Hasil Pertemuan Presiden Prabowo & Ulama: Indonesia Tetap Bertahan di Board of Peace

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan para ulama dan pimpinan ormas Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/2/2026) malam. [Dok. Biro Pers Istana]

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan para ulama dan pimpinan ormas Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/2/2026) malam. [Dok. Biro Pers Istana]

1TULAH.COM-Isu keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) menjadi pusat perhatian setelah pertemuan intens antara Presiden Prabowo Subianto dengan tokoh-tokoh ulama di Istana Kepresidenan, Kamis (5/3/2026).

Di tengah desakan mundur dari berbagai ormas Islam, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menempuh jalur diplomasi sebagai strategi utama mewujudkan kemerdekaan Palestina.

Strategi Diplomasi Presiden Prabowo: Mengapa Tetap di BoP?

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI periode 2025-2030, Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto melihat BoP sebagai instrumen vital yang harus dimaksimalkan. Menurut pemerintah, keterlibatan Indonesia adalah sebuah ikhtiar nyata yang tidak boleh dihentikan sebelum membuahkan hasil.

“Jangan sampai usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar,” ujar Nusron menirukan posisi Presiden. Beberapa poin kunci dari sisi pemerintah meliputi:

  • Satu-satunya Forum Aktif: Saat ini, BoP dianggap sebagai satu-satunya meja perundingan yang melibatkan negara-negara kunci untuk isu Gaza.

  • Diplomasi vs Peperangan: Pemerintah meyakini bahwa berunding jauh lebih baik dan minim risiko dibandingkan konfrontasi militer langsung.

  • Keanggotaan Kolektif: Indonesia bergerak bersama delapan negara lainnya, sehingga memiliki posisi tawar dalam forum internasional tersebut.

Baca Juga :  LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro

Kritik Keras dari MUI dan FPI: Keraguan terhadap AS-Israel

Di sisi lain, gelombang skeptisisme datang dari tokoh-tokoh ulama. Front Persaudaraan Islam (FPI) secara resmi telah melayangkan surat kepada Presiden yang berisi desakan untuk segera mundur dari BoP.

Habib Hanif Alatas, Sekretaris Majelis Syura DPP FPI, menyatakan bahwa keraguan mereka bukan pada niat baik Presiden, melainkan pada rekam jejak inisiator dan anggota BoP itu sendiri.

“Kami tidak percaya pada AS dan Israel karena rekam jejak mereka yang buruk dalam isu kemanusiaan,” tegas Hanif.

Senada dengan FPI, Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis menilai efektivitas BoP telah hilang, terutama pasca-agresi militer AS ke Iran. Beliau menyarankan pemerintah untuk kembali memperkuat peran organisasi yang sudah mapan seperti:

  1. PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)

  2. OKI (Organisasi Kerja Sama Islam)

Baca Juga :  BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Solusi Jalan Tengah: Usulan Penangguhan dari ICMI

Melihat tensi yang meninggi, Ketua Dewan Penasihat ICMI, Jimly Asshiddiqie, menawarkan perspektif moderat. Ia menyadari adanya persepsi publik yang mulai menjuluki BoP sebagai “Board of War” akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Jimly menyarankan agar Indonesia melakukan penangguhan kewajiban keanggotaan hingga situasi mendingin. Syarat yang diajukan adalah:

  • Meredanya ketegangan antara Iran dengan aliansi AS-Israel.

  • Adanya jadwal yang pasti dan transparan mengenai pengakuan kemerdekaan Palestina oleh Israel.

Diplomasi yang Dinamis

Pemerintah melalui Nusron Wahid memastikan bahwa mereka tidak antikritik. Presiden Prabowo sendiri membuka opsi untuk menarik diri di masa depan jika BoP terbukti tidak lagi membawa manfaat bagi kemaslahatan Palestina atau justru merugikan kepentingan nasional Indonesia.

Saat ini, Indonesia berada di persimpangan jalan antara mempertahankan kursi di meja perundingan internasional atau mengambil tindakan tegas sesuai desakan publik domestik. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Berita Terbaru