Starbucks di China Rilis Varian Kopi dengan Rasa Daging Babi

- Jurnalis

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1TULAH.COM – Starbucks di China baru-baru ini meluncurkan menu baru yang mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat, termasuk latte dengan rasa daging babi yang dijual seharga Rp 140.000. Sebagai kafe terkenal di seluruh dunia, Starbucks sering kali melakukan inovasi dengan memperkenalkan menu-menu baru yang unik, terutama pada acara-acara istimewa.

Contohnya adalah keputusan mereka baru-baru ini untuk memperkenalkan Braised Pork Latte, sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek 2024 di China. Meskipun dengan harga yang cukup tinggi, sekitar Rp 140.000, Braised Pork Latte, atau yang juga dikenal sebagai ‘Abundant Year Savory Latte’, menggabungkan espresso, dongpo rebus, susu, saus daging babi, dan potongan daging babi iris, menciptakan rasa manis dan gurih yang unik.

Langkah Starbucks ini diambil dengan tujuan untuk memperkuat identitas budaya tradisional China dengan memilih daging babi sebagai elemen utama inspirasi untuk menu baru mereka.

“Untuk merayakan Tahun Baru Imlek, 25 gerai Starbucks di China telah merilis minuman dalam waktu terbatas. Menampilkan profil rasa lokal,” ucap juru bicara Starbucks China.

Menu daging babi rebus merupakan satu dari hidangan yang senantiasa hadir dalam perayaan Tahun Baru Imlek di China, menjadi bagian integral dari tradisi tersebut.

Starbucks tidak hanya memperkenalkan varian rasa daging babi, namun juga menyajikan menu-menu unik lainnya. Contohnya adalah Black Crispy Latte yang terinspirasi oleh bola nasi wijen hitam.

Selanjutnya, terdapat Red Date Rice Macchiato yang terinspirasi dari kue kukus dengan kurma merah, suatu makanan tradisional khas dari daerah Shaanxi di China. Tak lupa, juga ada Nafu Almond Macchiato yang mengambil inspirasi dari minuman almond tradisional.

Penulis : Laili Rukhmina

Berita Terkait

Ketupat Baru Sehari Sudah Basi? Coba Terapkan 6 Teknik Memasak Ini!
Takjil Kekinian: Mengapa Gen Z Lebih Suka Risol Matcha dan Mochi Daifuku Ketimbang Kolak?
Persiapan Ramadan: Daftar Kurma Israel yang Diboikot dan Cara Mengenalinya
Tren Kuliner Masa Depan: Pentingnya Teknologi Pangan dan Inovasi Serat bagi Pebisnis Muda
Mengenal Food Genomics: Rahasia Diet Presisi Berdasarkan DNA Anda
Mengatasi Ketergantungan Impor Bahan Baku Pakan dengan Limbah Kelapa Sawit
Pajak Makanan Bisa Pangkas 700 Ribu Ton Emisi CO2, Harga Daging Naik 25 Persen
Bukan Lagi Stunting, Ini Ancaman Keracunan: Mengapa Program MBG Gagal Jaga Keselamatan Anak?
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:52 WIB

Ketupat Baru Sehari Sudah Basi? Coba Terapkan 6 Teknik Memasak Ini!

Selasa, 3 Maret 2026 - 09:28 WIB

Takjil Kekinian: Mengapa Gen Z Lebih Suka Risol Matcha dan Mochi Daifuku Ketimbang Kolak?

Kamis, 19 Februari 2026 - 16:06 WIB

Persiapan Ramadan: Daftar Kurma Israel yang Diboikot dan Cara Mengenalinya

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:25 WIB

Tren Kuliner Masa Depan: Pentingnya Teknologi Pangan dan Inovasi Serat bagi Pebisnis Muda

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:41 WIB

Mengenal Food Genomics: Rahasia Diet Presisi Berdasarkan DNA Anda

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:24 WIB

Mengatasi Ketergantungan Impor Bahan Baku Pakan dengan Limbah Kelapa Sawit

Rabu, 29 Oktober 2025 - 14:36 WIB

Pajak Makanan Bisa Pangkas 700 Ribu Ton Emisi CO2, Harga Daging Naik 25 Persen

Minggu, 5 Oktober 2025 - 12:50 WIB

Bukan Lagi Stunting, Ini Ancaman Keracunan: Mengapa Program MBG Gagal Jaga Keselamatan Anak?

Berita Terbaru