Wabup Barsel Instruksikan Pembentukan Posko Karhutla dan Distribusi Air Bersih di Setiap Kecamatan

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Barsel Kristianto Yudha (tengah) saat memimpin Rakor Karhutla, yang berlangsung di Aula Setda, Senin (28/9/2026). Foto. Alifansyah/1tulah.com

Wabup Barsel Kristianto Yudha (tengah) saat memimpin Rakor Karhutla, yang berlangsung di Aula Setda, Senin (28/9/2026). Foto. Alifansyah/1tulah.com

1tulah.com, BUNTOK-Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan ekstrem pada 2026.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) Khristanto Yudha, yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Barsel, Senin (28/9/2026).

Tampak hadir dalam Rakor tersebut Kapolres Barsel AKBP Eko Mardianto, Dandim 1012/Buntok Kolonel Inf. Muh. Edi, Pj Sekda Ita Minarni, para Asisiten, Kepala Pelaksana BPBD, para Kepala OPD, para camat se-Kabupaten Barsel, serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri (Kejari), dan perwakilan dari BPKG Sanggu Buntok.

Dalam rapat tersebut, BPBD Barsel memaparkan hasil kaji cepat di lapangan, sejumlah wilayah di Kecamatan Dusun Selatan, Dusun Utara dan Karau Kuala disebut mulai mengalami penurunan debit air serta kekeringan pada lahan gambut.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan titik panas atau hotspot apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Sementara itu, dari keterangan BMKG Sanggu Buntok menyampaikan informasi terkait prakiraan cuaca dan kondisi curah hujan, dimana data yang dipaparkan dalam Rakor menunjukkan curah hujan berada di bawah normal dengan potensi peningkatan hotspot hingga 40 persen.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Dukung Pembukaan Rekening Bansos, Purdiono: Pemberdayaan Ekonomi Jauh Lebih Penting

Kondisi tersebut juga disebut dapat meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih hingga kabut asap.

Menanggapi kondisi tersebut, Wabup Khristanto Yudha meminta kepada seluruh OPD dan para Camat agar meningkatkan kesiapsiagaan.

“Hasil kaji cepat BPBD dan data BMKG Sanggu ini harus menjadi atensi serius kita, saya perintahkan BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan para Camat untuk menyiapkan langkah mitigasi, mulai dari distribusi air bersih, sosialisasi larangan membakar lahan, hingga menyiapkan posko siaga Karhutla di setiap kecamatan,” ujar Kristianto Yudha.

Sementara itu, Kapolres Barsel AKBP Eko Mardianto mengatakan, Polri bersama TNI siap mendukung langkah pencegahan Karhutla.

“Polres Barsel akan mengintensifkan patroli terpadu dan turun langsung ke masyarakat yang sangat membutuhkan. Kami juga akan melakukan penegakan hukum secara tegas bagi oknum yang sengaja membakar hutan dan lahan. Pencegahan lebih utama, tapi hukum tetap berjalan,” tutur Kapolres

Baca Juga :  Jokowi Hadiri Rakorda PSI Kabupaten Bekasi, Alasan Baru Tunjukkan KTA: "Suka-suka Saya Dong!"

sementara Dandim 1012/Buntok Kolonel Inf. Muh. Edi menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan Babinsa untuk membantu pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah rawan.

“TNI AD siap bersinergi, kami sudah instruksikan kepada seluruh Babinsa dan pasukan yang berada di Barsel dan Bartim untuk membantu pemerintah daerah dalam penyaluran bantuan serta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” kata Dandim.

Rakor menghasilkan sejumlah langkah tindak lanjut, di antaranya percepatan turun ke lapangan dalam beberapa hari ke depan, pembuatan kolam serta pendalaman sungai yang mulai mengering untuk mendukung ketersediaan air bagi masyarakat.

Pemkab Barsel juga membahas penetapan status Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan di wilayah tersebut sebagai bagian dari langkah antisipasi menghadapi kondisi ekstrem. (Alifansyah)

Berita Terkait

Kualitas Air Belum Normal, PDAM Diminta Beri Kompensasi
Dugaan Cacat Syarat Pendidikan Gibran Disidangkan di MK, Ini Poin Gugatan Pemohon
DPRD Kalteng Dukung Pembukaan Rekening Bansos, Purdiono: Pemberdayaan Ekonomi Jauh Lebih Penting
Jokowi Hadiri Rakorda PSI Kabupaten Bekasi, Alasan Baru Tunjukkan KTA: “Suka-suka Saya Dong!”
Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026
Karhutla Kalteng Masih Kritis, 13.435 Personel Gabungan Dikerahkan
Kemenimipas Bongkar Temuan Sidak di Lapas Cibinong: Pintu Sel Diperiksa Satu per Satu!
Membaca Dinamika Gambut Indonesia: Mengapa Matematika dan Pemodelan Sains Menjadi Kunci Menjaga Keseimbangan Karbon Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 19:13 WIB

Wabup Barsel Instruksikan Pembentukan Posko Karhutla dan Distribusi Air Bersih di Setiap Kecamatan

Senin, 28 September 2026 - 15:40 WIB

Kualitas Air Belum Normal, PDAM Diminta Beri Kompensasi

Senin, 28 September 2026 - 13:31 WIB

Dugaan Cacat Syarat Pendidikan Gibran Disidangkan di MK, Ini Poin Gugatan Pemohon

Senin, 28 September 2026 - 06:53 WIB

DPRD Kalteng Dukung Pembukaan Rekening Bansos, Purdiono: Pemberdayaan Ekonomi Jauh Lebih Penting

Senin, 28 September 2026 - 06:48 WIB

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Kabupaten Bekasi, Alasan Baru Tunjukkan KTA: “Suka-suka Saya Dong!”

Minggu, 27 September 2026 - 22:20 WIB

Karhutla Kalteng Masih Kritis, 13.435 Personel Gabungan Dikerahkan

Minggu, 27 September 2026 - 09:28 WIB

Kemenimipas Bongkar Temuan Sidak di Lapas Cibinong: Pintu Sel Diperiksa Satu per Satu!

Minggu, 27 September 2026 - 09:17 WIB

Membaca Dinamika Gambut Indonesia: Mengapa Matematika dan Pemodelan Sains Menjadi Kunci Menjaga Keseimbangan Karbon Bumi

Berita Terbaru

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda saat membagikan air bersih gratis baru-baru ini. Fraksi Keadilan Pembangunan Nasional Demokrat (KPDN) DPRD Seruyan menyoroti pelayanan air bersih yang dikelola PDAM, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi mengganggu distribusi kepada masyarakat seperti saat ini.

Seruyan

Kualitas Air Belum Normal, PDAM Diminta Beri Kompensasi

Senin, 28 Sep 2026 - 15:40 WIB