1TULAH.COM-Prabowo Subianto, melalui buku strateginya, mendorong pembangunan data center berbasis energi baru terbarukan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Simak analisis mendalamnya dalam artikel ini.
Dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada periode 2024-2029, pemerintah semakin gencar mendorong pengembangan ekonomi digital. Salah satu strategi kunci yang diusulkan oleh Prabowo Subianto, melalui buku strateginya, adalah pembangunan data center berbasis energi baru terbarukan.
Dirgayuza Setiawan, editor buku tersebut, menjelaskan bahwa data center memiliki peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital. “Dalam lima tahun ke depan, kapasitas data center dunia akan naik signifikan, dan Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama di sektor ini,” ujarnya dalam diskusi IndoTelko Forum.
Mengapa Data Center Penting?
Data center merupakan jantung dari segala aktivitas digital. Di sinilah data disimpan, diproses, dan didistribusikan. Semakin banyak data yang dihasilkan, semakin besar pula kebutuhan akan kapasitas data center. Dengan membangun data center yang kuat, Indonesia dapat:
- Mendorong inovasi: Data center menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan big data.
- Meningkatkan produktivitas: Data center dapat membantu perusahaan-perusahaan meningkatkan efisiensi dan produktivitas mereka melalui otomatisasi dan analisis data.
- Menarik investasi: Pembangunan data center dapat menarik investasi asing langsung (FDI) yang besar, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan devisa negara.
Energi Baru Terbarukan sebagai Solusi
Salah satu tantangan dalam pengembangan data center adalah konsumsi energi yang tinggi. Namun, Dirgayuza meyakini bahwa masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan energi baru terbarukan (EBT). “Dengan pasokan EBT yang stabil, biaya operasional data center dapat ditekan, sehingga daya saing Indonesia semakin meningkat,” tambahnya.
Potensi Indonesia
Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat data center di kawasan Asia Tenggara. Beberapa faktor yang mendukung hal ini antara lain:
- Ketersediaan sumber daya alam: Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti panas bumi dan tenaga surya, yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik.
- Letak geografis yang strategis: Posisi Indonesia yang berada di tengah-tengah Asia Tenggara membuatnya strategis sebagai pusat interkoneksi data.
- Dukungan pemerintah: Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan ekonomi digital melalui berbagai kebijakan dan insentif.
Tantangan yang Harus Dihadapi
Meskipun potensi Indonesia sangat besar, masih ada beberapa tantangan yang harus diatasi, seperti:
- Regulasi: Perlu adanya regulasi yang jelas dan kondusif untuk investasi di sektor data center.
- Ketersediaan tenaga ahli: Indonesia masih kekurangan tenaga ahli di bidang data center.
- Infrastruktur: Infrastruktur telekomunikasi perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan data center.
Pembangunan data center berbasis energi baru terbarukan merupakan langkah strategis untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki, Indonesia dapat menjadi pemain kunci dalam industri data center global dan mendorong kemajuan ekonomi digital di dalam negeri. (Sumber:Suara.com)

![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)


















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



