Nikita Willy Bagikan Tips Sembuhkan Trauma Makan pada Anak

- Jurnalis

Senin, 24 Juni 2024 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

1TULAH.COM – Aktris Nikita Willy berbagi pengalaman tentang bagaimana dia mengatasi trauma makan yang dialami oleh anak pertamanya, Isa, setelah mereka pulang dari perjalanan panjang di Jepang bersama kakek dan neneknya.

Selama di Jepang, Isa diberi banyak camilan enak oleh kakek dan neneknya, yang membuatnya terbiasa dengan makanan yang tidak biasa di rumah.

Setelah pulang ke Indonesia, Isa menunjukkan tanda-tanda trauma makan dengan menangis setiap kali harus duduk di kursi makan. Nikita Willy kemudian menerapkan metode “reset week” untuk membantu mengatasi trauma ini.

Selama satu minggu, Nikita fokus untuk mendekatkan Isa kembali dengan makanan, tanpa memberi tekanan untuk makan. Dia mempelajari menu makanan yang dapat menarik minat Isa dan berdiri di sampingnya saat Isa makan.

Baca Juga :  Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Nikita tidak memberikan komentar atau tekanan apapun agar Isa tidak semakin trauma, melainkan memastikan Isa merasa aman dan fokus pada proses makan.

Menanggapi hal ini, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, Dr. Dr. Titis Prawitasari, SpA(K), menyoroti pentingnya konsistensi dan edukasi dalam mengatasi distraksi selama waktu makan anak.

Dia menekankan bahwa anggota keluarga seperti kakek dan nenek secara tidak sengaja bisa menjadi distraktor selama makan, dan hal ini perlu ditangani dengan disiplin dan edukasi yang tepat.

Baca Juga :  Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Titis juga menyarankan untuk memastikan waktu makan anak tidak terlalu panjang dan tidak terganggu oleh aktivitas atau gadget di sekitarnya. Dia menekankan bahwa konsistensi dalam pola makan dan kesabaran dalam praktiknya adalah kunci untuk mencegah trauma makan pada anak.

Dengan pendekatan yang tepat dari Nikita Willy dan saran dari Titis Prawitasari, diharapkan Isa dan anak-anak lainnya yang mengalami masalah serupa dapat pulih dari trauma makan mereka dan kembali menikmati proses makan dengan nyaman dan sehat.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Berita Terbaru