Fantastis! Doktif Mengaku Ditawari Uang ‘Bawah Tanah’ Puluhan Miliar Jelang Putusan Praperadilan

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Detektif alias Doktif saat konferensi pers di Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 7 Januari 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]

Dokter Detektif alias Doktif saat konferensi pers di Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 7 Januari 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]

1TULAH.COM-Drama hukum antara dua ikon dunia kecantikan, Dokter Detektif (Doktif) dan dr. Richard Lee (DRL), kian memanas.

Menjelang putusan sidang praperadilan yang krusial, Doktif membongkar adanya upaya “bawah tanah” berupa tawaran uang dalam jumlah fantastis untuk menghentikan kasus ini.

Ditemui di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, pada Senin (9/2/2026), Doktif secara terang-terangan mengaku ditawari uang damai hingga puluhan miliar rupiah.

1. Tolak Tawaran Puluhan Miliar Rupiah

Doktif menegaskan bahwa integritasnya tidak bisa dibeli. Ia mengungkapkan bahwa angka tawaran yang masuk ke pihaknya terus merangkak naik, namun ia memilih untuk tetap pada jalur hukum.

“Uang yang ditawarkan ke Doktif bukan lagi Rp5 miliar, tetapi sudah mencapai puluhan miliar. Dan ini Doktif tolak mentah-mentah,” tegas Doktif kepada media.

Menurut perempuan yang viral karena aksi uji lab produk skincare ini, motif utamanya bukan ekonomi. Ia mengaku sudah memiliki kehidupan yang mapan dan tanggung jawab besar terhadap karyawannya, sehingga materi bukan lagi menjadi pengejarannya.

Baca Juga :  Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya "Ganti Pemain" ke BUMN

2. Syarat Damai: Kembalikan Uang Masyarakat!

Meski menolak nominal pribadi, Doktif memberikan satu syarat mutlak jika pihak lawan menginginkan perdamaian. Syarat ini dinilai menjadi beban berat bagi kubu Richard Lee: Ganti rugi total kepada konsumen.

“Tetap seperti biasa, kembalikan ratusan miliar uang masyarakat, baru kita ngomongin soal damai,” tantang Doktif.

Doktif bersikeras bahwa perjuangannya adalah bentuk advokasi bagi konsumen yang merasa tertipu oleh produk yang diduga overclaim atau tidak sesuai regulasi, terutama terkait lini produk White Tomato dan DNA Salmon.

3. Menanti Putusan Praperadilan Richard Lee

Perseteruan ini kini menggantung pada keputusan meja hijau. Berikut adalah poin-poin penting dalam proses hukum yang sedang berjalan:

  • Status Tersangka: Richard Lee ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran UU Perlindungan Konsumen dan UU Kesehatan.

  • Gugatan Praperadilan: Richard Lee melayangkan gugatan ke PN Jakarta Selatan untuk menantang status tersangka tersebut.

  • Laporan Balik: Richard Lee juga melaporkan Doktif ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan pencemaran nama baik, di mana Doktif pun telah menyandang status tersangka.

Baca Juga :  Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti

Jadwal Penting: Putusan sidang praperadilan Richard Lee dijadwalkan akan dibacakan pada Rabu, 11 Februari 2026.

4. Analisis Dampak Terhadap Industri Skincare

Kasus ini bukan sekadar perseteruan pribadi, melainkan ujian bagi industri kecantikan di Indonesia.

  • Kepercayaan Konsumen: Jika tuntutan ganti rugi ratusan miliar benar-benar terjadi, ini akan menjadi preseden besar bagi perlindungan konsumen.

  • Edukasi Overclaim: Aksi “detektif” yang dilakukan Doktif memaksa brand owner untuk lebih jujur dalam memasarkan kandungan produk mereka.

Perbandingan Klaim Kedua Belah Pihak

Pihak Posisi Hukum Tuntutan Utama
Dokter Detektif Tersangka (Pencemaran Nama Baik) Ganti rugi ratusan miliar untuk masyarakat
Dr. Richard Lee Tersangka (UU Kesehatan/Konsumen) Membatalkan status tersangka melalui Praperadilan

Dengan putusan praperadilan yang tinggal menghitung hari, tensi antara Doktif dan Richard Lee dipastikan akan mencapai puncaknya. Apakah hakim akan membatalkan status tersangka Richard Lee, atau justru memperkuat posisi Doktif dalam membela hak konsumen? (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Berita Terbaru