Waspada Hoaks! Polda Metro Jaya Sebut Foto Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Hasil Rekayasa AI

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto AI / hoaks yang disebut pelaku penyiram air keras ke Andrie Yunus. Polda Metro Jaya memastikan foto pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang beredar di media sosial hoaks alias hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI. (ist)

Foto AI / hoaks yang disebut pelaku penyiram air keras ke Andrie Yunus. Polda Metro Jaya memastikan foto pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang beredar di media sosial hoaks alias hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI. (ist)

1TULAH.COM-Di tengah upaya kepolisian mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap aktivis kemanusiaan, masyarakat diminta untuk lebih selektif dalam menerima informasi.

Polda Metro Jaya secara resmi mengonfirmasi bahwa foto yang diklaim sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, adalah hoaks.

Foto yang sempat viral di media sosial, khususnya di platform X (sebelumnya Twitter), dipastikan merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI). Upaya ini diduga kuat sebagai trik dari jaringan pelaku untuk mengacaukan fokus penyelidikan petugas.

Polisi: Foto Tersebut Rekayasa Digital

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menegaskan bahwa gambar dua orang berboncengan motor yang beredar luas bukanlah bukti otentik dari kepolisian.

“Kami pastikan foto tersebut adalah hoaks, karena itu hasil rekayasa AI,” tegas Kombes Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).

Penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa foto tersebut disebarkan secara sengaja oleh akun-akun tertentu, salah satunya akun @Robe1807, dengan narasi yang menyesatkan. Polisi menilai peredaran gambar ini menunjukkan adanya tanda-tanda kepanikan dari pihak pelaku.

Baca Juga :  Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Upaya Mengaburkan Fakta Hukum

Polda Metro Jaya mencium adanya motif tersembunyi di balik penyebaran konten manipulatif tersebut. Menurut Kombes Iman, para pelaku mulai merasa terdesak setelah penyidik berhasil mengumpulkan fakta-fakta kuat dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Dengan beredarnya video TKP ini, sebenarnya para pelaku dan jaringannya mulai terlihat panik. Mereka berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan mengedarkan gambar atau rekayasa AI,” tambahnya.

Langkah ini dianggap sebagai upaya sistematis untuk membelokkan arah opini publik dan menjauhkan penyidik dari fakta hukum yang sebenarnya sedang dikumpulkan di lapangan.

Kronologi Kasus dan Update Penyelidikan

Kasus yang menimpa Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.37 WIB di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Berikut adalah poin-poin penting terkait perkembangan kasus tersebut:

  • Identifikasi Pelaku: Berdasarkan analisis CCTV, diduga kuat pelaku berjumlah empat orang yang menggunakan dua sepeda motor.

  • Modus Operandi: Para pelaku diketahui telah membuntuti pergerakan korban sebelum melakukan penyiraman cairan kimia.

  • Pelarian: Usai melancarkan aksinya, keempat pelaku melarikan diri dengan berpencar ke beberapa arah di wilayah Jakarta untuk menghilangkan jejak.

  • Kondisi Korban: Hingga saat ini, Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) akibat luka bakar serius dari cairan air keras tersebut.

Baca Juga :  Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Imbauan bagi Masyarakat

Polda Metro Jaya menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi visual yang beredar di media sosial tanpa verifikasi dari saluran resmi kepolisian. Penggunaan teknologi AI untuk menciptakan disinformasi menjadi tantangan baru dalam penegakan hukum saat ini.

Penyidik terus berkomitmen untuk mengejar para pelaku dan mengungkap dalang di balik aksi kekerasan ini secara profesional dan transparan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel
Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati

Berita Terbaru