Rupiah Tembus Rp16.987 per Dolar AS, Analis Soroti Defisit Anggaran Sebagai Pemicu

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Dolar AS. (Freepik)

Ilustrasi Dolar AS. (Freepik)

1TULAH.COM-Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, mata uang Garuda dibuka melemah ke level Rp16.987 per dolar Amerika Serikat (AS), mendekati ambang psikologis baru.

Pelemahan ini mencatatkan penurunan sebesar 0,19 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada hari Senin yang berada di posisi Rp16.955. Kondisi serupa juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia yang kini bertengger di angka Rp16.935 per dolar AS.

Perbandingan Mata Ung Asia: Won Korea Paling Terpuruk

Di pasar regional, pergerakan mata uang Asia terpantau bervariasi namun mayoritas berada di zona merah. Berikut adalah perincian pergerakan mata uang utama Asia terhadap dolar AS hari ini:

Mengapa Rupiah Melemah Saat Indeks Dolar Turun?

Fenomena menarik terjadi hari ini di mana Indeks Dolar (DXY) sebenarnya tercatat turun ke level 99,06 dari posisi sebelumnya 99,39. Secara teori, pelemahan indeks dolar seharusnya memberi ruang penguatan bagi rupiah. Namun, sentimen internal justru menjadi pemberat utama.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah saat ini lebih didominasi oleh faktor domestik. Salah satu isu krusial yang diantisipasi pasar adalah kekhawatiran mengenai pelebaran defisit anggaran.

“Walau indeks dolar AS melemah tajam, namun rupiah diperkirakan masih akan lebih condong tertekan karena sentimen risk-off dari dalam negeri,” ujar Lukman Leong.

Meskipun demikian, pelemahan rupiah tertahan oleh sentimen positif dari Negeri Tirai Bambu. Data ekonomi China yang baru saja dirilis menunjukkan performa yang lebih kuat dari ekspektasi pasar, sehingga mampu mencegah koreksi rupiah yang lebih dalam.

Baca Juga :  Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Menanti Hasil RDG Bank Indonesia

Para investor kini dalam posisi wait and see menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan pada hari Rabu esok. Meski BI diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate), pasar sangat menantikan sinyal atau petunjuk mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

“Investor mencari kejelasan akan prospek suku bunga kedepannya. Untuk hari ini, rupiah diprediksi akan bergerak dalam rentang Rp16.850 hingga Rp16.950,” tambah Lukman.

Pemerintah dan otoritas moneter diharapkan tetap waspada, mengingat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah mengimbau perbankan nasional untuk mengantisipasi dampak dari fluktuasi nilai tukar ini terhadap rasio kecukupan modal dan risiko kredit. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 08:19 WIB

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi

Berita Terbaru