Instruksi Mendagri! Gubernur hingga Wali Kota Wajib Siaga di Daerah Saat Idulfitri 1447 H

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 05:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendagri Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk tetap berada dan siaga di daerah masing-masing selama periode satu minggu sebelum hingga satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah (Dok: Kemendagri)

Mendagri Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk tetap berada dan siaga di daerah masing-masing selama periode satu minggu sebelum hingga satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah (Dok: Kemendagri)

1TULAH.COM-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara resmi menerbitkan instruksi tegas bagi seluruh kepala daerah di Indonesia menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Para gubernur, bupati, hingga wali kota beserta wakilnya diminta untuk tetap berada di daerah masing-masing dan menunda agenda perjalanan ke luar negeri.

Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah dinamika mudik dan perayaan Lebaran.

Surat Edaran Mendagri Nomor 000.2.3/1171/SJ

Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Mendagri No. 000.2.3/1171/SJ yang diterbitkan pada tanggal 8 Maret 2026. Kebijakan penundaan perjalanan luar negeri ini berlaku efektif selama periode dua minggu, yaitu:

Periode Larangan: 14 Maret hingga 28 Maret 2026 (Satu minggu sebelum hingga satu minggu setelah Idulfitri 1447 H).

Pengecualian Khusus

Meski bersifat mengikat, Mendagri memberikan ruang pengecualian bagi kondisi tertentu yang bersifat mendesak. Perjalanan luar negeri hanya diizinkan jika:

  1. Merupakan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia.

  2. Keperluan pengobatan medis yang bersifat esensial.

Baca Juga :  Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?

4 Agenda Strategis yang Harus Dikawal Kepala Daerah

Keputusan untuk “mengandangkan” para pemimpin daerah ini bukan tanpa alasan. Tito Karnavian menekankan bahwa kehadiran fisik kepala daerah sangat krusial untuk mengawal empat agenda utama:

No Agenda Strategis Fokus Utama
1 Keamanan & Keselamatan Memperkuat koordinasi dengan Forkopimda untuk menekan risiko gangguan kamtibmas.
2 Kelancaran Arus Mudik Memastikan infrastruktur dan personel di daerah siap menyambut lonjakan pemudik.
3 Pengendalian Inflasi Memantau harga bahan pokok agar tetap stabil selama masa konsumsi tinggi.
4 Penyelenggaraan Idulfitri Memastikan ibadah dan perayaan masyarakat berjalan aman, nyaman, dan khidmat.

Pembatalan Izin yang Sudah Terbit

Bagi kepala daerah yang sebelumnya telah mengantongi izin atau rekomendasi Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN) untuk tanggal tersebut, Mendagri menginstruksikan agar dilakukan pembatalan atau penjadwalan ulang.

Baca Juga :  Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

“Kebijakan ini bertujuan memastikan kepala daerah tetap berada di wilayahnya masing-masing sehingga dapat merespons secara cepat berbagai kebutuhan masyarakat selama momentum Lebaran,” tegas Tito Karnavian dalam keterangan resminya di Jakarta (8/3).

Tembusan Kepada Pimpinan Tertinggi

Keseriusan instruksi ini terlihat dari banyaknya pihak yang menerima tembusan surat edaran tersebut, di antaranya:

  • Presiden Republik Indonesia

  • Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

  • Menteri Sekretaris Negara

  • Menteri Luar Negeri

  • Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

  • Sekretaris Kabinet

Dengan adanya aturan ini, masyarakat diharapkan mendapatkan jaminan bahwa pemerintah daerah tetap bersiaga penuh dalam melayani warga, baik yang sedang mudik maupun yang merayakan Lebaran di kampung halaman. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Berita Terbaru