Purbaya Bongkar Kecurigaan Internal: Triliunan Dana Pemerintah di Deposito, Siapa Main Bunga?

- Jurnalis

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya mencurigai adanya

Menkeu Purbaya mencurigai adanya "permainan bunga" terkait penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar yang diduga 'ditidurkan' dalam bentuk deposito di bank-bank komersial, termasuk Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).(Instagram/purbayayudhi_official)

1TULAH.COM-Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kecurigaan serius yang mengarah ke praktik internal kementeriannya dan tata kelola keuangan negara. Purbaya mencurigai adanya “permainan bunga” terkait penempatan dana pemerintah dalam jumlah sangat besar yang diduga sengaja ‘ditidurkan’ dalam bentuk deposito di sejumlah bank komersial, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Kecurigaan ini muncul karena penempatan dana pada instrumen simpanan berjangka tersebut dinilai merugikan negara secara finansial.

Potensi Kerugian Negara: Bunga Deposito Lebih Rendah dari Biaya Obligasi

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa secara prinsip, penempatan dana pemerintah di deposito dapat menimbulkan kerugian negara karena imbal hasil (return) yang didapat dari bunga deposito jauh lebih rendah dibandingkan dengan bunga yang harus dibayarkan oleh pemerintah untuk instrumen utang, seperti obligasi.

“Itu terlalu besar kalau ditaruh di deposito seperti itu, karena pasti return dari banknya kan lebih rendah dari bunga yang saya bayar untuk obligasi, kan? Pasti saya rugi kalau gitu. Saya cek betul,” tegas Purbaya Yudhi Sadewa di Hotel JS Luwansa pada pekan ini.

Baca Juga :  Poin Sama dengan Borneo FC, Persib Bandung Juara Super League 2025/2026 Unggul Head-to-Head

Dengan kata lain, pemerintah terpaksa menanggung biaya utang obligasi yang tinggi, sementara di saat yang sama, sejumlah besar uang pemerintah justru ditempatkan pada aset pasif (deposito) yang memberikan imbal hasil minim. Praktik ini bertentangan dengan prinsip tata kelola keuangan yang harus mengupayakan imbal hasil maksimal dari setiap aset negara.

Investigasi Internal: Mencari Tahu Asal-Usul Dana dan Pelaku “Permainan Bunga”

Kecurigaan adanya “permainan bunga deposito” ini mendorong Menkeu Purbaya untuk segera melakukan investigasi mendalam. Purbaya menyatakan bahwa ia akan menelusuri asal-usul dana jumbo tersebut, apakah merupakan uang dari pemerintah pusat, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), atau lembaga lain yang berada di bawah naungan kementerian.

“Ada kecurigaan mereka main bunga. Di banyak bank komersial kita, Himbara mungkin, tapi saya akan investigasi lagi itu uang apa sebetulnya,” ujarnya.

Meskipun informasi awal menunjukkan adanya dana pemerintah yang ditempatkan pada instrumen deposito berjangka, Purbaya mengaku belum mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari jajarannya.

Baca Juga :  Harga Sawit Hancur Imbas Wacana Monopoli Ekspor, Perusahaan Diminta Tak Turunkan Harga

“Kita masih Investigasi itu uang apa. Kalau saya tanya anak buah saya, mereka bilang nggak tahu, tapi saya yakin mereka tahu,” ungkap Purbaya, mengisyaratkan adanya pihak-pihak internal yang terlibat atau mengetahui praktik penempatan dana yang meragukan ini.

Komitmen Bersihkan Tata Kelola Keuangan Negara

Langkah tegas Purbaya Yudhi Sadewa ini menunjukkan komitmennya untuk membersihkan dan menertibkan tata kelola keuangan negara sejak ia menjabat sebagai Menteri Keuangan. Tujuannya jelas: memastikan setiap rupiah uang negara diinvestasikan pada instrumen yang memberikan imbal hasil optimal, bukan hanya “ditidurkan” untuk kepentingan pihak-pihak tertentu melalui skema permainan bunga.

Penempatan dana di instrumen investasi seharusnya bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan, bukan menciptakan potensi kerugian negara atau memberikan keuntungan yang tidak wajar kepada bank komersial atau pihak internal. Hasil dari investigasi ini sangat dinantikan publik sebagai penentu akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana pemerintah di masa depan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Haji Isam Investasi Rp6,3 Triliun Bangun Smelter Nikel Pertama di Kalsel
Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup
Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya
Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel
Polisi Bekuk Empat Terduga Pengguna Sabu di Kota Palu Sulteng
Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di THM New Zone Medan
AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali
Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini
Tag :

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 17:12 WIB

Haji Isam Investasi Rp6,3 Triliun Bangun Smelter Nikel Pertama di Kalsel

Senin, 25 Mei 2026 - 07:53 WIB

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup

Senin, 25 Mei 2026 - 07:17 WIB

Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya

Senin, 25 Mei 2026 - 03:55 WIB

Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:30 WIB

Polisi Bekuk Empat Terduga Pengguna Sabu di Kota Palu Sulteng

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di THM New Zone Medan

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:40 WIB

AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:10 WIB

Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini

Berita Terbaru

Wabup Rahmanto menyerahkan bantuan di Pondok Pesantren Nailul Authar, Desa Danau Usung, Senin (25/5/2026).

Daerah

Pemkab Murung Raya Salurkan 80 Ekor Sapi Kurban

Senin, 25 Mei 2026 - 15:03 WIB