Megawati Ungkap Peran Bung Karno dalam Hubungan Spiritual Indonesia-Uzbekistan Lewat Teater Imam Al-Bukhari

- Jurnalis

Rabu, 16 April 2025 - 06:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI kelima RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato dalam acara pertunjukan teater musik Imam Al-Bukhari dan Sukarno di Gedung Kesenian Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2025) malam. [Suara.com/Bagaskara]

Presiden RI kelima RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato dalam acara pertunjukan teater musik Imam Al-Bukhari dan Sukarno di Gedung Kesenian Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2025) malam. [Suara.com/Bagaskara]

1TULAH.COM-Presiden RI kelima dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pidato inspiratif dalam acara pertunjukan teater musik “Imam Al-Bukhari dan Sukarno” di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa (15/4/2025) malam.

Pertunjukan kolaborasi seniman Indonesia dan Uzbekistan ini menjadi simbol peringatan hubungan historis dan spiritual yang erat antara kedua negara.

Dalam pidatonya, Megawati menekankan pentingnya sejarah sebagai fondasi peradaban, mengutip pesan “JASMERAH” (jangan sekali-kali melupakan sejarah) dari Proklamator RI, Soekarno. Ia mengingatkan bahwa bangsa yang melupakan sejarahnya akan tergelincir dan jatuh.

“Sebab, jika suatu bangsa telah lupa akan sejarahnya di masa lampau, maka suatu saat bangsa tersebut akan tergelincir dan jatuh,” tegas Megawati.

Megawati kemudian mengisahkan peran penting Bung Karno dalam mempererat hubungan Indonesia-Uzbekistan, khususnya dalam konteks spiritual. Pada kunjungan ke Uni Soviet tahun 1956, Bung Karno dengan gigih meminta Presiden Uni Soviet, Nikita Kurchev, untuk menemukan makam Imam Al-Bukhari, ulama besar perawi hadis Nabi Muhammad SAW, demi mewujudkan niat ziarahnya.

Baca Juga :  Prabowo Kumpulkan Kepala PPATK di Hambalang: Evaluasi Ketat Aliran Dana Negara

“Awalnya banyak yang menentang, bahkan lokasi makam nyaris terlupakan. Namun, Bung Karno dengan tegas berkata, Kalaupun harus naik kereta api sendiri, saya akan tetap pergi,” ungkap Megawati.

Dampak Besar dari Langkah Bung Karno

Kegigihan Bung Karno ini membuahkan hasil luar biasa. Pemerintah Uni Soviet akhirnya menemukan dan memugar makam Imam Al-Bukhari di Desa Hartang, Samarkand, Uzbekistan. Saat ini, kompleks makam tersebut menjadi destinasi wisata religi umat Islam dari seluruh dunia.

“Dari langkah kecil itu, lahirlah perubahan besar. Pemerintah Soviet mulai membuka kembali pintu bagi warisan Islam di Asia Tengah,” kata Megawati. “Imam Bukhari pun kembali hadir dalam kesadaran umat, bukan hanya sebagai tokoh agama, tetapi sebagai simbol pengetahuan, moralitas, dan kebesaran peradaban Islam.”

Baca Juga :  Perkuat Peran Fraksi di Parlemen, Silaturahmi DPRD Kalteng dan PKB

Pertunjukan teater musik yang disutradarai oleh Ahmad Fauzi (Indonesia) dan Valikhon Umarov (Uzbekistan) ini menjadi simbol persahabatan kedua bangsa. Megawati mengutip peribahasa Uzbekistan, “Jika hati kita dekat, jarak bukanlah penghalang,” untuk menggambarkan kedekatan hubungan spiritual Indonesia-Uzbekistan.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Duta Besar Uzbekistan Oybek Eshonov, Gubernur Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, Ketua DPR RI Puan Maharani, serta sejumlah elite PDIP dan budayawan.

Pidato Megawati Soekarnoputri dalam pertunjukan teater musik “Imam Al-Bukhari dan Sukarno” menyoroti peran penting Bung Karno dalam membangun hubungan spiritual antara Indonesia dan Uzbekistan.

Kisah penemuan makam Imam Al-Bukhari menjadi bukti nyata dampak besar diplomasi Bung Karno. Acara ini menjadi pengingat pentingnya sejarah dan hubungan antar bangsa bagi peradaban. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Pelarian Berakhir di Wonogiri! Polresta Pati Tangkap Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Tersangka Pencabulan Puluhan Santriwati
Bukan Sekadar Kerjasama, Pakar Sebut Ada Upaya Kontrol Informasi Top-Down melalui Homeless Media
Kronologi Kecelakaan Bus ALS di Muratara: Berawal Hindari Lubang Hingga Tabrak Truk Tangki, 16 Orang Tewas di TKP
Indonesia Walk For Peace 2026: Perjalanan Spiritual 50 Biksu dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak 2570 BE
Pemkab Murung Raya Bahas Strategi Padi, Kopi, dan Kakao dalam Coffee Morning
76% Dosen Digaji di Bawah UMR, UU Guru dan Dosen Digugat!
Oknum Polisi Viral Merokok Saat Berkendara, Polda Kalsel Turun Tangan
KPK Usut Penukaran Uang Asing Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:50 WIB

Pelarian Berakhir di Wonogiri! Polresta Pati Tangkap Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Tersangka Pencabulan Puluhan Santriwati

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:51 WIB

Bukan Sekadar Kerjasama, Pakar Sebut Ada Upaya Kontrol Informasi Top-Down melalui Homeless Media

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:18 WIB

Kronologi Kecelakaan Bus ALS di Muratara: Berawal Hindari Lubang Hingga Tabrak Truk Tangki, 16 Orang Tewas di TKP

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:28 WIB

Indonesia Walk For Peace 2026: Perjalanan Spiritual 50 Biksu dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak 2570 BE

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:37 WIB

76% Dosen Digaji di Bawah UMR, UU Guru dan Dosen Digugat!

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:38 WIB

Oknum Polisi Viral Merokok Saat Berkendara, Polda Kalsel Turun Tangan

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:31 WIB

KPK Usut Penukaran Uang Asing Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:55 WIB

Terungkap! Fakta-fakta Mengerikan di Balik Ponpes Pati, Doktrin Kiai Cabul Halalkan Istri Orang

Berita Terbaru