PURUK CAHU – Sinode Umum XXV Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menjadi momentum penting dalam memperkuat pelayanan gereja, mempererat persaudaraan antarjemaat, serta merumuskan arah pelayanan GKE untuk lima tahun ke depan. Kegiatan yang berlangsung pada 7–11 Juli 2026 di Kabupaten Murung Raya ini mempertemukan ribuan peserta, hamba Tuhan, dan tamu undangan dari berbagai wilayah pelayanan GKE.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang berlangsung khidmat di GOR Tana Malai Tolung Lingu, Puruk Cahu. Suasana penuh sukacita mewarnai pembukaan melalui pujian dan penyembahan yang menjadi simbol semangat kebersamaan dalam mengawali persidangan gereja.
Pembukaan Sinode dihadiri Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, para kepala daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta ribuan jemaat dari berbagai daerah. Kehadiran seluruh peserta mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat pelayanan gereja sekaligus menjaga nilai-nilai persaudaraan dan kerukunan.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda strategis yang menjadi forum tertinggi pengambilan keputusan di lingkungan GKE. Persidangan membahas evaluasi program pelayanan, penyusunan kebijakan organisasi, penguatan pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, misi, pemberdayaan jemaat, hingga pemilihan kepengurusan Majelis Sinode GKE periode 2026–2031.
Seluruh proses persidangan berlangsung dalam suasana demokratis dan penuh semangat kekeluargaan. Setiap pembahasan dilakukan melalui musyawarah dengan mengedepankan nilai-nilai iman, pelayanan, dan tanggung jawab bersama guna menjawab tantangan pelayanan gereja di tengah perkembangan zaman.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia juga menggelar Sinode Umum XXV GKE Expo 2026 di kawasan Gereja Elioteria Christian Center. Expo tersebut menjadi ruang promosi berbagai produk unggulan daerah, hasil kerajinan, dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperlihatkan sinergi antara gereja, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Melalui persidangan, Sinode menetapkan Pdt. John Asihua sebagai Ketua Umum Majelis Sinode GKE periode 2026–2031 bersama jajaran kepengurusan baru. Kepemimpinan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan gereja, meningkatkan kualitas pembinaan jemaat, serta mempererat persaudaraan di seluruh wilayah pelayanan GKE.
Rangkaian Sinode Umum XXV GKE resmi ditutup di Gereja Elioteria Christian Center. Penutupan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Murung Raya, Heriyus, sebagai simbol berakhirnya seluruh agenda persidangan.
Dalam kesempatan itu, Heriyus menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Majelis Sinode, relawan, aparat keamanan, dan masyarakat Murung Raya yang telah bekerja sama menyukseskan penyelenggaraan Sinode Umum XXV GKE. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara gereja, pemerintah, dan masyarakat dalam menyelenggarakan agenda keagamaan berskala besar. (Sur)









![Petugas saat menata produk Beras di KDMP di Sampangan semarang [Ilma Latif/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/koperasi-kdm-225x129.jpg)







![Petugas saat menata produk Beras di KDMP di Sampangan semarang [Ilma Latif/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/koperasi-kdm-360x200.jpg)





![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

