1tulah.com, Puruk Cahu – Kerusakan jalan di dalam Kota Puruk Cahu, khususnya di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan SPBU atau dekat Hotel Family Puruk Cahu, mendapat sorotan dari DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Anggota DPRD Kalteng dari Fraksi PDI Perjuangan, Yetro Midel Yoseph, menyampaikan bahwa kerusakan jalan tersebut saat ini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalteng.
Ia mengutarakan, dari berbagai laporan masyarakat maupun pemerintah daerah telah diterima dan kini sudah menjadi perhatian pihak provinsi.
“Terkait kerusakan jalan di Jalan Jenderal Sudirman depan SPBU itu memang sudah masuk ke Provinsi Kalteng. Informasi yang kami terima, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah, sudah disampaikan dan menjadi perhatian,” ujar Yetro dikonfirmasi awak media, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, penanganan jalan tersebut tidak termasuk kategori darurat, sehingga proses perbaikannya akan mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Karena ini bukan situasi darurat, maka penanganannya akan dilakukan sesuai prosedur. Nantinya tim dari PUPR Provinsi akan turun ke lapangan untuk melihat kondisi secara langsung dan menentukan langkah penanganan yang tepat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pihak DPRD Provinsi telah menyampaikan kondisi tersebut kepada instansi terkait, dan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Dinas PUPR Provinsi melalui koordinasi internal. “Kami dari DPRD Provinsi sudah menyampaikan ke PUPR Provinsi. Selanjutnya mereka akan berkoordinasi secara internal untuk menentukan langkah teknis di lapangan. Kita tunggu saja, mudah-mudahan bisa segera ditangani,” tambahnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk bersabar, mengingat proses perbaikan harus melalui tahapan sesuai standar yang berlaku.
“Masyarakat mohon bersabar, karena ini bukan kondisi darurat. Penanganannya harus mengikuti standar, sehingga membutuhkan waktu,” ungkap politis asal Dapil IV Kalteng ini.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa evaluasi akan dilakukan untuk mengetahui penyebab kerusakan jalan, apakah dipengaruhi oleh kualitas material, intensitas penggunaan yang tinggi, atau faktor teknis lainnya.
“Nanti akan dievaluasi, apakah dari kualitas jalan, bahan yang digunakan, atau karena intensitas penggunaan yang tinggi. Tim dari PUPR Provinsi yang akan mengecek langsung dan menentukan formula penanganan yang tepat,” tukasnya. (Red)






















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

