1TULAH.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia berencana memasukkan mata kuliah Perempuan dan Kelompok Rentan ke dalam kurikulum Strata-1 Bintara Polwan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian–Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK–PTIK).
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan strategi jangka panjang Polri dalam perlindungan perempuan dan anak.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan penguatan pendidikan menjadi aspek penting agar Polri tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui pembekalan sejak dini.
Ia mengakui masih adanya tantangan di lapangan, seperti stigma terhadap korban, rendahnya kesadaran melapor, serta perlunya peningkatan pemahaman personel terkait isu gender dan kelompok rentan.
Melalui penambahan mata kuliah tersebut, Polri berharap dapat mencetak Polwan yang profesional, humanis, dan memiliki kepekaan dalam menangani kasus perempuan dan anak.
Upaya ini dilengkapi dengan pelatihan berkelanjutan, penyusunan SOP, kerja sama lintas lembaga, serta penguatan regulasi, guna membangun sistem perlindungan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada pemulihan korban.
Penulis : Dedy Hermawan























![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

