Jokowi Apresiasi Penataan Balikpapan Hijau dan Ramah Lingkungan

- Jurnalis

Selasa, 4 Juni 2024 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nym]

Presiden Joko Widodo [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nym]

 

1TULAH.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasinya terhadap transformasi Kota Balikpapan menjadi kota yang hijau dan ramah lingkungan, dengan memperhatikan keindahan alam dan kenyamanan warga.

Saat berbicara dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVII di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Kaltim, Jokowi menekankan pentingnya pembangunan kota yang tidak hanya memperhatikan infrastruktur, tetapi juga aspek kehijauan dan kenyamanan bagi penduduknya.

Menurut Jokowi, pembangunan kota masa kini harus mengadopsi konsep yang lebih berkelanjutan, dengan menjadi ramah bagi pejalan kaki, penyandang disabilitas, pengguna sepeda, perempuan, dan tentunya, lingkungan.

Baca Juga :  KPK Bakal Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Dia menambahkan bahwa kota ideal harus memiliki karakteristik ‘green, smart, dan friendly’. Jokowi juga menyoroti penggunaan beton dan paving blok yang berlebihan, mengusulkan penggunaan paving grass untuk menciptakan lebih banyak ruang hijau.

Presiden menyoroti pentingnya pohon di sepanjang trotoar sebagai tempat berteduh di negara tropis seperti Indonesia. Dia menegaskan bahwa kehijauan harus menjadi prioritas bagi seluruh kota di Indonesia, dan memberi contoh Balikpapan dan Surabaya sebagai teladan yang baik dalam menerapkan konsep tersebut.

Baca Juga :  BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS

Jokowi juga membicarakan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), yang dirancang untuk menjadi ibu kota yang paling hijau di dunia dengan konsep kota nusa rimba. Dia menekankan pentingnya konsistensi dalam menerapkan konsep hijau dalam pembangunan IKN.

Presiden menutup pidatonya dengan menyoroti perlunya desain ulang dan penataan ulang kota-kota yang sudah terlanjur padat dengan gedung dan beton. Dia mengajak kota-kota tersebut untuk berani mengurangi beberapa bangunan demi menciptakan taman kota yang lebih luas, menjelaskan bahwa tidak ada pilihan lain ketika kota sudah terlanjur padat dengan bangunan.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya
BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS
KPK Bakal Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Debit Sungai Barito Naik, BPBD Mura Imbau Warga Bataran Sungai Tingkatkan Kewaspadaan
Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Buntok dan Pemkab Barsel Teken MoU
KPK Usut Dugaan Pengumpulan Uang THR di RSUD Cilacap
Polisi Tetapkan 15 Pelaku Utama Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe
Diduga Langgar Etik, 3 Hakim Peradilan Militer Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilaporkan ke MA
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:01 WIB

Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:47 WIB

BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:59 WIB

KPK Bakal Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:26 WIB

Debit Sungai Barito Naik, BPBD Mura Imbau Warga Bataran Sungai Tingkatkan Kewaspadaan

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:37 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Buntok dan Pemkab Barsel Teken MoU

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:39 WIB

KPK Usut Dugaan Pengumpulan Uang THR di RSUD Cilacap

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:21 WIB

Polisi Tetapkan 15 Pelaku Utama Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:31 WIB

Diduga Langgar Etik, 3 Hakim Peradilan Militer Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilaporkan ke MA

Berita Terbaru