Kabar Baik untuk Mahasiswa! Beasiswa KIP Tidak Akan Dipotong

- Jurnalis

Jumat, 14 Februari 2025 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani gelar konferensi pers di DPR. (Suara.com/Bagaskara)

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani gelar konferensi pers di DPR. (Suara.com/Bagaskara)

1TULAH.COM-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memberikan klarifikasi soal kabar beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) ikut terimbas dari kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.

Sri Mulyani mengeklaim jika beasiswa KIP sama sekali tak dikurangi atau pun dipotong meski ada pemangkasan anggaran terhadap sejumlah kementerian/lembaga.

“Mengenai berita munculnya terkait beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), kami tegaskan bahwa beasiswa Kartu Indonesia Pintar tidak dilakukan pemotongan atau pengurangan,” kata Sri Mulyani dalam konferensi persnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/2/2025).

Ia mengatakan, untuk mendapatkan data jumlah penerima beasiswa KIP untuk tahun anggaran 2025 adalah sebesar 1.040.192 mahasiswa penerima beasiswa.

“Jumlah anggaran untuk beasiswa Kartu Indonesia Pintar untuk 1.040.192 mahasiswa tersebut adalah sebesar 14.698.000.000 rupiah (triliun),” katanya.

“Anggaran tersebut tidak terkena pemotongan dan tidak dikurangi,” sambungnya.

Untuk itu, ia memastikan, seluruh mahasiswa yang telah dan sedang menerima beasiswa KIP dapat meneruskan program belajar seperti biasanya.

Baca Juga :  Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri

“Sementara itu, beasiswa lain yang sedang berjalan yaitu 40.030 beasiswa penerima LPDP, Kemendikti Saintek yaitu beasiswa pendidikan Indonesia, dan beasiswa Indonesia Bangkit di bawah Kementerian Agama juga tetap berjalan sesuai dengan kontrak beasiswa yang sudah dilakukan,” pungkasnya.

Viral

Sebelumnya, efisiensi anggaran yang ditetapkan pemerintah berdampak pada pemberian dana beasiswa dan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Pemotongan besar-besaran tersebut rupanya menuai kritik dari warganet di media sosial.

KIPK sendiri menduduki Trending Topik X Indonesia dengan mayoritas warganet marah terhadap keputusan pemerintah memangkas dana pendidikan. Hal ini terlihat dalam salah satu menfess di akun X @sbmptnfess, di mana pengirim menfess tersebut merupakan salah satu anak yang berharap dapat menerima bantuan KIP Kuliah.

“Aku gemeter, ini beneran? As anak yang cuma bisa ngarepin KIPK buat kuliah (pengumuman cepat, nggak ngeluarin modal dulu karena nggak ada yang biayai) nggak tau lagi harus ngapain wkwkw,” bunyi menfess tersebut.

Baca Juga :  Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam

Unggahan itu menyertakan rincian pemotongan dana KIP Kuliah dan beasiswa, baik itu untuk Beasiswa Pendidikan Indonesia dan Beasiswa ADIK.

Dalam uraian tersebut, program KIP Kuliah yang memiliki pagu awal sebesar Rp 14,698 triliun dipangkas menjadi sebesar Rp 1,310 triliun karena efisiensi. Sementara Beasiswa Pendidikan Indonesia yang pagu awalnya sebesar Rp 194 miliar, terkena efisiensi menjadi Rp 19,47 miliar. Terakhir, beasiswa ADIK memiliki pagu awal Rp 213 miliar menjadi Rp 21,3 miliar.

Tak hanya itu, dampak efisiensi tersebut juga akan membuat penerima KIP sebanyak 663.821 dari 844.174 mahasiswa tidak dapat dibayarkan pada 2025, sehingga terancam putus kuliah. Selain itu, sebanyak 12 orang penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia di luar negeri untuk program S3 berpotensi terlantar di luar negeri. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Setahun Berjuang Lawan Sakit, Guruh Soekarnoputra Mengembuskan Napas Terakhir di RS Siloam
Soroti Kesenjangan Infrastruktur, DPRD Kalteng sebut 61 Persen Jalan Kabupaten/Kota Belum Mantap
Pihak Ferdy Sambo Bantah Temuan Ombudsman Soal Fasilitas Sel Mewah di Lapas Cibinong
Heriyus: MTQ XI Harus Jadi Momentum Mengamalkan Nilai Al-Qur’an
Diduga Peras Indomaret hingga Minta Diskon Rumah 70 Persen, Bupati Gowa Jadi Tersangka Korupsi
DPRD Kalteng Minta Pelayanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Diprioritaskan, Jarak Jangan Jadi Penghalang
Komdigi Pastikan Surat Pemadaman Internet Nasional 25–27 September 2026 Adalah Hoaks
Usut Pungli Rp150 Ribu dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar Turunkan Tim Khusus
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 09:14 WIB

Setahun Berjuang Lawan Sakit, Guruh Soekarnoputra Mengembuskan Napas Terakhir di RS Siloam

Sabtu, 26 September 2026 - 05:15 WIB

Soroti Kesenjangan Infrastruktur, DPRD Kalteng sebut 61 Persen Jalan Kabupaten/Kota Belum Mantap

Sabtu, 26 September 2026 - 05:04 WIB

Pihak Ferdy Sambo Bantah Temuan Ombudsman Soal Fasilitas Sel Mewah di Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 - 16:30 WIB

Heriyus: MTQ XI Harus Jadi Momentum Mengamalkan Nilai Al-Qur’an

Jumat, 25 September 2026 - 13:45 WIB

DPRD Kalteng Minta Pelayanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Diprioritaskan, Jarak Jangan Jadi Penghalang

Jumat, 25 September 2026 - 13:19 WIB

Komdigi Pastikan Surat Pemadaman Internet Nasional 25–27 September 2026 Adalah Hoaks

Jumat, 25 September 2026 - 06:10 WIB

Usut Pungli Rp150 Ribu dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar Turunkan Tim Khusus

Jumat, 25 September 2026 - 05:40 WIB

Gandeng BRIN dan Ilmuwan, BPGMN Siapkan AI dan Teknologi Water Injection Cegah Karhutla

Berita Terbaru