1TULAH.COM-Di tengah upaya kepolisian mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap aktivis kemanusiaan, masyarakat diminta untuk lebih selektif dalam menerima informasi.
Polda Metro Jaya secara resmi mengonfirmasi bahwa foto yang diklaim sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, adalah hoaks.
Foto yang sempat viral di media sosial, khususnya di platform X (sebelumnya Twitter), dipastikan merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI). Upaya ini diduga kuat sebagai trik dari jaringan pelaku untuk mengacaukan fokus penyelidikan petugas.
Polisi: Foto Tersebut Rekayasa Digital
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menegaskan bahwa gambar dua orang berboncengan motor yang beredar luas bukanlah bukti otentik dari kepolisian.
“Kami pastikan foto tersebut adalah hoaks, karena itu hasil rekayasa AI,” tegas Kombes Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).
Penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa foto tersebut disebarkan secara sengaja oleh akun-akun tertentu, salah satunya akun @Robe1807, dengan narasi yang menyesatkan. Polisi menilai peredaran gambar ini menunjukkan adanya tanda-tanda kepanikan dari pihak pelaku.
Upaya Mengaburkan Fakta Hukum
Polda Metro Jaya mencium adanya motif tersembunyi di balik penyebaran konten manipulatif tersebut. Menurut Kombes Iman, para pelaku mulai merasa terdesak setelah penyidik berhasil mengumpulkan fakta-fakta kuat dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Dengan beredarnya video TKP ini, sebenarnya para pelaku dan jaringannya mulai terlihat panik. Mereka berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan mengedarkan gambar atau rekayasa AI,” tambahnya.
Langkah ini dianggap sebagai upaya sistematis untuk membelokkan arah opini publik dan menjauhkan penyidik dari fakta hukum yang sebenarnya sedang dikumpulkan di lapangan.
Kronologi Kasus dan Update Penyelidikan
Kasus yang menimpa Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.37 WIB di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Berikut adalah poin-poin penting terkait perkembangan kasus tersebut:
-
Identifikasi Pelaku: Berdasarkan analisis CCTV, diduga kuat pelaku berjumlah empat orang yang menggunakan dua sepeda motor.
-
Modus Operandi: Para pelaku diketahui telah membuntuti pergerakan korban sebelum melakukan penyiraman cairan kimia.
-
Pelarian: Usai melancarkan aksinya, keempat pelaku melarikan diri dengan berpencar ke beberapa arah di wilayah Jakarta untuk menghilangkan jejak.
-
Kondisi Korban: Hingga saat ini, Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) akibat luka bakar serius dari cairan air keras tersebut.
Imbauan bagi Masyarakat
Polda Metro Jaya menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi visual yang beredar di media sosial tanpa verifikasi dari saluran resmi kepolisian. Penggunaan teknologi AI untuk menciptakan disinformasi menjadi tantangan baru dalam penegakan hukum saat ini.
Penyidik terus berkomitmen untuk mengejar para pelaku dan mengungkap dalang di balik aksi kekerasan ini secara profesional dan transparan. (Sumber:Suara.com)

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)





![Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat Simposium PT SMI di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/purbaya-pt-smi-225x129.jpg)














