Permen ESDM 14/2025: Legalisasi Sumur Minyak Rakyat, Menjadikan Warga Daerah Tuan di Negeri Sendiri

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Dok: Kemendagri)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Dok: Kemendagri)

1TULAH.COM-Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kebijakan pro rakyat di sektor energi dengan memastikan pengelolaan sumber daya alam dapat memberikan manfaat langsung dan sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Langkah terbaru yang signifikan adalah inisiatif untuk melegalkan dan mengelola 45 ribu sumur minyak masyarakat melalui kerja sama dengan pelaku usaha lokal seperti UMKM, Koperasi, dan BUMD.

Kebijakan revolusioner ini, yang didasarkan pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi, bertujuan ganda: menciptakan kepastian hukum bagi aktivitas masyarakat yang sudah berjalan sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di daerah.

Mengubah Ilegal Menjadi Legal: Amanat Pasal 33 UUD 1945

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memimpin rapat koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk membahas implementasi kebijakan ini. Ia menegaskan bahwa langkah ini adalah pengejawantahan dari Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang mengamanatkan bahwa kekayaan sumber daya alam harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Selama ini usaha rakyat sudah ada sumur-sumurnya. Tapi mereka nggak punya legal. Mohon maaf, kadang-kadang dikejar oleh oknum-oknum. Maka dengan Permen ini (Permen 14 Tahun 2025), semuanya sudah bisa kita lakukan,” ujar Bahlil.

Dengan legalisasi ini, masyarakat yang selama ini beroperasi secara informal dan berisiko dikejar oknum atau menghadapi masalah lingkungan, kini memiliki payung hukum yang jelas. Hal ini secara langsung memberikan kepastian usaha dan perlindungan bagi ribuan warga yang terlibat dalam kegiatan pengeboran minyak rakyat.

Baca Juga :  Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang

Memperluas Peran Lokal dan Mencegah Sentralisasi

Sebanyak 45 ribu sumur telah diinventarisasi oleh Kementerian ESDM bersama pemerintah daerah. Sumur-sumur ini tersebar di enam provinsi utama penghasil minyak rakyat: Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Dalam implementasinya, pemerintah secara tegas memastikan bahwa pengelola resmi sumur minyak masyarakat, baik itu UMKM, Koperasi, maupun BUMD, harus merupakan entitas lokal yang direkomendasikan oleh kepala daerah.

Bahlil menekankan, “Kita ingin menjadikan orang daerah menjadi tuan di negerinya sendiri.” Kebijakan ini secara eksplisit melarang UMKM atau Koperasi dari luar daerah, seperti Jakarta, untuk mengelola sumur di daerah lain. Filosofi ini memastikan bahwa perputaran ekonomi dan manfaat kekayaan alam benar-benar dinikmati oleh masyarakat setempat.

Dukungan Penuh Lintas Sektor dan BUMN

Dukungan terhadap program legalisasi sumur minyak rakyat ini datang dari berbagai pihak:

  • Menteri Koperasi dan UMKM, Maman Abdurrahman, menyatakan kesiapan pihaknya untuk memberikan pembinaan dan pendampingan agar pelaku usaha lokal mampu mengelola bisnis energi ini secara profesional.
  • Gubernur Jambi, Al Haris, menyambut baik inisiatif ini, menyoroti manfaatnya dalam mengurangi risiko kebakaran dan pencemaran lingkungan yang selama ini menjadi dampak negatif dari praktik pengeboran ilegal.
  • Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan kesiapan BUMN energi tersebut untuk menjadi offtaker (pembeli) hasil produksi. Pertamina berkomitmen membeli minyak dari sumur rakyat dengan harga yang kompetitif, yaitu 80 persen dari harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), dan menjamin mekanisme pembayaran yang cepat.
Baca Juga :  Presiden Prabowo Minta Rakyat Rekam Aparat Nakal: "Jangan Melawan, Video Saja dan Lapor Saya"

Dampak Jangka Panjang: Kemandirian Energi dan Pemerataan

Kementerian ESDM berharap kebijakan ini akan memberikan dampak signifikan dalam jangka panjang. Selain memberikan kepastian hukum dan kesejahteraan ekonomi lokal, program ini juga diharapkan:

  1. Meningkatkan Produksi Minyak Nasional (Lifting): Pengelolaan yang legal dan terstruktur diharapkan mampu mengoptimalkan produksi dari sumur-sumur yang sebelumnya diabaikan atau dikelola tanpa standar.
  2. Memperkuat Kemandirian Energi: Keterlibatan masyarakat daerah dalam rantai pasok energi memperkuat basis produksi nasional.
  3. Pemerataan Ekonomi: Dengan perizinan dan pembelian hasil produksi yang terpusat di daerah, manfaat ekonomi dari sumber daya alam tidak hanya terpusat di kota besar, melainkan berputar di wilayah penghasil.

Legalisasi 45 ribu sumur minyak masyarakat ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menerapkan kebijakan ekonomi kerakyatan di sektor strategis, membuka babak baru di mana masyarakat lokal menjadi pilar penting dalam pengelolaan energi nasional.

Apa pendapat Anda mengenai langkah pemerintah ini? Apakah Anda melihat potensi besar bagi UMKM dan Koperasi daerah untuk menjadi pemain kunci di sektor energi? (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Haji Isam Investasi Rp6,3 Triliun Bangun Smelter Nikel Pertama di Kalsel
Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup
Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya
Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel
Polisi Bekuk Empat Terduga Pengguna Sabu di Kota Palu Sulteng
Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di THM New Zone Medan
AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali
Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini
Tag :

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 17:12 WIB

Haji Isam Investasi Rp6,3 Triliun Bangun Smelter Nikel Pertama di Kalsel

Senin, 25 Mei 2026 - 07:53 WIB

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup

Senin, 25 Mei 2026 - 07:17 WIB

Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya

Senin, 25 Mei 2026 - 03:55 WIB

Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:30 WIB

Polisi Bekuk Empat Terduga Pengguna Sabu di Kota Palu Sulteng

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di THM New Zone Medan

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:40 WIB

AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:10 WIB

Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini

Berita Terbaru

Wabup Rahmanto menyerahkan bantuan di Pondok Pesantren Nailul Authar, Desa Danau Usung, Senin (25/5/2026).

Daerah

Pemkab Murung Raya Salurkan 80 Ekor Sapi Kurban

Senin, 25 Mei 2026 - 15:03 WIB