Mengenal Singlisme yang dapat Stigma Negatif dari Masyarakat

- Jurnalis

Minggu, 17 Maret 2024 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1TULAH.COM – Stigma dan perlakuan negatif seringkali dialami oleh orang yang lajang, baik di Indonesia maupun di negara lain. Fenomena ini dikenal dengan istilah singlisme, yang mengacu pada perlakuan tidak adil terhadap mereka yang belum menikah.

Singlisme dapat berupa stereotip dan stigmatisasi terhadap status lajang, di mana masyarakat seringkali melihatnya sebagai sesuatu yang rendah atau buruk. Bella DePaulo, seorang psikolog dan penulis, memperkenalkan istilah ini melalui blog “Living Single”nya, dan kemudian istilah ini diakui dan ditambahkan ke Kamus Bahasa Inggris Cambridge.

Baca Juga :  KPK Usut Kasus Permintaan Dana CSR oleh Eks Wali Kota Madiun

Bella menjelaskan bagaimana orang lajang menjadi sasaran stereotip, penolakan, kerugian ekonomi, dan diskriminasi, mirip dengan rasisme dan seksisme yang umum terjadi. Singlisme tidak hanya berlaku untuk orang lajang, tapi juga berhubungan dengan status perkawinan, di mana orang lajang sering kali menjadi korban perlakuan tidak adil.

Baca Juga :  Pelarian Berakhir di Wonogiri! Polresta Pati Tangkap Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Tersangka Pencabulan Puluhan Santriwati

Contoh singlisme dapat ditemui di berbagai bidang kehidupan, termasuk agama, tempat kerja, politik, dan media. Di Indonesia, orang yang lajang sering disebut dengan sebutan negatif seperti “perawan tua” atau “perjaka tua”, meskipun status tersebut bisa jadi pilihan mereka sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa singlisme masih menjadi masalah yang perlu diperhatikan dalam masyarakat.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Nyatakan Siap Minta Maaf Langsung
Kabar Penangkapan Syekh Ahmad Al Misry Hoaks, Polri: Posisinya Masih Dilacak!
Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota
KPK dan Ombudsman Bahas Kolaborasi Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi
KPK Usut Aktivitas Fadia Arafiq Saat jadi Bupati Pekalongan
Heriyus Tekankan Sportivitas dan Semangat Juang Kontingen FBIM
Rakerda TP-PKK Murung Raya Fokus Pemberdayaan dan Kesejahteraan
Kabar Baik bagi Tenaga Pendidik: DPRD Kalteng Pastikan Rekrutmen Guru ASN dan PPPK Terus Berlanjut
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:14 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Nyatakan Siap Minta Maaf Langsung

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kabar Penangkapan Syekh Ahmad Al Misry Hoaks, Polri: Posisinya Masih Dilacak!

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:52 WIB

Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:56 WIB

KPK dan Ombudsman Bahas Kolaborasi Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:53 WIB

KPK Usut Aktivitas Fadia Arafiq Saat jadi Bupati Pekalongan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:00 WIB

Heriyus Tekankan Sportivitas dan Semangat Juang Kontingen FBIM

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:36 WIB

Rakerda TP-PKK Murung Raya Fokus Pemberdayaan dan Kesejahteraan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:52 WIB

Kabar Baik bagi Tenaga Pendidik: DPRD Kalteng Pastikan Rekrutmen Guru ASN dan PPPK Terus Berlanjut

Berita Terbaru