Kekerasan Seksual Berbasis Gender: Ancaman Nyata di Era Digital

- Jurnalis

Minggu, 8 Desember 2024 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kekerasan (Unsplash/Keenan Constance)

Ilustrasi kekerasan (Unsplash/Keenan Constance)

1TULAH.COM-Kekerasan seksual berbasis gender (KSBG) semakin menjadi perhatian serius di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Kemudahan akses internet dan maraknya penggunaan media sosial telah membuka peluang baru bagi pelaku untuk melakukan kekerasan seksual secara daring.

Data dari Komnas Perempuan menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan. Pelaku KSBG tidak hanya terbatas pada orang asing, namun seringkali berasal dari lingkungan terdekat korban, seperti mantan pacar, pacar, teman, atau bahkan kenalan online.

“Temuan ini menunjukkan bahwa kekerasan seksual tidak mengenal batas ruang dan waktu. Pelaku dapat dengan mudah melakukan kekerasan melalui dunia maya tanpa harus berhadapan langsung dengan korban,” ungkap Rainy Hutabarat, komisioner Komnas Perempuan.

Data Komnas Perempuan, pelaku terbanyak dari KSBG ialah mantan pacar (402 kasus), disusul pacar (203 kasus). Selain itu, pelaku- pelaku lainnya berstatus sebagai teman online (108 kasus), kenalan online (67 kasus) dan teman (51 kasus).

Baca Juga :  Upacara HUT Ke-81 RI di Mura Berlangsung Khidmat, Heriyus Ajak Jaga Semangat Kebangsaan

“Temuan terkait relasi antara korban dengan pelaku KSBG ini semakin menegaskan bahwa pelaku kekerasan sebagian besar menjalin hubungan personal dengan korban,” kata komisioner Komnas Perempuan Rainy Hutabarat dalam diskusi 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan bersama UNiTE di Jakarta, Minggu (8/12/2024).

Mengapa KSBG Semakin Marak?

  • Akses Teknologi yang Mudah: Hampir semua orang memiliki akses ke internet dan media sosial, sehingga memudahkan pelaku untuk menemukan dan menghubungi korban.
  • Anonimitas: Pelaku dapat bersembunyi di balik identitas palsu, sehingga merasa aman untuk melakukan tindakan kekerasan tanpa takut tertangkap.
  • Kurangnya Pemahaman: Banyak orang, terutama generasi muda, belum sepenuhnya memahami tentang kekerasan seksual dan bagaimana cara mencegahnya.
  • Minimnya Pelaporan: Korban seringkali enggan melaporkan kasus KSBG karena takut stigma sosial, ancaman dari pelaku, atau proses hukum yang panjang.
Baca Juga :  Tutup Mura Expo 2026, Heriyus Dorong Semangat Inovasi dan Kolaborasi

Dampak KSBG

KSBG dapat menimbulkan dampak psikologis yang sangat serius bagi korban, seperti trauma, depresi, dan kecemasan. Selain itu, korban juga dapat mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dan membangun hubungan interpersonal.

Upaya Pencegahan

Untuk mencegah KSBG, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak, antara lain:

  • Peningkatan kesadaran: Masyarakat perlu diberikan edukasi tentang kekerasan seksual dan bagaimana cara mencegahnya.
  • Penguatan penegakan hukum: Hukum terkait kekerasan seksual perlu diperkuat dan penegakannya harus lebih tegas.
  • Perlindungan bagi korban: Korban harus mendapatkan perlindungan dan dukungan yang memadai, baik dari keluarga, teman, maupun lembaga terkait.
  • Kerjasama lintas sektor: Pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta perlu bekerja sama untuk mencegah dan mengatasi KSBG. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Minta Kader Rapat Barisan, Megawati Kenang Militansi Banteng Jatim Lawan Orde Baru
Dana Operasional Aksi Rp80,9 Juta Dibekukan, Bank Mandiri Diduga Melanggar Prosedur Hukum
Program MBG Pakai Bahan Baku Lokal: DPRD Kalteng Dukung SPPG Belanja di Koperasi Desa Merah Putih
Kabut Asap Kalteng Makin Pekat, DPRD Minta Dana Darurat Segera Dicairkan!
Santri Pondok Pasantren Sambut PAN Murung Raya untuk Salurkan Bantuan Logistik dan Santunan
Mini Turnamen Domino Orado: 4 Tim Unggulan tersingkir, Kuda Hitam AS melejit
KPK Didesak Usut Hasil Kebun Sawit Sitaan PT Agrinas Palma Nusantara, Potensi Kerugian Negara Triliunan Rupiah
KPK Ungkap Orang Tua Bayar Rp650 Juta agar Anak Masuk FK Unsoed
Tag :

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 05:35 WIB

Minta Kader Rapat Barisan, Megawati Kenang Militansi Banteng Jatim Lawan Orde Baru

Senin, 24 Agustus 2026 - 05:28 WIB

Dana Operasional Aksi Rp80,9 Juta Dibekukan, Bank Mandiri Diduga Melanggar Prosedur Hukum

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:34 WIB

Program MBG Pakai Bahan Baku Lokal: DPRD Kalteng Dukung SPPG Belanja di Koperasi Desa Merah Putih

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Kabut Asap Kalteng Makin Pekat, DPRD Minta Dana Darurat Segera Dicairkan!

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Santri Pondok Pasantren Sambut PAN Murung Raya untuk Salurkan Bantuan Logistik dan Santunan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Mini Turnamen Domino Orado: 4 Tim Unggulan tersingkir, Kuda Hitam AS melejit

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:41 WIB

KPK Didesak Usut Hasil Kebun Sawit Sitaan PT Agrinas Palma Nusantara, Potensi Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:10 WIB

KPK Ungkap Orang Tua Bayar Rp650 Juta agar Anak Masuk FK Unsoed

Berita Terbaru