Pemerintah Prioritaskan PTM di Tengah Krisis Global, Menko PMK: Cegah Learning Loss!

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. (Dok. Ist)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. (Dok. Ist)

1TULAH.COM-Di tengah tekanan krisis global yang melanda, Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas dalam sektor pendidikan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap menjadi prioritas utama demi menjaga kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan mencegah risiko learning loss.

Pernyataan ini disampaikan dalam arahan internal kepada kedeputian kesehatan dan pendidikan Kemenko PMK pada 23 Maret 2026, menindaklanjuti instruksi Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna.

Fokus Utama: Kualitas Pendidikan di Tengah Tekanan Global

Menurut Menko PMK Pratikno, situasi ekonomi dan geopolitik dunia yang tidak menentu tidak boleh menjadi alasan menurunnya standar edukasi nasional. Proses belajar mengajar harus tetap berjalan optimal dengan pendekatan luring (luar jaringan).

“Di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss,” ujar Pratikno dalam keterangan resminya, Selasa (24/3/2026).

Baca Juga :  Optimalkan Aset Terbengkalai, DPRD Kalteng Dorong Pemprov Dongkrak PAD Lewat Rumah Dinas Purna Tugas

Meskipun opsi metode hybrid sempat dibahas dalam koordinasi lintas kementerian, pemerintah memutuskan bahwa pembelajaran daring (online) belum menjadi kebutuhan mendesak. Kehadiran fisik siswa di sekolah dinilai jauh lebih efektif untuk mengejar ketertinggalan kompetensi

Strategi Pemerintah dalam Menghadapi Krisis

Alih-alih mengurangi layanan publik, pemerintah justru memandang krisis global sebagai momentum untuk melakukan akselerasi pada agenda strategis nasional. Berikut adalah beberapa poin kunci yang menjadi fokus pemerintah:

  • Optimalisasi Layanan Dasar: Selain pendidikan, layanan kesehatan harus beroperasi penuh tanpa gangguan.

  • Akselerasi Agenda Strategis: Mendorong swasembada pangan dan energi sebagai respons terhadap krisis global.

  • Transformasi Pendidikan: Mempercepat program peningkatan kualitas melalui:

    • Revitalisasi Sekolah: Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.

    • Sekolah Rakyat: Memastikan akses pendidikan yang inklusif.

    • Sekolah Unggul Garuda: Pengembangan sekolah dengan standar prestasi tinggi.

Efisiensi Birokrasi Tanpa Mengorbankan Pelayanan

Pemerintah juga menerapkan kebijakan efisiensi di level birokrasi untuk mengimbangi kondisi ekonomi. Namun, Pratikno memberikan catatan kaki yang kuat bahwa efisiensi ini tidak boleh menyentuh sektor layanan publik.

Baca Juga :  Transformasi Digital Birokrasi, Heriyus Ajak ASN Bangun Budaya Kerja Modern

Kebijakan Transformasi Sistem Kerja:

  1. Optimalisasi Rapat Daring: Mengurangi biaya operasional pertemuan fisik.

  2. Pembatasan Perjalanan Dinas: Menghapus agenda perjalanan yang non-esensial.

  3. Flexible Working Arrangement (FWA): Penerapan sistem kerja fleksibel bagi ASN secara terukur tanpa mengurangi performa.

Komitmen terhadap SDM Masa Depan

Keputusan pemerintah untuk mempertahankan PTM di tengah krisis global menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pembangunan karakter dan kecerdasan bangsa.

Dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien, pemerintah berupaya memastikan bahwa peningkatan kualitas SDM tidak terhambat oleh tantangan ekonomi dunia.

“Pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta mendukung akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus terus diperkuat,” pungkas Pratikno. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

DPRD Kalteng Dorong OPD Percepat Digitalisasi: Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan Wajib!
Kelas Menengah Tertekan, Masyarakat Lebih Pilih Beli Beras Dibanding KPR
Sorotan Publik Usai Febrie Adriansyah Tiba di KPK Tanpa Baju Tahanan, Kejagung: “Buru-buru”
M. Kiandra Ramadhipa Bidik Puncak Klasemen Moto3 Junior World Championship 2026 di Magny-Cours
BUMD Kalteng Dituntut Dikelola Profesional demi Perkuat Kemandirian Fiskal
Indonesia dan Turki Perkuat Sektor Ketenagakerjaan dan Pelindungan Pekerja Migran
Mitos “Agent of Change” dan Fenomena KKN Influencer: Saat Pengabdian Mahasiswa Bertumbal Algoritma
MK Larang Sisa Kuota Internet Hangus: Hak Milik Konsumen dan Kebijakan Baru Operator
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:38 WIB

DPRD Kalteng Dorong OPD Percepat Digitalisasi: Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan Wajib!

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:32 WIB

Kelas Menengah Tertekan, Masyarakat Lebih Pilih Beli Beras Dibanding KPR

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:43 WIB

M. Kiandra Ramadhipa Bidik Puncak Klasemen Moto3 Junior World Championship 2026 di Magny-Cours

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:14 WIB

BUMD Kalteng Dituntut Dikelola Profesional demi Perkuat Kemandirian Fiskal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:06 WIB

Indonesia dan Turki Perkuat Sektor Ketenagakerjaan dan Pelindungan Pekerja Migran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:14 WIB

Mitos “Agent of Change” dan Fenomena KKN Influencer: Saat Pengabdian Mahasiswa Bertumbal Algoritma

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:04 WIB

MK Larang Sisa Kuota Internet Hangus: Hak Milik Konsumen dan Kebijakan Baru Operator

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:57 WIB

Kasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah: Resmi Ditahan di Rutan KPK Selama 20 Hari

Berita Terbaru

Foto Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan dan Sekretaris Daerah Muhlis secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-53

Muara Teweh

MTQH ke-53 Barito Utara Jadi Media Dakwah, Tegas Bupati Shalahuddin

Minggu, 26 Jul 2026 - 23:37 WIB