Kabar Baik bagi Tenaga Pendidik: DPRD Kalteng Pastikan Rekrutmen Guru ASN dan PPPK Terus Berlanjut

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sudarsono, Wakil Ketua  Komisi I DPRD Kalteng.Foto.dok.1tulah.com

Sudarsono, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng.Foto.dok.1tulah.com

1TULAH.COM-Menanggapi isu miring mengenai penghentian penerimaan tenaga pendidik, Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono, memberikan pernyataan tegas yang menyejukkan.

Ia memastikan bahwa proses rekrutmen dan pengangkatan guru, baik melalui jalur Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tidak akan berhenti.

Menurut Sudarsono, kebutuhan akan tenaga pengajar di Kalteng justru diprediksi akan terus melonjak signifikan di tahun-tahun mendatang.

Guru Bukan Pegawai Biasa: Kebutuhan Utama Pendidikan

Sudarsono menekankan bahwa profesi guru memiliki karakteristik yang berbeda dengan pegawai administrasi pada umumnya. Guru adalah tulang punggung dunia pendidikan yang eksistensinya tidak bisa ditunda atau dikurangi secara sepihak.

“Seiring pertumbuhan sekolah dan jumlah murid, kebutuhan tenaga pendidik pasti terus meningkat,” ujar Sudarsono saat memberikan keterangan kepada awak media di Palangka Raya, Senin (12/5/2026).

Pemerintah, lanjutnya, memiliki kewajiban konstitusional untuk menjaga keberlangsungan tenaga pendidik. Hal ini mencakup perlindungan terhadap guru honorer yang saat ini tengah menanti peluang untuk diangkat menjadi ASN atau PPPK.

Baca Juga :  BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Tren Kebutuhan Guru: Sekolah Baru, Guru Baru

Salah satu alasan utama mengapa penghentian rekrutmen guru dianggap mustahil adalah pesatnya pembangunan infrastruktur pendidikan di Kalimantan Tengah. Sudarsono menyoroti fakta bahwa aspirasi masyarakat di tingkat desa untuk mendirikan SMA dan SMK baru terus mengalir.

Beberapa poin penting yang menjadi sorotan adalah:

  • Pembangunan Sekolah: Pembangunan sekolah baru di berbagai daerah terus berjalan untuk menjangkau pelosok.

  • Jumlah Siswa: Angka partisipasi sekolah yang meningkat otomatis menuntut rasio guru yang ideal.

  • Kebijakan Dinamis: Sudarsono meyakini pemerintah akan selalu menyesuaikan kebijakan rekrutmen berdasarkan fakta kebutuhan di lapangan.

“Saya pastikan jumlah guru tidak akan pernah berkurang, justru terus bertambah. Selama masih ada sekolah dan murid baru, eksistensi guru wajib dijaga pemerintah,” tegas politisi tersebut.

Pesan untuk Tenaga Honorer: Jangan Patah Semangat

Terkait adanya pernyataan atau wacana penghentian sementara penerimaan guru, Sudarsono meminta para tenaga honorer dan calon pendidik untuk tetap optimis. Ia menilai hal tersebut mungkin hanya dinamika kebijakan sesaat yang akan segera dievaluasi.

Baca Juga :  Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok

Ia memprediksi akan ada pembaruan kebijakan yang lebih segar dalam waktu dekat. “Kalau sekarang ada statement belum menerima lagi, saya yakin nanti menjelang 2027 akan ada kebijakan baru. Profesi guru ini tidak mungkin disamakan dengan pegawai biasa,” tambahnya.

Komitmen Pengangkatan PPPK dan ASN

Di akhir pernyataannya, Sudarsono kembali memberikan jaminan bahwa aspirasi para tenaga honorer untuk menjadi ASN atau PPPK tetap menjadi prioritas. DPRD Kalteng akan terus mengawal agar hak-hak tenaga pendidik dan kependidikan terpenuhi demi kemajuan kualitas pendidikan di Bumi Tambun Bungai.

“Saya optimistis tidak akan pernah ada pengurangan guru. Pengangkatan ASN guru, baik PPPK tenaga pendidik maupun kependidikan, akan terus berjalan,” pungkasnya. (Ingkit)

Berita Terkait

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara
Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI
Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Berita Terbaru