OJK Investigasi Dugaan Penipuan Kripto Rp200 Miliar Timothy Ronald, Begini Modusnya!

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi saat ditemui wartawan di Jakarta, Rabu (21/1/2026). [Suara.com/Rina]

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi saat ditemui wartawan di Jakarta, Rabu (21/1/2026). [Suara.com/Rina]

1TULAH.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menanggapi kasus yang menyeret YouTuber ternama, Timothy Ronald, terkait dugaan penipuan investasi kripto.

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah kerugian korban ditaksir mencapai angka fantastis, yakni lebih dari Rp200 miliar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi (Kiki), mengonfirmasi bahwa pihak otoritas sedang bergerak melakukan pendalaman.

OJK Pastikan Laporan Sudah Masuk dan Diproses

Dalam keterangannya di Gedung Marimis II, Rabu (21/1/2026), Friderica menyatakan bahwa laporan mengenai Timothy Ronald telah diterima oleh OJK. Saat ini, tim pengawas tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk membedah kasus tersebut.

“Kasusnya sedang kita dalami ya. Karena sedang kita dalami, kita mohon maaf tidak bisa sharing detailnya kepada teman-teman media. Tapi pasti akan kita sampaikan pada kesempatan pertama bila sudah memungkinkan,” ujar Friderica.

Ia juga menegaskan bahwa proses ini mencakup beberapa tahapan formal untuk memastikan keadilan bagi para konsumen. “Tadi aku bilang kita dalami, kita lakukan penelaahan, mungkin nanti pemeriksaan dan lain-lain,” tambahnya.

Baca Juga :  Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Sinergi Lintas Sektor untuk Percepatan Kasus

Mengingat kompleksitas aset digital, OJK tidak bekerja sendirian. Friderica menjelaskan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai otoritas terkait dan asosiasi industri untuk mempercepat penanganan perkara ini.

Sinergi dilakukan bersama:

  • Hasan Fawzi (Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK).

  • Asosiasi Industri Kripto untuk melacak aliran dana.

  • Pelaku Industri Jasa Keuangan guna mempersempit ruang gerak modus serupa.

“Intinya kami paham, kami tahu, dan saat ini sedang bekerja sama dengan teman-teman, termasuk Pak Hasan, serta asosiasi dan industri,” imbuhnya.

Modus Kripto Global Tanpa Izin OJK

Menariknya, OJK mengungkapkan bahwa modus yang diduga dilakukan dalam kasus Timothy Ronald bukanlah hal baru di dunia keuangan global. Pola yang digunakan adalah mengarahkan dana investor ke platform kripto luar negeri yang tidak memiliki izin resmi di Indonesia.

Baca Juga :  Selamat, Pecatur Muda Murung Raya Raih Juara 3 Nasional

“Kalau dari kripto itu, yang dilarikan adalah kepada kripto global yang bukan berizin dari OJK. Kebanyakan seperti itu dan di seluruh dunia modusnya sama,” ungkap Friderica.

OJK mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi namun menggunakan platform yang berada di luar pengawasan regulasi lokal. Saat ini, OJK terus memperkuat sistem deteksi dini agar kasus serupa dapat ditangani dengan lebih cepat di masa depan.

Tips Aman Investasi Kripto Menurut OJK

Berkaca dari kasus ini, penting bagi investor untuk melakukan pengecekan mandiri sebelum menaruh dana:

  1. Cek Legalitas: Pastikan platform jual-beli aset kripto terdaftar resmi di OJK atau Bappebti.

  2. Waspada Janji Manis: Hindari investasi yang menjanjikan keuntungan tetap (fixed return) yang tidak masuk akal dalam waktu singkat.

  3. Gunakan Platform Lokal: Memilih bursa dalam negeri memudahkan perlindungan hukum jika terjadi sengketa. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 08:19 WIB

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Berita Terbaru