Rupiah Tembus Rp17.500! Bank Indonesia Siapkan Strategi ‘Smart Intervention’ untuk Stabilisasi

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nilai tukar rupiah ditutup terhadap dolar AS sempat sentuh Rp17.500. [Antara]

Ilustrasi nilai tukar rupiah ditutup terhadap dolar AS sempat sentuh Rp17.500. [Antara]

1TULAH.COM-Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) tengah berada dalam tekanan hebat hingga menyentuh level Rp17.500. Menanggapi situasi ini, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pergerakan mata uang Garuda agar kembali ke level fundamentalnya melalui berbagai instrumen moneter.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa pelemahan ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan dinamika domestik yang terjadi secara bersamaan.

Faktor Pemicu: Tekanan Global hingga Musim Dividen

Menurut Destry, ketidakpastian global dan kenaikan harga minyak dunia menjadi beban dari sisi eksternal. Namun, di dalam negeri sendiri, terdapat lonjakan permintaan valuta asing (valas) yang cukup signifikan.

Beberapa faktor domestik yang memengaruhi stabilitas Rupiah saat ini antara lain:

  • Kebutuhan Korporasi: Banyak perusahaan dalam negeri memerlukan Dolar AS untuk pembayaran Utang Luar Negeri (ULN).

  • Pembagian Dividen: Musim pembagian dividen kepada pemegang saham asing meningkatkan permintaan konversi Rupiah ke Dolar.

  • Keperluan Ibadah Haji: Meningkatnya kebutuhan valas untuk biaya perjalanan ibadah haji turut mendorong naiknya permintaan Dolar di pasar domestik.

Baca Juga :  Anggaran Terbatas, DPRD Kalteng Bakal Coret Program Non-Prioritas Dinas PUPR di APBD Perubahan

Strategi Smart Intervention Bank Indonesia

Untuk meredam gejolak ini, Bank Indonesia menerapkan strategi intervensi yang terukur dan menyeluruh. BI memastikan akan selalu berada di pasar untuk menjaga keseimbangan supply dan demand.

“BI akan terus berkomitmen untuk selalu berada di pasar dengan melakukan smart intervention baik di pasar spot, DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), maupun NDF, serta mengoptimalkan semua instrumen operasi moneter,” jelas Destry Damayanti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/5/2026).

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi tekanan spekulasi dan memastikan ketersediaan likuiditas valas di pasar tetap memadai.

Aliran Modal Asing Masih Positif

Meskipun nilai tukar Rupiah sedang tertekan, Bank Indonesia mencatat hal positif dari sisi kepercayaan investor. Aset portofolio Indonesia dinilai masih sangat menarik bagi investor global.

Baca Juga :  Duet Mahfud MD - Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Menko Polkam

Data menunjukkan adanya aliran modal asing (inflows) yang masuk ke pasar keuangan domestik:

  • Total Inflow: Mencapai Rp61,6 triliun sepanjang April 2026.

  • Instrumen Utama: Aliran modal masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Masuknya modal asing ini menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih dipercaya oleh pelaku pasar internasional, di tengah fluktuasi nilai tukar yang terjadi.

Optimisme Rupiah Kembali Menguat

Bank Indonesia memperkirakan bahwa tekanan yang terjadi saat ini bersifat musiman. Begitu kebutuhan korporasi dan musim haji mereda, tekanan terhadap Rupiah diprediksi akan ikut berkurang.

“BI memperkirakan tekanan yang bersifat musiman ini akan mereda sehingga nilai tukar Rupiah bisa kembali ke level fundamentalnya yang mencerminkan kondisi riil pasar keuangan Indonesia,” tutup Destry. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!
Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha
Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak
Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:29 WIB

DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:45 WIB

Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:44 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:37 WIB

Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:16 WIB

Datangi Kejagung Hari Ini, Hotman Paris Seret Nama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Berita Terbaru