IGD RSUD dr Doris Sylvanus Membludak, DPRD Kalteng Soroti Profesionalisme Tenaga Medis

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tommy Irawan (kanan) berbincang dengan perwakilan Dinkes Kalteng saat berkunjung ke RSUD dr H Soemar- no Sosroatmodjo Kuala Kapuas, baru-baru ini.(Istimewa)

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tommy Irawan (kanan) berbincang dengan perwakilan Dinkes Kalteng saat berkunjung ke RSUD dr H Soemar- no Sosroatmodjo Kuala Kapuas, baru-baru ini.(Istimewa)

1TULAH.COM-Kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Doris Sylvanus kembali menjadi sorotan tajam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng).

Lonjakan jumlah pasien yang terus meningkat namun tidak dibarengi dengan penambahan kapasitas layanan dituding menjadi penyebab utama belum optimalnya pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Permasalahan kepadatan di IGD ini sebenarnya bukan isu baru. Sebagai rumah sakit rujukan utama di Bumi Tambun Bungai, RSUD dr Doris Sylvanus terus menghadapi tantangan klasik: keterbatasan ruang, kurangnya tenaga medis, serta tingginya arus pasien rujukan dari berbagai kabupaten di Kalteng.

Sorotan DPRD Kalteng: Kesiapan Tenaga Medis dan Profesionalisme

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran, mengungkapkan bahwa persoalan ini telah berulang kali menjadi bahan diskusi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Menurutnya, salah satu poin krusial yang perlu dievaluasi adalah kesiapan dan profesionalisme tenaga medis saat menghadapi situasi darurat (peak season).

“Memang ada beberapa kali RDP juga sudah disampaikan, kondisi yang pertama terkait kesiapan tenaga. Terutama saat pasien banyak, sementara tenaga dinilai kurang profesional dalam menangani situasi tersebut,” ujar Tomy Irawan Diran baru-baru ini.

Baca Juga :  Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Ketua Fraksi PAN DPRD Kalteng ini menambahkan bahwa meski pihak manajemen rumah sakit telah melakukan sejumlah upaya perbaikan, hasilnya belum dirasakan secara signifikan oleh masyarakat, terutama saat kondisi pasien sedang membludak.

Tantangan Kapasitas dan Pelayanan

Tomy menilai kualitas pelayanan di RSUD dr Doris Sylvanus cenderung relatif baik ketika jumlah pasien sedang normal. Namun, begitu terjadi lonjakan pasien secara drastis, sistem pelayanan di IGD sering kali kewalahan.

  • Kapasitas Terbatas: Ruang IGD yang tersedia tidak lagi mampu menampung volume pasien rujukan yang masuk setiap harinya.

  • Beban Kerja Tenaga Medis: Jumlah nakes yang tidak sebanding dengan pasien memicu kelelahan fisik dan penurunan kualitas layanan.

  • Sentimen Masyarakat: Kondisi membludak ini yang kemudian menciptakan persepsi negatif di mata publik mengenai lambannya penanganan di IGD.

Solusi Jangka Panjang: Sinergi dan Optimalisasi RS Kalawa Atei

DPRD Kalteng menegaskan bahwa pembenahan tidak bisa hanya dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh. Beberapa solusi yang didorong antara lain:

  1. Sinergi Antar Rumah Sakit: Mendorong koordinasi yang lebih erat antara RSUD dr Doris Sylvanus dengan rumah sakit lain di Kota Palangka Raya untuk memecah kepadatan pasien.

  2. Optimalisasi RS Kalawa Atei: Memaksimalkan peran RS Kalawa Atei agar dapat mengambil beban pasien rujukan tertentu sehingga tidak semua tertumpu di Doris Sylvanus.

  3. Pembangunan Rumah Sakit Baru: Mendukung rencana pengembangan fasilitas kesehatan baru di wilayah Kalimantan Tengah sebagai solusi jangka panjang.

Baca Juga :  Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

“Permasalahan di rumah sakit Doris ini memang sejak dulu ada, terutama di IGD. Memang ada perubahan tapi belum terlalu signifikan. Namun setidaknya sudah ada pergerakan ke arah perbaikan,” tutup Tomy.

Dengan adanya dorongan dari legislatif, diharapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah segera mengambil langkah konkret agar hak masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan layak dapat terpenuhi tanpa harus terkendala masalah kapasitas. (Ingkit)

Berita Terkait

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara
Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI
Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Berita Terbaru