Prabowo Kumpulkan Kepala PPATK di Hambalang: Evaluasi Ketat Aliran Dana Negara

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bersama Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (3/5/2026). Sekretariat Kabinet

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bersama Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (3/5/2026). Sekretariat Kabinet

1TULAH.COM-Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat tata kelola keuangan negara. Pada Minggu, Presiden menggelar pertemuan strategis dengan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat.

Pertemuan yang berlangsung cukup intensif tersebut difokuskan pada evaluasi transaksi keuangan serta penguatan pengawasan terhadap aliran dana negara guna memastikan transparansi di level pemerintahan tertinggi.

Pertemuan Rutin yang Berlangsung Panjang

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa diskusi antara Presiden Prabowo dan Kepala PPATK berlangsung dalam durasi yang cukup lama, dimulai sejak siang hingga malam hari. Menurut Teddy, agenda ini merupakan bagian dari pertemuan rutin bulanan antara pemerintah pusat dan PPATK.

“Pertemuan ini membahas evaluasi berkala. Pemerintah ingin memastikan setiap pergerakan transaksi keuangan negara terpantau dengan akurat,” ujar Teddy.

Baca Juga :  Oknum Perwira Ditresnarkoba Polda Jatim Diduga Terseret Jaringan Narkoba Internasional Malaysia

Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Kehadiran para petinggi kabinet ini menegaskan bahwa pengawasan aliran dana menjadi prioritas utama dalam agenda kerja pemerintah saat ini.

Fokus pada Akuntabilitas dan Hasil Nyata

Dalam diskusi tersebut, pemerintah menekankan bahwa pengelolaan keuangan negara tidak hanya harus akuntabel secara administratif, tetapi juga harus berorientasi pada hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi pemerintah terkait penggunaan anggaran negara. Beliau menekankan bahwa setiap rupiah yang bersumber dari pajak dan uang rakyat harus dipertanggungjawabkan dengan standar tertinggi.

“Setiap anggaran yang bersumber dari uang rakyat harus digunakan secara tepat sasaran dan dikelola dengan penuh tanggung jawab,” tegas Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga :  Buka Turnamen Domino Piala DKOP 2026, Heriyus Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi.

Komitmen Pemberantasan Korupsi dan Transparansi

Langkah Presiden memanggil Kepala PPATK secara rutin ini dinilai sebagai upaya preventif sekaligus represif dalam membangun sistem pemerintahan yang bersih. Dengan memperketat pengawasan aliran dana, pemerintah berupaya menutup celah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Fokus utama dari penguatan pengawasan ini meliputi:

  • Evaluasi Transaksi Mencurigakan: Memantau aliran dana yang tidak sesuai dengan peruntukan anggaran.

  • Transparansi Anggaran: Memastikan distribusi dana negara sampai ke tingkat paling bawah tanpa potongan ilegal.

  • Penguatan Lembaga Pengawas: Memberikan dukungan penuh kepada PPATK untuk melakukan analisis mendalam terhadap transaksi keuangan strategis.

Melalui koordinasi yang erat antara Istana dan PPATK, Presiden Prabowo berharap dapat menciptakan iklim birokrasi yang sehat, di mana efisiensi anggaran menjadi napas baru dalam pembangunan nasional. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Air Mata di Sidang Korupsi Abdul Wahid: Momen UAS Bergetar Ucap ‘Aku Akan Tetap Membelamu’
Polemik Program Makan Bergizi Gratis: Antara Kegembiraan Bocah SD dan Gugatan Mahasiswa
Dukung Swasembada Pangan, Mendagri dan Menteri ATR/BPN Tekan SEB Integrasi Lahan Pertanian
Polisi Amankan Pengendali Keuangan Jaringan Narkoba Fredy Pratama
KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar Terkait Kasus Pemerasan WNA
Hari Bhayangkara ke-80, Pemprov Kalteng Apresiasi Lomba Menembak dan Sumpit untuk Perkuat Sinergi dan Pelestarian Budaya
Di Balik Tumpukan Uang Rp50 Triliun Satgas PKH: Penyelamatan Hutan atau Alih Kelola Aset Swasta ke BUMN?
Roy Suryo dan dr Tifa Dijemput Paksa Polisi, Istri Ungkap Detik-Detik Penangkapan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:29 WIB

Air Mata di Sidang Korupsi Abdul Wahid: Momen UAS Bergetar Ucap ‘Aku Akan Tetap Membelamu’

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:17 WIB

Polemik Program Makan Bergizi Gratis: Antara Kegembiraan Bocah SD dan Gugatan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 03:35 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Mendagri dan Menteri ATR/BPN Tekan SEB Integrasi Lahan Pertanian

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:06 WIB

KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar Terkait Kasus Pemerasan WNA

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:43 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Pemprov Kalteng Apresiasi Lomba Menembak dan Sumpit untuk Perkuat Sinergi dan Pelestarian Budaya

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:35 WIB

Di Balik Tumpukan Uang Rp50 Triliun Satgas PKH: Penyelamatan Hutan atau Alih Kelola Aset Swasta ke BUMN?

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:07 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Dijemput Paksa Polisi, Istri Ungkap Detik-Detik Penangkapan

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:55 WIB

Eksekusi Hotel Sultan Ricuh: Wamensesneg dan Kivlan Zen Terluka dalam Bentrokan di GBK

Berita Terbaru

Foto Penyerahan laporan yang dilaksanakan di Palangkaraya

Muara Teweh

Raih WTP ke-11, Kinerja Keuangan Pemkab Barito Utara Diapresiasi

Jumat, 19 Jun 2026 - 21:34 WIB