1TULAH.COM-Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memperketat sistem deteksi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Langkah ini dilakukan melalui peningkatan pemantauan titik panas (hotspot) serta penguatan koordinasi bersama para pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).
Penguatan pengawasan ini krusial mengingat masuknya puncak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di kawasan hutan dan lahan produksi.
Temuan 73 Titik Hotspot di Areal PBPH Kalimantan Selatan
Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI) memanfaatkan data satelit NASA-NOAA20 per 12 Agustus 2026, tercatat sebanyak 73 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan (confidence) kategori medium tersebar di wilayah Kalsel.
Dari total temuan tersebut, sebanyak 14 titik panas teridentifikasi berada di dalam kawasan PBPH, dengan rincian:
-
PT Inhutani I Unit Pelaihari: 6 titik panas
-
PT Dwima Intiga: 6 titik panas
-
PT Hutan Rindang Banua: 1 titik panas
-
PT Prima Multibuana: 1 titik panas
Seluruh informasi data titik panas tersebut telah diteruskan kepada manajemen pemegang izin PBPH terkait agar segera melakukan Groundcheck atau verifikasi faktual di lapangan.
BPHL Wilayah XI Banjarbaru Minta Pemegang Izin Respon Cepat
Sebagai unit pelaksana teknis di daerah, Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XI Banjarbaru memantau pergerakan hotspot secara berkala di areal kerja PBPH. Kepala BPHL Wilayah XI Banjarbaru, Wahyu Nurhidayat, menegaskan bahwa keberadaan hotspot merupakan instrumen sistem peringatan dini (early warning system).
“Setiap titik panas yang teridentifikasi di dalam areal kerja PBPH perlu segera diverifikasi di lapangan. Informasi hotspot merupakan bagian dari sistem peringatan dini agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sejak tahap awal,” tegas Wahyu, Minggu (16/8/2026).
Wahyu juga meluruskan bahwa kemunculan hotspot adalah indikator anomali suhu permukaan bumi dan tidak secara otomatis mengindikasikan telah terjadi kebakaran aktif. Meski begitu, kewaspadaan tinggi tetap menjadi prioritas utama.
“Prinsipnya, jangan menunggu api membesar. Ketika terdapat informasi hotspot di dalam atau di sekitar areal kerja, segera lakukan pengecekan. Jika ditemukan indikasi kebakaran, lakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai ketentuan,” lanjutnya.
Implementasi Kebijakan Menhut: Cegah Karhutla Berbasis Data
Langkah responsif BPHL Wilayah XI Banjarbaru ini sejalan dengan arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang menekankan pentingnya perlindungan hutan berbasis data akurat serta kolaborasi multipihak.
Pencegahan karhutla tak lagi berfokus pada pemadaman saat api sudah meluas, melainkan pada kemampuan mendeteksi ancaman sejak dini. Oleh karena itu, para pemegang PBPH diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui:
-
Penguatan intensitas patroli darat secara teratur.
-
Kesiapan personel Satgas Karhutla di lapangan.
-
Kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras) pemadam kebakaran.
-
Percepatan respons atas laporan hotspot maupun aduan masyarakat.
Pemantauan satelit hanyalah pintu awal dari rangkaian prosedur mitigasi. Kecepatan verifikasi lapangan dan koordinasi antarpengelola kawasan yang terhubung secara spasial menjadi penentu utama kelestarian hutan Kalsel dari ancaman karhutla. (Sumber:Suara.com)






![Ilustrasi. Foto udara kebakaran hutan dan lahan gambut. [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/hot-spot-kalsel-225x129.jpg)








![Ilustrasi. Foto udara kebakaran hutan dan lahan gambut. [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/hot-spot-kalsel-360x200.jpg)







![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

