Wartawan Dipaksa Hapus Video, PWI Kecam Intimidasi Jurnalis di Laga Malut United vs PSM: Langgar UU Pers!

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wartawan Halmahera Post, Firjal Usdek saat dikerumuni petugas saat menjalankan tugas peliputan di laga BRI Super League antara Malut United FC melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, 8/3/2026). [Antara/HO- Dokumentasi Pribadi/Abdul Fatah]

Wartawan Halmahera Post, Firjal Usdek saat dikerumuni petugas saat menjalankan tugas peliputan di laga BRI Super League antara Malut United FC melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, 8/3/2026). [Antara/HO- Dokumentasi Pribadi/Abdul Fatah]

1TULAH.COM-Kelanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026 kembali ternoda oleh aksi kekerasan. Laga panas yang mempertemukan Malut United vs PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (7/3/2026), berakhir ricuh.

Insiden ini mencoreng wajah sepak bola Indonesia setelah wasit ternama, Thoriq Munir Alkatiri, dilaporkan terkena pukulan dan sejumlah jurnalis mendapatkan intimidasi di lapangan.

Kronologi Kericuhan Pasca Pertandingan

Suasana mulai memanas tepat setelah peluit panjang dibunyikan. Saat perangkat pertandingan hendak menuju ruang ganti, tensi di tribun utama melonjak tajam. Berdasarkan video yang viral di media sosial, kerumunan massa tampak merangsek hingga mengakibatkan wasit Thoriq Munir Alkatiri terkena pukulan di tengah pengawalan ketat.

Kericuhan ini tidak hanya menyasar perangkat pertandingan, tetapi juga merembet ke area peliputan media.

Dugaan Intimidasi Terhadap Jurnalis dan Pelanggaran UU Pers

Melansir laporan ANTARA, sejumlah wartawan yang sedang bertugas mengaku mendapatkan perlakuan represif. Salah satunya adalah Irwan, jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate.

Baca Juga :  Mura Expo 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Ia mengaku dipaksa oleh oknum yang diduga sebagai ofisial tim Malut United untuk menghapus rekaman video yang mendokumentasikan perjalanan perangkat pertandingan pasca-laga.

“Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu!” teriak oknum tersebut sembari memprovokasi suporter di sekitar lokasi.

Tak berhenti di situ, oknum tersebut juga memerintahkan steward untuk mengusir jurnalis dari tribun utama, meskipun mereka mengenakan ID Card resmi BRI Super League. Bahkan, pemilik utama Malut United FC, David Glen Oei, dilaporkan sempat menegur wartawan di lokasi kejadian.

Firjal Usdek, pimpinan media Halmahera Post, turut menjadi korban pengusiran. Ia menegaskan bahwa posisi jurnalis sudah sesuai aturan. “Kami di tribun menggunakan ID Card lengkap dan tidak keluar batas. Tindakan meminta menghapus video ini jelas bertentangan dengan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999,” tegas Firjal.

PWI Kota Ternate Mengecam Keras

Insiden ini memicu reaksi keras dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Ternate. Ketua PWI Ternate, Ramlan Harun, menyatakan bahwa tindakan menghalangi kerja jurnalistik adalah pelanggaran hukum serius.

Baca Juga :  Mengenakan Rompi Tahanan Pink dan Tangan Terborgol, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung

Poin Pernyataan Sikap PWI Ternate:

  • Melindungi Kerja Jurnalistik: Wartawan yang bertugas memiliki payung hukum yang jelas melalui UU Pers.

  • Ancaman Pidana: Sesuai Pasal 18 ayat (1) UU Pers No. 40/1999, setiap orang yang menghambat kerja pers dapat dipidana penjara maksimal 2 tahun atau denda maksimal Rp500 juta.

  • Larangan Sensor Paksa: Produk jurnalistik (foto/video) tidak boleh dihapus atau disensor secara paksa oleh pihak mana pun.

“PWI Ternate mengecam keras intimidasi verbal dan fisik terhadap rekan-rekan media. Ini adalah bentuk pelanggaran terhadap kemerdekaan pers,” ujar Ramlan.

Menanti Sanksi Komite Disiplin

Hingga artikel ini diterbitkan, manajemen Malut United belum memberikan keterangan resmi terkait alasan permintaan penghapusan video maupun insiden pemukulan wasit.

Kejadian ini diprediksi akan berujung pada sanksi berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI, mengingat adanya bukti kekerasan terhadap perangkat pertandingan dan pelanggaran prosedur keamanan terhadap awak media. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Digelar 8 Hari di Tamiang Layang, Bartim Expo 2026 Jadi Ajang Dorong Ekonomi Daerah
Upacara Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur: Momentum Perkuat Sinergi Menuju Bartim SEGAH
Momentum HUT ke-14 IWO, PWI dan IWO Bartim Perkuat Kebersamaan Jurnalis
Komisi I DPRD Kalteng Minta Sinergi Tangani Karhutla di Konsesi PT Adaro, Walhi Catat Ratusan Hotspot!
Dua Hari Membara! Karhutla di Kotawaringin Barat Capai 10 Hektare, Pemadaman Terhalang Angin Kencang
Gelombang Sanksi Nakes Hina Pasien BPJS di Threads: Dari Pemecatan Hingga Pengunduran Diri
Heriyus: Festival Budaya Harus Jadi Ruang Edukasi dan Inspirasi Generasi Muda
Angka Kemiskinan Turun tapi Biaya Hidup Melonjak, Mengapa Ekonomi Terasa Makin Sulit?
Tag :

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Digelar 8 Hari di Tamiang Layang, Bartim Expo 2026 Jadi Ajang Dorong Ekonomi Daerah

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Upacara Hari Jadi ke-24 Kabupaten Barito Timur: Momentum Perkuat Sinergi Menuju Bartim SEGAH

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Momentum HUT ke-14 IWO, PWI dan IWO Bartim Perkuat Kebersamaan Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Komisi I DPRD Kalteng Minta Sinergi Tangani Karhutla di Konsesi PT Adaro, Walhi Catat Ratusan Hotspot!

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Gelombang Sanksi Nakes Hina Pasien BPJS di Threads: Dari Pemecatan Hingga Pengunduran Diri

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:22 WIB

Heriyus: Festival Budaya Harus Jadi Ruang Edukasi dan Inspirasi Generasi Muda

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Angka Kemiskinan Turun tapi Biaya Hidup Melonjak, Mengapa Ekonomi Terasa Makin Sulit?

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Raisa Komentar “Kue Putu” di Unggahan Mathis Molinie, Sinyal Kedekatan Makin Kuat?

Berita Terbaru