) saat pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

1TULAH.COM-Sebuah keputusan strategis yang berpotensi mengubah peta pendidikan bahasa di Indonesia telah diumumkan. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menetapkan Bahasa Portugis sebagai salah satu prioritas bahasa yang akan diajarkan di sekolah-sekolah di Tanah Air.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam momen penting pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Federasi Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, beserta delegasi masing-masing negara. Pertemuan tersebut digelar dalam format working lunch yang hangat di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Kamis (23/10/2025).

Penguatan Hubungan Bilateral Lewat Pendidikan

Dalam keterangan resminya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa langkah ini adalah bukti nyata betapa pentingnya Brasil dalam pandangan Indonesia.

“Sebagai bukti bahwa kami memandang Brasil sangat penting, saya telah memutuskam bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa disiplin pendidikan Indonesia,” kata Prabowo, Kamis (23/10/2025).

Baca Juga :  Polri Ungkap Peran Tersangka pada Kasus Impor Ilegal Ponsel Asal China

Keputusan ini tidak hanya berdampak pada kurikulum pendidikan, tetapi juga memperkuat fondasi hubungan diplomatik dan budaya antara dua negara besar di Global South. Bahasa Portugis, yang merupakan bahasa resmi Brasil, kini diangkat menjadi jembatan baru untuk kolaborasi di berbagai sektor.

Instruksi Khusus kepada Menteri Pendidikan

Untuk menindaklanjuti keputusan bersejarah ini, Presiden Prabowo Subianto segera menginstruksikan dua menteri kunci dalam kabinetnya:

  1. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto
  2. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti

Keduanya diinstruksikan untuk segera memulai proses pengajaran Bahasa Portugis di seluruh tingkatan sekolah.

“Dan akan memberi petunjuk kepada menteri pendidikan tinggi dan menteri pendidikan dasar Indonesia untuk mulai mengajar bahasa Portugis di sekolah-sekolah kita,” tegas Prabowo.

Langkah cepat ini menunjukkan komitmen serius Pemerintah Indonesia untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut sebagai bagian dari penguatan kerjasama strategis dengan Brasil.

Baca Juga :  Harga Pangan Hari Ini 22 April 2026: Kelompok Cabai dan Minyak Goreng Melonjak Tajam

Momen Sambutan Kenegaraan yang Hangat

Sebelum pengumuman penting tersebut, rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Lula da Silva telah diawali dengan upacara penyambutan resmi yang penuh kehangatan di Istana Merdeka.

Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung kedatangan Presiden Lula da Silva pada Kamis pagi (23/10/2025). Prabowo, dengan setelan jas lengkap, peci, dan kacamata hitam, menunggu di sisi Barat Istana Merdeka. Iring-iringan kenegaraan Presiden Lula sempat mengitari Monumen Nasional (Monas) sebelum memasuki area Istana.

Pada pukul 10.07 WIB, Presiden Prabowo menyambut ketibaan Presiden Lula dengan jabat tangan erat. Keduanya kemudian menaiki tangga bersama menuju beranda depan Istana Merdeka, memulai rangkaian upacara kenegaraan. Momen puncak penyambutan ditandai dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan Brasil dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelahnya, kedua pemimpin negara melakukan inspeksi pasukan kehormatan, dilanjutkan dengan perkenalan delegasi masing-masing negara. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi
Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?
Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri
Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng
DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan
Skandal Korupsi PT AKT: Kejaksaan Agung Tetapkan 3 Tersangka Baru, Libatkan Eks Kepala Syahbandar Rangga Ilung
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 05:24 WIB

Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi

Sabtu, 25 April 2026 - 05:14 WIB

Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?

Sabtu, 25 April 2026 - 05:02 WIB

Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer

Jumat, 24 April 2026 - 12:48 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri

Jumat, 24 April 2026 - 08:56 WIB

Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng

Jumat, 24 April 2026 - 07:28 WIB

DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan

Jumat, 24 April 2026 - 07:07 WIB

Skandal Korupsi PT AKT: Kejaksaan Agung Tetapkan 3 Tersangka Baru, Libatkan Eks Kepala Syahbandar Rangga Ilung

Jumat, 24 April 2026 - 06:57 WIB

Heboh Wacana Tarif Kapal Selat Malaka: Malaysia Protes Keras, Menlu Sugiono Beri Klarifikasi Tegas

Berita Terbaru