Pelarian Berakhir di Wonogiri! Polresta Pati Tangkap Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Tersangka Pencabulan Puluhan Santriwati

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kiai Ashari dari pondok pesantren di Pati ditangkap karena kasus pencabulan terhadap puluhan santri. [Hasil generate chatGPT dari bidik layar asli]

Kiai Ashari dari pondok pesantren di Pati ditangkap karena kasus pencabulan terhadap puluhan santri. [Hasil generate chatGPT dari bidik layar asli]

1TULAH.COM-Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati, Jawa Tengah, menunjukkan komitmen tegas dalam mengusut tuntas kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan agama. Pelarian tersangka berinisial AS, pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu, akhirnya berakhir setelah tim penyidik berhasil meringkusnya di Kabupaten Wonogiri pada Kamis (7/6/2026).

Penangkapan paksa ini dilakukan setelah tersangka dinilai tidak kooperatif terhadap proses hukum yang berjalan.

Kronologi Penangkapan Paksa Tersangka AS

Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, menjelaskan bahwa sebelumnya pihak kepolisian telah melayangkan panggilan pemeriksaan perdana pada Senin (4/5/2026). Namun, tersangka AS mangkir tanpa alasan yang jelas.

Penyidik awalnya berencana melayangkan surat panggilan kedua pada 7 Mei 2026. Namun, karena adanya indikasi kuat bahwa tersangka melarikan diri dan bersembunyi di luar kota, pihak kepolisian memutuskan untuk melakukan upaya jemput paksa.

“Karena tersangka diduga tidak ada di tempat atau bersembunyi di luar kota, akhirnya dilakukan upaya penjemputan paksa terhadap tersangka AS di Wonogiri,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi.

Baca Juga :  9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Perjalanan Kasus: Dari Laporan 2024 Hingga Penetapan Tersangka

Kasus dugaan pencabulan ini sebenarnya sudah mencuat sejak tahun 2024 melalui laporan salah satu korban. Namun, proses penyidikan sempat menemui jalan buntu karena beberapa kendala teknis dan sosial:

  1. Upaya Kekeluargaan: Sempat ada upaya penyelesaian secara kekeluargaan yang membuat beberapa saksi menarik keterangannya.

  2. Penguatan Bukti: Meski saksi sempat menarik diri, penyidik tetap konsisten mencari alat bukti lain dan keterangan ahli.

  3. Penetapan Tersangka: Setelah mengumpulkan alat bukti yang cukup, Polresta Pati resmi menetapkan AS sebagai tersangka pada 28 April 2026.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, AS sempat diperiksa dengan kapasitas sebagai saksi. Namun, hasil gelar perkara memperkuat keterlibatannya dalam tindak pidana tersebut.

Polresta Pati Buka Posko Pengaduan: Identitas Korban Terjamin

Hingga saat ini, baru satu korban yang secara resmi melaporkan kejadian tersebut dan tetap aktif dalam proses hukum. Terkait isu yang beredar bahwa jumlah korban mencapai puluhan orang, Kombes Pol Jaka Wahyudi menegaskan bahwa pihak kepolisian belum menerima keterangan resmi untuk mendukung klaim tersebut.

Baca Juga :  Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan

Meskipun demikian, Polresta Pati menghimbau kepada masyarakat atau santri lain yang merasa menjadi korban untuk tidak takut melapor.

  • Jaminan Keamanan: Kepolisian menjamin kerahasiaan identitas pelapor dan saksi.

  • Transparansi: Proses penyidikan dipastikan berjalan profesional dan sesuai hukum yang berlaku.

  • Ruang Lapor: Polresta Pati membuka ruang seluas-luasnya bagi saksi yang memiliki informasi tambahan.

Komitmen Hukum Terhadap Kekerasan Seksual

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan di lingkungan institusi pendidikan. Polresta Pati memastikan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku pencabulan, terlebih di lingkungan pondok pesantren yang seharusnya menjadi tempat aman bagi santri untuk menimba ilmu.

Kini tersangka AS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dan terancam jeratan pasal tentang Perlindungan Anak dan tindak pidana kekerasan seksual. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara
Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI
Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16
Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:48 WIB

Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Berita Terbaru