Naturalisasi Pemain Timnas untuk Piala Dunia 2026: Kemenkum Janji Percepat Prosesnya!

- Jurnalis

Rabu, 29 Januari 2025 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas. (Suara.com/Novian)

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas. (Suara.com/Novian)

1TULAH.COM-Harapan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026 semakin membara. Pemerintah melalui Kementerian Hukum (Kemenkum) menegaskan komitmen penuh untuk mendukung proses naturalisasi pemain demi memperkuat skuad Garuda. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas timnas dan membuka jalan menuju panggung dunia.

Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, menyatakan bahwa harapan Indonesia tampil di Piala Dunia adalah harga mati. Kemenkumham akan memberikan dukungan penuh terhadap proses naturalisasi pemain yang dinilai potensial untuk memperkuat timnas.

“Pokoknya kita Kementerian Hukum pasti akan support PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Harapan rakyat Indonesia untuk tampil di Piala Dunia itu harga mati,” tegas Supratman.

Proses Naturalisasi Dipercepat

Kemenkumham berupaya mempercepat proses naturalisasi pemain. Rencananya, pengambilan sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) akan dilakukan di DPR pada 8 Februari mendatang. Beberapa pemain yang saat ini dalam proses naturalisasi antara lain Ole Romeny dan Jairo Riedewald.

Baca Juga :  Bencana Karhutla dan Kabut Asap di Kalteng: DPRD Desak Faskes Siaga Full dan Maksimalkan Pelayanan ISPA

“Insyaallah tanggal 8 Februari yang akan datang kita akan mengambil sumpah. Mudah-mudahan proses di DPR ini cepat bergulir,” ujar Supratman, Rabu (29/1/2025).

Potensi Pemain Naturalisasi Lain

Selain Ole dan Jairo, PSSI dikabarkan akan memproses naturalisasi dua pemain lainnya yang berposisi sebagai striker dan kiper. Informasi ini disampaikan oleh Yussa Nugraha melalui kanal Youtube miliknya.

Manfaat Naturalisasi Pemain

Naturalisasi pemain dapat memberikan beberapa manfaat bagi Timnas Indonesia:

  • Meningkatkan Kualitas Tim: Pemain naturalisasi umumnya memiliki kualitas yang lebih baik karena telah bermain di liga-liga Eropa.
  • Memperkaya Taktik: Kehadiran pemain naturalisasi dapat memberikan variasi taktik bagi pelatih.
  • Meningkatkan Daya Saing: Dengan pemain yang berkualitas, Timnas Indonesia diharapkan dapat lebih bersaing di level internasional.
Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Mulai Turun September–Oktober 2026, Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Mereda

Tantangan Naturalisasi Pemain

Proses naturalisasi pemain juga memiliki tantangan tersendiri, antara lain:

  • Adaptasi: Pemain naturalisasi perlu waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan dan gaya bermain Timnas Indonesia.
  • Kekompakan Tim: Perlu upaya untuk membangun kekompakan antara pemain naturalisasi dan pemain lokal.
  • Dukungan Masyarakat: Masyarakat juga perlu memberikan dukungan kepada pemain naturalisasi agar dapat memberikan performa terbaiknya.

Dukungan penuh dari pemerintah terhadap naturalisasi pemain merupakan langkah penting untuk mewujudkan mimpi Indonesia tampil di Piala Dunia 2026. Dengan pemain-pemain berkualitas, Timnas Indonesia diharapkan dapat meraih prestasi yang lebih baik di kancah internasional. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

SiLPA Anjlok Jadi Rp10 Miliar, Struktur Belanja APBD Perubahan Barito Selatan Dipangkas Rp200 M
Wabup Barsel Instruksikan Pembentukan Posko Karhutla dan Distribusi Air Bersih di Setiap Kecamatan
Dugaan Cacat Syarat Pendidikan Gibran Disidangkan di MK, Ini Poin Gugatan Pemohon
DPRD Kalteng Dukung Pembukaan Rekening Bansos, Purdiono: Pemberdayaan Ekonomi Jauh Lebih Penting
Jokowi Hadiri Rakorda PSI Kabupaten Bekasi, Alasan Baru Tunjukkan KTA: “Suka-suka Saya Dong!”
Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026
Kemenimipas Bongkar Temuan Sidak di Lapas Cibinong: Pintu Sel Diperiksa Satu per Satu!
Membaca Dinamika Gambut Indonesia: Mengapa Matematika dan Pemodelan Sains Menjadi Kunci Menjaga Keseimbangan Karbon Bumi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:54 WIB

SiLPA Anjlok Jadi Rp10 Miliar, Struktur Belanja APBD Perubahan Barito Selatan Dipangkas Rp200 M

Senin, 28 September 2026 - 13:31 WIB

Dugaan Cacat Syarat Pendidikan Gibran Disidangkan di MK, Ini Poin Gugatan Pemohon

Senin, 28 September 2026 - 06:53 WIB

DPRD Kalteng Dukung Pembukaan Rekening Bansos, Purdiono: Pemberdayaan Ekonomi Jauh Lebih Penting

Senin, 28 September 2026 - 06:48 WIB

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Kabupaten Bekasi, Alasan Baru Tunjukkan KTA: “Suka-suka Saya Dong!”

Senin, 28 September 2026 - 04:30 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026

Minggu, 27 September 2026 - 09:28 WIB

Kemenimipas Bongkar Temuan Sidak di Lapas Cibinong: Pintu Sel Diperiksa Satu per Satu!

Minggu, 27 September 2026 - 09:17 WIB

Membaca Dinamika Gambut Indonesia: Mengapa Matematika dan Pemodelan Sains Menjadi Kunci Menjaga Keseimbangan Karbon Bumi

Sabtu, 26 September 2026 - 09:14 WIB

Setahun Berjuang Lawan Sakit, Guruh Soekarnoputra Mengembuskan Napas Terakhir di RS Siloam

Berita Terbaru