Dampak Kebijakan Tarif Impor Amerika, Pabrikan Otomotif Mulai Lakukan PHK Massal

- Jurnalis

Rabu, 9 April 2025 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas perakitan mobil di sektor otomotif Tanah Air  (sumber: suara.com)

Aktivitas perakitan mobil di sektor otomotif Tanah Air (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Pabrikan otomotif multinasional, Stellantis terpaksa menutup pabrik mobil setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan tarif impor tinggi untuk sejumlah negara yang disertai dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Stellantis sat ini berencana untuk memberhentikan sementara 330 karyawan gabungan yang beroperasi di Pabrik Stamping Warren dan Pabrik Stamping Sterling.

PHK yang terjadi di kedua pabrik Stellantis tersebut merupakan bagian dari total 900 pekerja yang diberhentikan oleh Stellantis di lima pabrik di Midwest.

Presiden UAW Regional 869, Romaine McKinney menyebut, para pekerja merasa takut dengan apa yang akan terjadi. UAW Lokal 869 mewakili sekitar 800 pekerja di Pabrik Stamping Warren.

“Mereka mengira akan ada lebih banyak PHK yang akan terjadi. Mereka kembali mengira bahwa tarif akan mendorong Stellantis melakukan PHK tanpa batas waktu, dan sejujurnya, saya pun berpikiran sama,” kata McKinney, dikutip dari CBSnews, Rabu (9 April 2025)

McKinney juga mengatakan, dirinya optimis dengan tujuan jangka panjang tarif Trump, namun saat ini, dia khawatir terhadap pekerja otomotif.

“Saya benar-benar melihat dampak jangka pendek, yang menurut saya akan berlangsung sedikit lebih lama. Tarif pasti akan lebih memengaruhi Stellantis daripada yang lain karena kami memiliki begitu banyak pemasok lapis kedua yang menyediakan suku cadang, mur, dan baut untuk Stellantis,” jelasnya.

Bagi pekerja yang diberhentikan sementara, mereka berhak menerima pesangon dan gaji pengganti yang besarnya sekitar 80% hingga 85% dari gaji pokok mereka.

Walau demikian, beberapa perusahaan otomotif raksasa di dunia, seperti Volkswagen, Stellantis, dan Nissan, sedang menghadapi situasi yang cukup berat dan berpotensi melakukan PHK massal.

Hal ini ikut dipicu oleh penurunan angka penjualan, persaingan ketat, dan perubahan industri otomotif, seperti fokus pada kendaraan listrik.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

MotoGP 2026 Dimulai Februari! Intip Jadwal Seri Mandalika dan Debut GP Brasil
Ingin Ganti Mobil? Cek 2 Rekomendasi Mobil Listrik Murah Mulai Rp60 Jutaan! Pilihan Ramah Lingkungan Terbaik
Tak Kapok! Lagi-lagi Produsen Mobil Nekat Jual Data Pelanggan Diam-diam
Insentif Pajak Kendaraan Listrik 2025: Dorong Penggunaan Mobil Ramah Lingkungan
Mitsubishi Hentikan Produksi Tiga SUV Andalan di Australia: Nasib Pajero Sport di Indonesia?
Legenda MotoGP, Valentino Rossi Dianugerahi Putri Kedua
Pengguna Mobil Listrik Lebih Dominan Dibandingkan Dengan Mobil Konvensional, Benarkah?
Nissan Hyper Tourer: Tantangan Baru untuk Alphard, Teknologi AI Canggih Pantau Detak Jantung Sopir
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:25 WIB

MotoGP 2026 Dimulai Februari! Intip Jadwal Seri Mandalika dan Debut GP Brasil

Minggu, 2 November 2025 - 10:45 WIB

Ingin Ganti Mobil? Cek 2 Rekomendasi Mobil Listrik Murah Mulai Rp60 Jutaan! Pilihan Ramah Lingkungan Terbaik

Rabu, 9 April 2025 - 17:36 WIB

Dampak Kebijakan Tarif Impor Amerika, Pabrikan Otomotif Mulai Lakukan PHK Massal

Sabtu, 1 Maret 2025 - 18:32 WIB

Tak Kapok! Lagi-lagi Produsen Mobil Nekat Jual Data Pelanggan Diam-diam

Sabtu, 8 Februari 2025 - 05:49 WIB

Insentif Pajak Kendaraan Listrik 2025: Dorong Penggunaan Mobil Ramah Lingkungan

Kamis, 23 Januari 2025 - 12:45 WIB

Mitsubishi Hentikan Produksi Tiga SUV Andalan di Australia: Nasib Pajero Sport di Indonesia?

Senin, 6 Januari 2025 - 17:16 WIB

Legenda MotoGP, Valentino Rossi Dianugerahi Putri Kedua

Minggu, 29 Desember 2024 - 14:38 WIB

Pengguna Mobil Listrik Lebih Dominan Dibandingkan Dengan Mobil Konvensional, Benarkah?

Berita Terbaru