Pakar Ungkap Efek Tidur 6 Jam per Hari bagi Kesehatan

- Jurnalis

Sabtu, 12 April 2025 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tidur (Pexels/Andrea Piacquadio)

Ilustrasi tidur (Pexels/Andrea Piacquadio)

1TULAH.COM – Tidur yang cukup dan berkualitas memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh dalam jangka panjang.

Tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tidur yang memadai juga berdampak signifikan pada kinerja jantung, ginjal, kemampuan kognitif, hingga kesehatan mental seseorang.

Sayangnya, banyak orang mengalami kekurangan tidur akibat kesibukan harian atau gangguan tidur seperti insomnia.

Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini dapat menurunkan produktivitas dan menimbulkan efek negatif bagi kesehatan, karena tubuh sebenarnya membutuhkan waktu tidur untuk memulihkan diri dan memperbaiki sel-sel yang rusak.

Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda, tergantung kondisi tubuh, aktivitas sehari-hari, dan lingkungan tempat tinggal.

Baca Juga :  Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Meskipun sebagian orang dewasa merasa cukup tidur hanya enam jam per malam, hal ini tidak bisa diterapkan secara umum karena kebutuhan tidur sangat individual.

Berdasarkan data dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention), kurang tidur sering disebabkan oleh beban kerja yang tinggi, aktivitas pendidikan, atau adanya gangguan tidur tertentu.

Kebiasaan buruk seperti mengonsumsi alkohol atau kafein berlebihan, serta tidur siang terlalu lama, juga dapat mengganggu kualitas tidur di malam hari.

Walaupun seseorang merasa tetap segar meski tidur kurang dari waktu ideal, kurang tidur tetap membawa risiko serius bagi kesehatan, seperti gangguan fungsi organ vital, kelelahan kronis, peningkatan risiko gangguan suasana hati seperti depresi dan kecemasan, hingga penyakit berat seperti diabetes, gangguan bipolar, dan penyakit jantung.

Baca Juga :  Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Oleh karena itu, menjaga kualitas tidur menjadi hal yang sangat penting. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain menjaga konsistensi waktu tidur dan bangun, membatasi penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur, menghindari konsumsi kafein atau alkohol berlebihan, serta menjalani pola hidup sehat seperti rutin berolahraga.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Berita Terbaru