Malas Minum Air Putih Dapat Picu Gagal Ginjal Kronis? Begini Faktanya

- Jurnalis

Minggu, 14 Juli 2024 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita minum air (Unsplash/enginakyurt)

Ilustrasi wanita minum air (Unsplash/enginakyurt)

1TULAH.COM – Gagal ginjal kronis adalah kondisi kesehatan serius di mana ginjal tidak lagi mampu berfungsi dengan baik. Ginjal bertugas menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah untuk dibuang melalui urine.

Pada tahap lanjut, kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan cairan, elektrolit, dan limbah berbahaya dalam tubuh.

Kebiasaan kurang minum air putih sering disebut-sebut sebagai salah satu penyebab gagal ginjal.

Menurut dr. Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH, kurang minum air bisa menjadi faktor risiko masalah ginjal, namun bukan satu-satunya. Minum air putih harus dalam jumlah cukup, bukan berlebihan.

Baca Juga :  Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Selain kurang minum, penyakit seperti hipertensi dan diabetes juga merupakan faktor risiko gagal ginjal kronis.

Faktor risiko lainnya termasuk genetika, obesitas, masalah hati, dan riwayat gagal ginjal akut. Gagal ginjal kronis sering disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari fisik, lingkungan, gaya hidup, hingga sosial.

dr. Tunggul juga menekankan bahwa perkembangan gagal ginjal kronis adalah proses panjang. Jika ditangani sejak dini, dampak buruknya bisa dicegah.

Baca Juga :  Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Namun, seringkali penyakit ini tidak menunjukkan gejala jelas pada tahap awal, sehingga penting untuk menerapkan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Penyakit ini berkembang perlahan tetapi progresif.

Pencegahan gagal ginjal kronis mencakup adopsi gaya hidup sehat, seperti konsumsi makanan dalam jumlah moderat, rutin berolahraga, dan mengubah gaya hidup jika memiliki faktor risiko tertentu.

Penulis : Laili Rukhmina

Berita Terkait

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Berita Terbaru