John Herdman Pantau Liga 2 di Pakansari: Sinyal Hijau bagi Pemain Kasta Kedua Masuk Timnas!

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

John Herdman (Suara.com)

John Herdman (Suara.com)

1TULAH.COM-Keseriusan pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, dalam membangun fondasi skuad Garuda semakin terlihat nyata.

Tidak hanya terpaku pada gemerlap kasta tertinggi, pelatih asal Kanada tersebut tertangkap kamera hadir langsung di tribun Stadion Pakansari, Bogor, pada Sabtu (14/2/2026).

Herdman hadir untuk menyaksikan laga panas Championship League 2025-2026 (Liga 2) antara Garudayaksa FC melawan Persekat Tegal. Kehadirannya menjadi sorotan publik sekaligus menjadi angin segar bagi para pemain yang berlaga di kompetisi kasta kedua tersebut.

Menelusuri Akar Rumput demi Ekosistem Sepak Bola

Langkah John Herdman turun langsung ke Liga 2 bukan sekadar formalitas. Baginya, memahami ekosistem sepak bola di sebuah negara harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas, intensitas pertandingan, hingga kualitas pemain di kasta bawah.

“Sangat penting untuk memahami apa yang ada di bawah divisi pertama (Super League) di sini. Penting untuk mengetahui pemain muda mana yang sedang muncul,” ujar eks juru taktik Timnas Kanada tersebut kepada awak media.

Baca Juga :  Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Menurut Herdman, kompetisi kasta kedua sering kali menyimpan “permata tersembunyi” yang memiliki determinasi tinggi untuk naik kelas.

Liga 2 Sebagai Wadah Talenta Potensial

Bagi Herdman, memantau Liga 2 memberikan perspektif berbeda dibandingkan Liga 1. Ada gairah dan perjuangan ekstra yang ditunjukkan oleh para pemain muda yang sedang meniti karier menuju puncak.

Berikut adalah poin utama mengapa Herdman menganggap pemantauan lintas kasta sangat krusial:

  • Deteksi Dini Pemain Muda: Liga 2 menjadi tempat berkembangnya pemain yang berada di usia emas awal karier.

  • Memahami Intensitas: Dengan melihat langsung, pelatih bisa mengukur apakah intensitas Liga 2 sudah cukup untuk menunjang transisi pemain ke level internasional.

  • Pemetaan Fasilitas: Herdman ingin melihat sejauh mana kualitas infrastruktur pendukung sepak bola di berbagai level kompetisi di Indonesia.

“Di level ini Anda bisa melihat banyak pemain yang jauh lebih muda. Pemain yang tengah berjuang untuk mendorong dirinya ke level selanjutnya,” jelasnya dengan antusias.

Baca Juga :  Transparansi Dana Banpres Karhutla Rp235 Miliar: Komisi III DPRD Kalteng Tuntut Laporan BPB-PK

Harapan Baru bagi Pemain Liga 2

Kehadiran staf pelatih Timnas Indonesia di tribun stadion level kedua memberikan motivasi tambahan bagi klub-klub seperti Garudayaksa FC dan Persekat Tegal. Ini menjadi sinyal kuat bahwa pintu Timnas Indonesia terbuka bagi siapa saja, selama mereka mampu menunjukkan kualitas dan konsistensi di lapangan, tanpa memandang kasta liga tempat mereka bermain.

Strategi “jemput bola” yang dilakukan Herdman diharapkan mampu memperluas talent pool (kumpulan bakat) Timnas Indonesia. Hal ini sangat krusial mengingat agenda padat yang menanti, mulai dari Piala AFF 2026 hingga persiapan menuju Piala Asia 2027.

John Herdman sedang membangun budaya baru di mana setiap menit bermain di kompetisi resmi—baik itu Liga 1 maupun Liga 2—memiliki nilai di mata staf pelatih nasional. Stadion Pakansari mungkin hanya satu dari sekian banyak destinasi “blusukan” Herdman, namun dampaknya bisa sangat besar bagi masa depan skuad Garuda. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Berita Terbaru