Pesawat CN-235 Terdeteksi di Venezuela, Jadi Andalan Pasukan Khusus AS Januari 2026

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat CN-235-220. (indonesian-aerospace.com)

Pesawat CN-235-220. (indonesian-aerospace.com)

1TULAH.COM-Industri dirgantara Indonesia kembali mencatatkan sejarah di kancah global. Pesawat jenis CN-235, yang merupakan identitas kebanggaan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), kini menjadi perbincangan hangat dunia internasional.

Bukan tanpa alasan, armada dari keluarga CN-235 ini diketahui dilibatkan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dalam operasi militer berisiko tinggi di Venezuela pada awal Januari 2026.

Rahasia di Balik Operasi “Absolute Resolve”

Kabar mengejutkan ini pertama kali mencuat melalui cuitan akun X ianellisjones yang kemudian dibagikan ulang oleh akun militer Golden Eagle. Berdasarkan dokumen operasi bertajuk “Absolute Resolve”, CN-235 masuk dalam jajaran alutsista pendukung Pasukan Khusus AS (USAFSOC).

Hebatnya, pesawat ini beroperasi berdampingan dengan jet tempur siluman paling canggih di dunia, seperti F-22 Raptor dan F-35. Kehadirannya dalam misi elit ini membuktikan bahwa platform pesawat yang dikembangkan oleh PTDI memiliki standar operasional kelas dunia dan mampu memenuhi kualifikasi ketat militer adidaya.

4 Fakta “Mengerikan” CN-235 yang Membuatnya Diburu Dunia

Mengapa militer sekelas Amerika Serikat hingga negara-negara tetangga begitu mempercayai pesawat ini? Berikut adalah bedah spesifikasi dan keunggulannya:

Baca Juga :  Usut Dana Hibah KPU, Kejari Mura Sita Sejumlah Dokumen

1. Andalan Operasi Pasukan Khusus (Infiltrasi & Eksfiltrasi)

Dalam operasi penangkapan tokoh penting di Caracas, Venezuela, CN-235 milik Skuadron Operasi Khusus ke-427 (AFSOC) memegang peran vital. Pesawat ini tergabung dalam Support Package yang bertugas memberikan pengawasan bagi pasukan Delta Force.

  • Keunggulan: Kemampuan terbang senyap dan stabil di ketinggian rendah menjadikannya platform ideal untuk infiltrasi (penyusupan) tanpa terdeteksi, bersanding dengan drone canggih RQ-170.

2. Spesifikasi “Badak” Segala Medan

CN-235 dirancang dengan konsep bodi lebar dan kabin bertekanan yang mampu mengangkut muatan maksimal hingga 5.200 kg. Fitur paling unggulannya adalah STOL (Short Take-Off and Landing).

  • Kemampuan: Dapat lepas landas dan mendarat di landasan pendek yang tidak beraspal, seperti tanah berbatu atau rumput. Hal ini krusial di area konflik di mana infrastruktur bandara sering kali hancur atau tidak tersedia.

3. Mata Elang dengan Daya Jelajah Tinggi

Pesawat ini bukan sekadar alat angkut, melainkan “mata” di udara. CN-235 memiliki daya tahan terbang (endurance) yang luar biasa, sanggup mengudara hingga 11 jam 20 menit tanpa henti.

  • Teknologi: Dilengkapi desain high wing untuk gaya angkat maksimal dan radar canggih yang mampu mendeteksi objek kecil di permukaan laut maupun darat, menjadikannya andalan patroli maritim dan pengawasan perbatasan.

Baca Juga :  Ribuan Warga Antarkan Nadalsyah, Bupati Mura Heriyus Turut Hadir

4. Laris Manis di Pasar Internasional (Battle Proven)

Reputasi “Battle Proven” (teruji di medan tempur) membuat CN-235 dipesan oleh banyak negara di berbagai benua:

  • Asia: Korea Selatan, Malaysia, Brunei Darussalam, Pakistan, Uni Emirat Arab.

  • Afrika: Senegal dan Burkina Faso.

  • Amerika: Digunakan oleh varian khusus militer Amerika Serikat.

Standar Kelas Dunia Buatan Anak Bangsa

Meskipun unit yang digunakan AS sering diperdebatkan sebagai varian produksi CASA (mitra awal), desain dasar dan pengembangannya merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah PT Dirgantara Indonesia.

Keterlibatan CN-235 dalam misi-misi krusial berskala internasional menegaskan bahwa kualitas produk dirgantara Indonesia mampu bersaing di kasta tertinggi industri pertahanan global.

Dengan pengembangan berkelanjutan, CN-235 tetap kokoh sebagai “Raja Pesawat Angkut Taktis” kelas menengah. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi
Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN
Heriyus Tekankan Loyalitas dan Tanggung Jawab dalam Kepemimpinan Sekda Baru
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Heriyus Tekankan Loyalitas dan Tanggung Jawab dalam Kepemimpinan Sekda Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Berita Terbaru