1tulah.com, MUARA TEWEH– Terungkapnya kasus pembunuhan terhadap Rito Riandi alias Ndi (31) warga Desa Kamawen, pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada polisi. Ungkapan tulus ini lebih khusus mereka sampaikan kepada Kapolsek Montallat Iptu Rahmat Tuah.
“Saya atas nama keluarga mengucapkan terima kasih kepada Polisi karena sudah bisa mengungkap kasus pembunuhan yang menimpa keponakan saya. Kami tak bisa membalasnya, hanya doa yg bisa kami panjatkan, dan biar Tuhan membalas kebaikan,” kata Alice, bibi dari Rito Riadi bertutur dihadapan Kapolsek Montallat Iptu Rahmat Tuah.
Hal senada juga diungkapkan Kakak korban Ricky Nuari mengucapkan terima kasih tak terhingga, karena berhasil mengungkap kasus pembunuhan sulit ini.
Sementara itu Kapolsek Montallat Iptu Rahmat Tuah mengatakan, keberhasilan mereka mengungkap kasus inipun tidak akan berhasil jika tak ada kerjasama warga masyarakat. Karena menurut Rahmat, tanpa kerjasama masyarakat, tentu kerja keras polisi tak akan berhasil.
“Semoga dengan terungkapnya kasus pembunuhan ini, almarhum bisa tenang di alam sana, dan keluarga ditinggalkan iklas. Hal terpenting, semua pelaku dapat kita tangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Iptu Rahmat Tuah, Selasa (22/12/2020).
sementara itu, bertepatan hari ini pula Selasa, di Desa Kamawen keluarga korban pembunuhan melakukan prosesi penguburan kembali anggota tubuh tubuh korban An. RITO RIADI berupa tulang paha sebelah kanan yang kemarin rencana akan di lakukan tes DNA.
Pemakaman ulang ini turut dihadiri langsung oleh Kapolsek Montallat Iptu Rahmat Tuah dan Wakapolsek Ipda Margono dan warga Desa Kamawen.
Rito Riadi alis Ndi (31) merupakan korban pembunuhan berencana oleh lima pelaku di Desa Kamawen Kecamatan Montallat. Dua dari pelaku masih merupakan keluarga dari korban yaitu Iskandar dan Wareta. Sementara tiga pelaku lain Bang Tomo, Aman Jaya dan Atir Muhamad merupakan teman akrab dan tetangga korban.
Ia dibunuh lantaran dituduh sering mengganggu dan mengancam anak dari dua pelaku. Peristiwanya terjadi di Bulan Agustus 2020. guna mengelabui warga desa dan aparat kepolisian, korban setelah di eksekusi mereka gantung di tiang atap rumah, dan dikabarkan jika korban tewas gantugn diri. Tiga bulan ebrselang, polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan ini.(eni)



![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)



















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


